Brilio.net - Sonya Depari, seorang siswi di Medan ini mendadak menjadi perbincangan lantaran aksinya yang kelewat berani ketika terkena razia polisi saat melakukan konvoi usai UN, Rabu (6/4). Sonya yang tanpa segan membentak seorang Polwan yang tengah bertugas dan mengaku sebagai seorang anak Jenderal ini mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Tentu saja keberanian Sonya bukanlah semata-mata sesuatu yang keluar dari pemikirannya sendiri. Tingkah laku dan perkataannya adalah akumulasi dari apa yang dia dengar dan lihat dalam kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang disampaikan dalam surat yang ditulis akun Facebook Birgaldo Sinaga.

Dalam tulisan tersebut, Birgaldo mengungkapkan yang dilakukan Sonya tidak lain disebabkan sinetron Indonesia yang kurang mendidik. Sebuah tulisan yang cukup menohok kita dan dunia sinetron di Indonesia.

BACA JUGA: Ini bukti kalau modus nggak selamanya berakhir mulus, malah jadi lucu

Berikut surat lengkap yang ditulis Birgaldo Sinaga:

Loading...
 

SONYA

Sonya Ekarinaa Sembiring mendadak ngetop. Siapa nyana gadis remaja cantik yang masih duduk di kelas 3 SMA ini bisa galak di depan perwira Polwan Perida Panjaitan.

Wajahnya tak asing lagi bagi komunitas model di Medan. Ia salah satu model yang cukup dikenal. Wajahnya sering wara wiri di panggung catwalk.

Saat di hentikan polisi krn konvoi berbahaya, Sonya tak terima. Dengan lagak gaya bak debt collector lagi marah ,Sonya murka. Dengan tangan menunjuk nunjuk sang perwira polwan, Sonya menghardik keras dengan kata kata berkekuatan penuh dan kencang.

" DENGAR ya BU!! . DENGAR ya BU!!! Ini aku gak main main !! Kalo sampai masuk koran..ingat ya...Ku TANDAI MUKA KAU YA ..KUTANDAI KAU..Aku anak Arman Depari..INGAT Arman Depari!!

Kita terkejut. Alamakkk. Apa pulak anak gadis remaja cantik bisa bisanya seperti itu.

Zaman memang sudah terbalik balik. Wajah cantik murah senyum di atas catwalk ternyata bisa berbanding terbalik di jalanan. Di atas catwalk lenggak lenggok jalan begitu sempurna, di jalanan bisa main tabrak saja.

Sonya gadis remaja adalah produk kekinian dunia panggung sinetron kita. Apa yang sering ditonton anak anak ingusan ini akhirnya bermutasi dalam karakter pribadinya. Mencuat labil saat masuk kehidupan sosial kita.

Sonya dan kawan kawannya adalah produk asli anak anak remaja kita. Kitalah yang membumikan budaya hedonis, angkuh, arogan, pamer, petentang petenteng, tdk hormat sama orang tua lagi ke dalam dalam pikiran anak anak ini. Mereka anak anak kosong yang kita isikan jiwa dan pikirannya dengan sampah ilusi.

Sonya dan kawan kawannya adalah cermin kesalahan kita. Mereka adalah korban dari kerakusan komersialisasi pemilik ruang informasi publik seperti Harry Tano Soedibyo MNC. Mereka korban kebijakan negara yang kalah pada pemilik modal. Demokrasi memakan peradaban luhur kita.

Kita melihat acara acara TV begitu menyedihkan. Merusak. Bak virus memangsa pikiran sehat kita. Epidemi. Sesungguhnya, darisanalah Sonya belajar melihat, mendengar dan merekam. Mencontohnya dan menjadikannya sebagai sesuatu yang tidak salah.

Sonya...kau tandai om ya nak!! ..tandai !!..uppss...ketuaan ya..abang aja ya..tandai abang ya dek !!..tandai ya..!!

Hahaha-Salam Menandai-Birgaldo Sinaga

Bagaimana menurut kalian?

Terkuak hubungan sebenarnya antara Sonya Depari dengan Irjen Arman Depari! Mau tahu? KLIK NEXT