Brilio.net - Tidak semua orang memiliki kehidupan yang dapat dengan mudah dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak sedikit manusia yang hanya untuk makan sehari-hari saja bahkan harus bekerja keras. Apa saja dilakukan hanya untuk sesuap nasi.

Seperti salah satu pria yang belakangan ini viral di media sosial. Seorang pria sukses mencuri perhatian masyarakat dan menjadi viral. Pria tersebut memiliki pekerjaan yang cukup berbahaya. Dia rela merangkak ke dalam selokan untuk mengambil paku bekas. Hal ini dilakukannya demi mendapatkan uang untuk keberlangsungan hidupnya. Pria tersebut lantas diamankan oleh petugas karena dianggap terlalu berbahaya.

Dilansir dari akun Instagram @infojkt24, Senin (26/7) seorang pria bernama Supri baru-baru ini mencuri perhatian publik. Dia diketahui kerap kali berada di dalam selokan. Bukan tanpa alasan, Supri berada di dalam selokan tersebut. Dia rupanya tengah mencari paku bekas di dalam selokan. Nantinya paku tersebut akan dijual ke pengepul.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by OFFICIAL INFO JAKARTA (@infojkt24)

"Cari paku Pak?," tanya pria yang merekamnya.

"Iya," jawabnya.

"Memang sudah biasa?," tanyanya lagi.

"Sudah," jawabnya.

Pria merangkak dalam selokan ambil paku bekas untuk dijual © Instagram/@infojkt24

foto: Instagram/@infojkt24

Pekerjaan ini dilakukan Supri demi bisa menyambung hidup. Uang hasil penjualan paku bekas ini nantinya digunakan untuk biaya kebutuhan hidup dan makan.

Pria merangkak dalam selokan ambil paku bekas untuk dijual © Instagram/@infojkt24

foto: Instagram/@infojkt24

Dikatakan oleh Supri, dalam sehari dia bisa mengumpulkan sekitar 5-10 kilogram paku bekas. Dari penjualan paku tersebut, Supri bisa mendapatkan uang sekitar Rp7500 hingga Rp15 ribu.

Pria merangkak dalam selokan ambil paku bekas untuk dijual © Instagram/@infojkt24

foto: Instagram/@infojkt24

Terlihat dalam video, Supri keluar dari selokan dengan menggunakan lampu tempel di kepala saja. Dia juga hanya mengenakan kaos biasa dan celana pendek. Tidak ada tabung oksigen atau alat pengamanan diri lainnya. Padahal saluran air tersebut begitu sempit dan tertutup oleh trotoar beton.

(brl/red)

(brl/red)