Brilio.net - Ular merupakan binatang melata yang beberapa spesiesnya dikenal memiliki bisa dengan racun yang sangat berbahaya. Hal itu membuat binatang ini sangat ditakuti oleh banyak orang. Jika sampai tergigit oleh ular maka bisa berdampak fatal bagi korban.

Meskipun tidak semua spesies ular memiliki bisa yang mematikan, namun anggapan masyarakat terhadap semua jenis binatang ini sudah lebih dahulu menakutkan. Apalagi kalau ada ular yang masuk ke rumah, hal itu bisa menimbulkan kepanikan bagi semua penghuninya. Hal ini disebabkan kalau ada seseorang digigit ular yang berbisa, sesegera mungkin harus mendapat pertolongan medis.

Bukan hanya cedera parah, namun gigitan ular ini bisa saja mematikan. Namun berbeda dengan yang dialami oleh seorang remaja bernama Yashraj Mishra dari negara bagian Uttar Pradesh, India ini. Ia digigit oleh seekor ular hingga sebanyak delapan kali.

Namun ajaib, dari delapan kali gigitan ular tersebut ia selalu berhasil selamat dan bisa pulih setelah pengobatan. Remaja berusia 17 tahun dari desa Rampur di distrik Basti tersebut, kini dalam ketakutan terus-menerus setelah menjadi sasaran ular karena alasan yang masih belum diketahui. Setelah mengetahui penderitaan remaja itu, pihak keluarga membawanya ke dokter desa untuk perawatan.

Keluarga dari remaja itu juga mengajukan permohonan kepada pawang ular untuk membantu menghentikan serangan ular tersebut. Namun, masih belum ada yang berhasil melakukannya. Setelah ia digigit untuk ketiga kalinya, pihak keluarga mengirim remaja itu ke rumah kerabatnya di desa tetangga. Tetapi reptil melata itu diduga melacaknya dan menggigitnya lagi.

"Setelah putra saya digigit ular untuk ketiga kalinya, saya mengirimnya ke tempat kerabat saya Ramji Shukla di desa Bahadurpur. Beberapa hari kemudian, anak saya melihat ular yang sama di dekat rumah dan dia menggigit lagi. Yashraj dibawa dan dirawat di rumah sakit," kata ayah anak laki-laki tersebut, Chandramauli Mishra seperti dikutip oleh brilio.net dari Oddity Central, Kamis (10/9).

Tragedi terakhir Yashraj dengan ular itu terjadi pada 25 Agustus lalu, ketika ia digigit untuk kedelapan kalinya dalam waktu kurang dari sebulan. Delapan kali terkena gigitan ular membuat remaja ini terkena trauma yang cukup dalam sehingga sangat takut dengan ular.

“Kami tidak mengerti mengapa ular ini menargetkan Yashraj. Anak laki-laki itu sekarang mengalami gangguan mental dan hidup dalam ketakutan terus menerus terhadap ular itu,” kata Chandramauli.

Dari pihak keluarga sendiri sedang berupaya agar ancaman ular tersebut bisa berhenti terhadap Yashraj, namun belum ada yang membuahkan hasil. Ular itu terus menghantui remaja laki-laki ini hingga merasa ketakutan.

“Kami telah melakukan 'puja' (ritual pemujaan) beberapa kali dan bahkan telah memanggil penjinak ular untuk menangkap ular tersebut, tetapi semuanya terbukti sia-sia,” ungkap Chandramauli.

Melihat dari kondisi Yashraj yang selamat sebanyak delapan kali dari gigitan ular itu, dapat dipastikan bahwa ular yang menggigit Yashraj bukan jenis ular yang berbahaya.