Brilio.net - Menghabiskan uang sebanyak Rp 274 juta tentu bukan jumlah yang sedikit, hanya untuk membeli bulu mata palsu. Yap, anggapan ini memang wajar bagi mereka yang normal, namun tidak untuk wanita asal Inggris bernama Natasha Sandhu.

Dilansir brilio.net dari thesun.co.uk, Kamis (13/1), wanita yang berbasis di Essex ini mengalami kelainan atau bisa dikatakan gangguan mental yang tak biasa, yang dinamakan trikotilomania atau trichotillomania, yakni kondisi di mana mendorong si penderita untuk menjambak atau mencabuti rambut sendiri. Dalam kasus ini, Natasha tak bisa menahan diri untuk mencabuti bulu matanya.

Wanita menderita trichotillomania butuh bulu mata palsu Instagram

foto: Instagram/@natashamsandhu

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Natasha melakukannya terlalu sering, sehingga membuat matanya kerap mengalami bengkak dan perih. Untuk mengatasi masalah ini, Natasha akhirnya memutuskan menggunakan bulu mata palsu sejak usia 16 tahun. Menurut sumber yang sama, Natasha membeli empat pasang bulu mata setiap minggu. Alhasil dia telah menghabiskan 14 ribu poundsterling atau Rp 274 juta.

"Bulu mata alamiku benar-benar botak selama bertahun-tahun karena aku mencabutinya tiap malam. Aku tidak punya pilihan lagi selain memakai bulu mata palsu setiap harinya untuk menutupi gangguan yang aku derita," kata Natasha.

Wanita yang berprofesi sebagai makeup artist ini akhirnya menemukan cara untuk menyembuhkan kebiasaannya itu dengan menjalani hipnoterapi yang dipandu hipnoterapis ternama, Robert Hisee.

Wanita menderita trichotillomania butuh bulu mata palsu Instagram

foto: Instagram/@natashamsandhu

"Saya tidak pernah membayangkan bahwa hanya dalam tiga jam Robert Hisee bisa menyembuhkan trichotillomania saya dalam satu sesi dengan menggunakan teknik hipnoterapinya, dia luar biasa," ujar wanita berusia 34 tahun tersebut.

Trichotillomania biasanya diobati dengan menggunakan jenis cognitive behavioral therapy (CBT) yang disebut pelatihan pembalikan kebiasaan, yang membantu penderita mengganti kebiasaan buruk dengan sesuatu yang tidak berbahaya.

Natasha kini telah mendapatkan kembali kepercayaan dirinya dan menjadi influencer sukses dengan hampir 500.000 pengikut di Instagram.

Natasha Sandhu bukan satu-satunya penderita trichotillomania. Menurut sumber yang sama, Natasha salah satu di antara 350 ribu orang yang mengidap trichotillomania di Inggris. Kondisi ini juga menjangkiti lima dari 10 orang di Amerika Serikat.

(brl/tin)