Brilio.net - Terumbu karang yang tepat berada di jantung Raja Ampat dirusak oleh kapal pesiar MV Caledonian Sky Inggris pada 4 Maret 2017 lalu. Kejadian ini pun langsung ditanggapi serius oleh pemerintah. Pasalnya, luas kerusakannya mencapai 13.522 meter persegi.

kapal pesiar MV Caledonian Sky © 2017 facebook.com/gorajaampat

Kementerian Kelautan & Perikanan RI (KKP RI) bersama pihak terkait pada Rabu (15/3) lalu melakukan konferensi pers terkait langkah KKP RI menyikapi rusaknya terumbu karang Raja Ampat tersebut.

Dalam keterangan persnya, KKP RI terus melakukan koordinasi secara cepat dan tanggap atas tragedi kandasnya Kapal Pesiar MV Caledonia Sky di Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat.

Kronologis kejadian kandasnya Kapal Pesiar MV Caledonia Sky tersebut terjadi pada hari Sabtu, 4 Maret pukul 12.41 WIT di sekitar Pulau Manswar Distrik Meos Manswar, Raja Ampat. Jumlah Kru Kapal 79 personel dan 102 penumpang dari berbagai negara.

Loading...

Informasi sementara Kandasnya Kapal Pesiar MV Caledonian Sky diduga akibat nahkoda hanya Memonitor GPS dan radar tanpa memperhitungkan pasang surut atau keadaan alam. Kapal akhirnya dapat ditarik setelah menunggu air pasang tinggi.

Akibat dari kandasnya Kapal Pesiar MV Caledonian Sky tersebut, membuat terumbu karang di sekitar area kandas mengalami kerusakan. Dari hasil pemeriksaan, kerusakan terumbu karang diperkirakan mengalami kerusakan fisik mencapai 1.600 meter persegi.

"Gugatan dilakukan secepatnya. Posisi kapal saat ini ada di Filipina. Kita akan bikin surat perintah panggilan untuk pemeriksaan", ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Brahmantya Satyamurti.

Dalam keterangan terpisah, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam keterangannya mengaku sulit untuk memulihkan terumbu karang yang rusak di perairan Raja Ampat. Apalagi tempat rusaknya itu merupakan tempat berkembangnya aneka ragam hayati.

"Saya sudah coba cek ke jurnalis eco diver juga. Ada kawan-kawan asosiasi penyelam, mereka bilang paling cepat 20 tahun untuk memulihkan terumbu karang tersebut," kata Siti Nurbaya.