Brilio.net - Pemerintah memutuskan untuk menghentikan siaran analog atau analog switch off (ASO). Dengan migrasi ke siaran digital, masyarakat hanya dapat menyaksikan siaran TV melalui perangkat yang dapat menangkap sinyal digital.

Hingga 2 November sebanyak 222 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota tidak bisa lagi menikmati siaran TV analog. Suntik mati siaran TV analog secara keseluruhan akan dilakukan secara bertahap. 292 kabupaten/kota akan menyusul setelah 2 November.

Nggak bisa dimungkiri kalau siaran TV analog sudah lama menjadi sumber hiburan bagi masyarakat Indonesia mulai dari menonton tayangan sinetron, kartun, hingga pertandingan sepak bola. Banyak sekali kenangan ketika menggunakan TV analog.

Pada 2 November 2022, siaran TV analog telah resmi dihentikan. Banyak warganet yang mengabadikan detik-detik siaran TV analog hilang menjadi semut semua dan menyisakan gambar buram di layar. Banyak yang merasa sedih karena siaran analog menemani masa kecil mereka.

"TV analog adalah saksi bisu masa kecil. Di mana pulang sekolah pasti nonton TV," tulis akun @gs_juge melalui cuitan Twitter yang dikutip brilio.net, Kamis (3/11).

Lini masa di Twitter pagi ini dipenuhi dengan curhatan netizen soal matinya TV analog. TV analog sempat memuncaki trending di pagi hari. Berikut, curhatan haru netizen soal TV analog, Kamis (4/11). 

(brl/lea)