Brilio.net - Nadia, seekor harimau Malaysia di Kebun Binatang Bronx, New York, Amerika Serikat (AS) positif terjangkit virus corona setelah dilakukan pengujian, Senin (6/4) waktu setempat. Nadia diduga terinfeksi dari penjaga kebun binatang tanpa gejala corona. Dugaan ini didapat setelah hasil tes dikonfirmasi Laboratorium Layanan Hewan Nasional di Iowa.

Nadia, harimau betina berusia empat tahun itu diyakini sebagai hewan pertama yang terinfeksi virus corona di dunia. Selain Nadia, saudara perempuannya Azul, dua harimau Amur dan tiga singa Afrika mengalami batuk kering, dan beberapa dari mereka kehilangan nafsu makan.

Menurut Dr Paul Calle, Kepala Dokter Hewan Kebun Binatang Bronx, seperti dilansir edinburghnews.scotsman.com, Senin (6/4), hewan yang terinfeksi pertama mulai menunjukkan gejala pada 27 Maret lalu. Namun kini Nadia  dinyatakan membaik setelah diberi obat. Kebun Binatang Bronx sendiri telah ditutup untuk umum sejak 16 Maret di tengah merebaknya wabah virus corona di New York.

Harimau Corona © 2020 brilio.netnews.sky.com

Ketujuh kucing besar yang sakit itu tinggal di dua area yang berbeda. Tapi hewan-hewan tersebut mengalami kontak langsung dengan penjaga yang sama. Tidak ada tanda-tanda penyakit pada kucing besar lain di kebun binatang tersebut. “Saya tidak percaya,” kata Direktur Kebun Binatang Bronx, Jim Breheny setelah melihat hasil tes Nadia seperti dilansir Fortune, Senin (6/4). 

Loading...

Tapi temuan ini menimbulkan pertanyaan baru tentang penularan virus pada hewan. Departemen Pertanian AS, yang mengkonfirmasi hasil tes Nadia di laboratorium hewan, mengatakan tidak ada kasus yang diketahui dari virus ini pada hewan peliharaan atau ternak di AS.

"Tampaknya tidak ada pada saat ini bukti apa pun yang menunjukkan bahwa hewan dapat menyebarkan virus kepada manusia atau mereka dapat menjadi sumber infeksi di AS,” ujar Dr Jane Rooney, dokter hewan dan juga pejabat USDA.

Mungkinkah hewan peliharaan menularkan virus corona pada pemiliknya?  

Harimau Corona © 2020 brilio.net@yans_brilio

Kasus Nadia menambah persoalan di saat pemerintah negara itu mendesak warganya untuk menjaga jarak sosial. Namun menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sampai saat ini tidak ada bukti bahwa hewan dapat menularkan virus corona ke manusia. Tetapi, kasus Nadia menjadi kekhawatirtan bagi mereka yang memelihara hewan di rumah. Mungkinkah mereka bisa terjangkit virus corona dari hewan peliharaan?

Sebuah tim peneliti di Harbin Veterinary Research Institute, China telah menemukan bahwa kucing sangat rentan terhadap virus corona. Tapi mereka dapat menularkan virus ke spesies mereka sendiri.

Namun karena corona adalah virus baru, penyelidikan sedang dilakukan untuk mengidentifikasi sumbernya, termasuk bagaimana penyebarannya. Tetapi saat ini yang dipahami bahwa risiko penyebaran tertinggi adalah melalui penularan dari manusia ke manusia.

Tidak ada bukti yang menunjukan bahwa hewan yang terinfeksi dari manusia berperan dalam penyebaran virus. Bahkan WHO menegaskan pandemi pada manusia didorong karena kontak orang ke orang.

Kendati begitu, kasus Nadia yang terjangkit corona menjadi peringatan bagi pemilik hewan peliharaan. Meski sampai saat ini, tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan seperti kucing atau anjing dapat menularkan virus ke manusia, tapi  secara teori bisa dimungkinkan.

Waspada, manusia dan hewan bisa berbagi virus

Harimau Corona © 2020 brilio.net@yans_brilio

Hewan dan manusia terkadang dapat berbagi penyakit, sehingga orang yang memiliki gejala virus corona harus membatasi kontak dengan hewan peliharaan mereka. Sebaliknya hewan kemungkinan memiliki beberapa virus di kulit atau bulu mereka, sehingga berpotensi ditularkan kepada pemiliknya jika mereka memegang hewan peliharaan yang terjangkit virus.

Memang Ini belum terbukti, tetapi WHO menyarankan pemilik hewan peliharaan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah kontak dengan hewan mereka,. Selain itu sebisa mungkin menghindari menyentuh hewan peliharaan milik orang lain.

Pemilik hewan peliharaan juga harus memastikan mereka mengikuti langkah-langkah kebersihan dasar dan mencuci tangan mereka sebelum dan sesudah berada di sekitar atau menangani hewan, termasuk setelah memberi makanan.

Jika si pemilik sakit dengan gejala virus corona, disarankan menghindari kontak dekat dengan hewan peliharaan dan minta anggota keluarga yang lain untuk merawatnya. Ketika harus menjaga hewan peliharaan, si pemilik harus menjaga kebersihan yang baik dan memakai masker wajah.

Hewan peliharaan yang terinfeksi virus corona harus dimasukan ke dalam kandang selama mungkin hingga kondisinya mulai membaik. Sebisa mungkin hindari kontak langsung dengan hewan peliharaan tersebut.