Brilio.net - Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Guncangan tersebut berdampak pada sejumlah bangunan di beberapa wilayah Flores, termasuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, hingga Labuan Bajo.

Salah satu bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan serius adalah rumah milik mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate di Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Bangunan tersebut dilaporkan ambruk setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

Selain rumah, kerusakan juga dilaporkan terjadi pada menara masjid, bangunan kampus, rumah warga, fasilitas umum, hingga hotel di sejumlah daerah.

Rumah Eks Menkominfo Johnny Plate Ambruk

Rumah milik Johnny Plate di Reo/Reok, Manggarai, dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah gempa mengguncang NTT. Sejumlah bagian bangunan runtuh dan material bangunan terlihat menimpa bagian lain.

Warga setempat langsung melakukan upaya penyelamatan karena terdapat laporan orang yang masih berada di dalam rumah.

Seorang warga Reo, Jufri Husen, menyebut terdapat tiga orang yang diduga masih terjebak di dalam bangunan tersebut. Proses evakuasi dilakukan warga bersama pihak lain yang berada di sekitar lokasi.

"Di dalam ada tiga, ini masih kita lakukan upaya penyelamatan. Masih ada suara-suara," kata Jufri Husen saat dihubungi Liputan6.com, dilansir brilio.net, Sabtu (15/8/2026).

Warga kemudian berkumpul di area terbuka untuk mengantisipasi guncangan susulan. Sebagian warga juga terlihat membawa barang dari rumah untuk menyelamatkan harta benda.

Menara Masjid di Reo Ikut Roboh

Kerusakan bangunan juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Reo/Reok. Sebuah menara masjid di wilayah tersebut ambruk setelah guncangan utama.

Jufri Husen yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan menara masjid roboh tidak lama setelah gempa terasa.

"Menara masjid ambruk tidak lama setelah gempa besar," kata warga bernama Jufri Husen kepada Liputan6.com, Sabtu (15/8/2026).

Menurut kesaksiannya, kepanikan juga terjadi karena terdapat kerusakan di sejumlah lokasi lain. Jufri menyebut ada laporan warga tertimbun bangunan yang masih dalam proses evakuasi.

"Kami panik lihat saat ambruk. Ada juga bangunan di tempat lain ambruk, ada korban tertimbun. Belum bisa dievakuasi," terangnya.

Hotel di Labuan Bajo Mengalami Kerusakan

Dilansir dari Liputan6, dampak gempa juga dirasakan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Guncangan membuat warga dan wisatawan keluar dari bangunan untuk mencari tempat yang lebih terbuka.

Salah satu bangunan yang dilaporkan terdampak adalah Hotel Jayakarta Labuan Bajo. Bagian lobi hotel mengalami kerusakan, dengan plafon yang ambruk dan sejumlah bagian tembok mengalami retak.

Sejumlah tamu kemudian meninggalkan bangunan ketika gempa berlangsung.

"Warga langsung berlarian keluar rumah karena gempanya cukup kuat. Kami juga khawatir karena ada informasi mengenai potensi tsunami," ujar Erwin dikutip dari Liputan6 dan merdeka.com.

Kerusakan bangunan juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Boleng dan Kecamatan Kuwus Barat, Manggarai Barat. Sejumlah rumah warga disebut roboh akibat kuatnya guncangan.

Bangunan Kampus di Ruteng Rusak

Dari Ruteng, Kabupaten Manggarai, kerusakan dilaporkan terjadi di lingkungan kampus Unika Santu Paulus.

Dinding salah satu bangunan kampus dilaporkan ambruk akibat guncangan gempa. Kerusakan tersebut menambah daftar bangunan yang terdampak di wilayah Flores.

Sementara itu, jumlah keseluruhan bangunan yang rusak masih dalam proses pendataan. Kondisi kerusakan juga masih menunggu verifikasi dari pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait.

BMKG Memutakhirkan Magnitudo Gempa

Gempa utama terjadi pada Sabtu pagi. Data awal yang beredar menyebut gempa berkekuatan magnitudo 7,7. Namun, BMKG kemudian memutakhirkan parameter gempa berdasarkan hasil analisis lanjutan menjadi magnitudo 7,0, seperti dilansir dari merdeka.com.

Dalam pembaruan yang disampaikan BMKG, gempa tercatat terjadi pada pukul 04.58.23 WIB. Episentrum berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.

Koordinat pusat gempa berada pada 8,33 Lintang Selatan dan 121,32 Bujur Timur.

“Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah: NTT, Gempa Mag:7.0, 15-Agu-26 04:58:23 WIB, Lok:8.33 LS, 121.32 BT (38 km TimurLaut MBAY-NAGEKEO-NTT) , Kedlmn:10 Km ::BMKG,” demikian tulis keterangan resmi dari laman bmkg.go.id.

gempa NTT © 2026

gempa NTT
© 2026 bmkg.go.id

Pemutakhiran magnitudo dilakukan setelah BMKG melakukan analisis terhadap data gempa lebih lanjut.

Guncangan Terasa hingga Sejumlah Wilayah

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah NTT dan wilayah lain di sekitarnya. Intensitas berbeda dilaporkan di beberapa daerah sesuai dengan jaraknya dari pusat gempa.

Di Ruteng, Ende, Labuan Bajo, Maumere, dan Sumba Timur, getaran tercatat mencapai skala IV hingga V MMI. Sementara di Kota Bima dan Kabupaten Dompu, guncangan juga dilaporkan mencapai skala V MMI.

Getaran dengan intensitas lebih rendah turut dirasakan di sejumlah wilayah lain, termasuk NTB, Sulawesi Selatan, dan Bali.

Sempat Ada Peringatan Dini Tsunami

Gempa tersebut juga memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah. BMKG menyebut wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut meliputi NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Peringatan tersebut disampaikan setelah gempa berpusat di laut dan memiliki parameter yang berpotensi menimbulkan tsunami.

Di sejumlah wilayah pesisir, warga sempat meninggalkan bangunan dan menuju area terbuka setelah mengetahui adanya informasi potensi tsunami.