Brilio.net - Panda merupakan salah satu hewan mamalia yang sangat menggemaskan. Badannya yang besar dan tingkahnya yang lucu banyak membuat orang dibuat tertawa.

Sayangnya, hewan dengan nama latin Ailuropoda melanoleuca ini tidak berkembang biak di Indonesia. Habitat Panda sendiri berada di Tiongkok. Namun, bagi kamu yang penasaran melihat wujud asli panda secara langsung, kamu bisa lihat sepasang giant panda di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor.

Panda © 2017 brilio.net

Setelah melewati masa karantina selama satu bulan, panda jantan bernama Cai Tao dan panda betina bernama Hu Chun ini akan meramaikan penghuni Taman Safari Indonesia pada November ini. Keduanya diserahkan oleh Pemerintah China ke Pemerintah Indonesia lewat sebuah upacara satu hari sebelumnya.

Brilio pun menjadi salah satu media yang berkesempatan mengabadikan momen sepasang panda tersebut. Panda ini memang merupakan hewan soliter atau hewan menyendiri. Itu sebabnya sepasangan panda ini tinggalnya dipisahkan.

Loading...

"Mereka memang hewan soliter. Jadi kita pisahkan. Ada yang di indoor ada yang di outdoor. Seminggu sekali kita rolling. Dan kita satukan ketika mereka ingin kawin," kata salah satu petugas yang menangani panda kepada media di Taman Safari Indonesia belum lama ini.

Panda © 2017 brilio.net

Petugas Taman Safari mengatakan sepasang giant panda yang berusia 7 tahun ini memiliki berat yang luar bisa. Chai Tap memiliki berat 127 kilogram, sementara Hu Chun memiliki berat 139 kilogram. Gimana tidak, setiap harinya sepasang giant panda ini hanya menghabiskan waktu untuk makan dan tidur saja.

"99 Persen panda ini makan bambu. Sehari panda bisa habiskan 30 kilogram batang bambu. Sisanya kita kasih nutrisi seperti buah apel merah dan wortel serta cake untuk panda yang terdiri dari tepung jagung, beras, kedelai, telur ayam, dan minyak buat campuranya," jelasnya.

Panda © 2017 brilio.net

Sementara itu, Direktur Taman Safari Indonesia, Janses Manansang mengungkapkan jenis bambu yang dikonsumsi panda kebanyakan menggunakan bambu lokal meskipun masih terus dilakukan penyesuaian menggunakan bambu asli dari China.

"Awalnya pakai bambu dari sana (China) makin ke sini kita mix dengan bambu lokal. Lama-lama kita putus hingga akhirnya sepasang panda ini hanya konsumsi bambu lokal saja. Kita juga sudah sejak lama menanam bambu. Ada sekitar 8 hektare lahan bambu yang ada saat ini," pungkasnya.