Brilio.net - Bagi umat muslim, menjalankan ibadah sholat hukumnya wajib. Hal tersebut tertera dalam rukun Islam yang kedua, yaitu mendirikan sholat. Sholat wajib ini dikerjakan sebanyak lima waktu dan tidak boleh ditinggalkan.

Mengapa disebut sebagai sholat lima waktu? Hal ini dikarenakan sholat dilakukan dalam lima waktu yang berbeda dalam sehari. Sholat wajib atau kerap disebut sholat fardhu memiliki waktu pelaksanaan yang berbeda-beda dimulai dari sholat subuh yang dibatasi sampai terbitnya matahari hingga salat isya pada malam hari.

Melaksanakan ibadah sholat bisa dilakukan sendiri atau berjamaah. Menurut bahasa Arab, sholat berjamaah merujuk pada aktivitas sholat yang dilakukan secara bersama-sama minimal dua orang dengan salah seorang menjadi imam (pemimpin) dan yang lain menjadi makmum.

Secara umum, ibadah sholat lebih baik dilakukan secara berjamaah daripada dilakukan sendirian (munfarid).

Nabi Muhammad SAW pun menyampaikan keutamaan sholat berjamaah ini sangatlah besar, beliau bersabda.

"Sholat berjamaah lebih afdal daripada salat sendirian dengan perbandingan dua puluh tujuh derajat."
(HR.Muslim)

Dengan demikian, seluruh umat Islam diharuskan untuk mengamalkan sholat berjamaah agar mendapat pahala dan dijauhkan dari hal-hal tercela. Tidak hanya itu, sholat berjamaah memiliki banyak keutamaan lain yang perlu diketahui oleh umat Islam.

Lalu bagaimana tata cara sholat berjamaah menurut ajaran Nabi dan apa saja keutamaannya? Berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber pada Kamis (15/4).

Adab Sholat Berjamaah

Wudhu

Sebelum menunaikan ibadah sholat, ada adab yang harus dilakukan untuk menyempurnakan sholat yaitu berwudhu. Berwudhu adalah menggunakan air yang suci dan mensucikan untuk mencuci atau mengusap anggota badan.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran Surah Al-Maidah ayat 6:

Tata cara shalat berjamaah © berbagai sumber

foto: merdeka.com

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka cucilah muka-muka kalian dan tangan-tangan kalian sampai ke siku, usaplah kepalamu dan cucilah kaki-kaki kalian sampai kedua mata kaki.”

Ketentuan Imam dan Makmum

Sholat berjamaah terdapat imam dan makmum. Adapun kriteria pemilihan Imam sholat tergambar dalam hadits Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Abu Mas'ud Al-Badri:

"Yang boleh mengimami kaum itu adalah orang yang paling pandai di antara mereka dalam memahami kitab Allah (Al-quran) dan yang paling banyak bacaannya di antara mereka. Jika pemahaman mereka terhadap Al-quran sama, maka yang paling dahulu di antara mereka hijrahnya (yang paling dahulu taatnya kepada agama). Jika hijrah (ketaatan) mereka sama, maka yang paling tua umurnya di antara mereka"

Berdasarkan hadis tersebut, dapat disimpulkan bahwa urutan orang yang berhak menjadi imam adalah orang yang baik bacaan Alqurannya, kemudian orang yang lebih tahu mengenai sunnah, kemudian orang yang lebih dulu menempati suatu tempat, dan yang terakir yang lebih tua umurnya.

Sedangkan, adapun kriteria seorang menjadi makmum disebutkan dalam kitab Safinah An-Najah, diantaranya tidak mengetahui batalnya sholat imam dengan sebab hadas atau yang lainnya, tidak meyakinkan bahwa imam wajib mengqadha` sholat tersebut, imam tidak menjadi makmum, imam tidak ummi (harus baik bacaannya) dan makmum tidak melebihi tempat berdiri imam.

Tata Cara Sholat Berjamaah

Tata cara shalat berjamaah © berbagai sumber


foto: freepik.com

1. Niat

Bagi seorang imam, niat yang diucap:
"Usholli fardo shubhi (dhuhri/ashri/maghribi/'isya'i) (tsalasa/arba'a) rakataini mustaqbilal qiblati adaa'an imaaman lillahi ta'ala"

Artinya: "Saya niat fadlu subuh (zuhur/ashar/magrib/isya) dua (tiga/empat) rakaat dengan adzan menjadi imam karena Allah ta'ala"

Sedangkan, niat untuk makmum mengucap:
"Usholli fardo shubhi (dhuhri/ashri/maghribi/'isya'i) (tsalasa/arba'a) rakataini mustaqbilal qiblati adaa'an ma'muman lillahi ta'ala"

Artinya: "aku berniat sholat fardlu subuh (zuhur/ashar/magrib/isya) dua (tiga/empat) rakaat dengan adzan menjadi makmum karena Allah ta'ala"

Perlu diperhatikan, bacaan niat ini disesuaikan dengan sholat yang dikerjakan dan berapa jumlah rakaatnya, maka:

- subuh menggunakan rakataini (2 rakaat)

- zuhur, ashar, dan isya menggunakan arba'a rakataini (4 rakaat)

- magrib menggunakan tsalasa rakataini (3 rakaat)

2. Posisi Sholat Berjamaah

Dalam sholat berjamaah seorang muslim diharuskan mengikuti apa yang telah Nabi Muhammad SAW ajarkan, yaitu dengan merapatkan barisan, antara bahu, lutut dan tumit saling bertemu, dilarang saling renggang (berjauhan) antara yang lain.

Berikut adalah keterangan posisi sholat berjemaah, sesuai beberapa dalil hadis-hadis yang shahih:

- Dua orang pria, maka posisi imam sejajar dengan makmum.
- Tiga orang pria atau lebih, maka imam paling depan dan makmum berjajar di belakang imam.
- Satu orang pria dan satu wanita, maka imam paling depan, makmum wanita persis di belakangnya.
- Dua orang pria dan satu wanita atau lebih, maka imam sejajar dengan makmum pria, sedangkan makmum wanita di belakang tengah antara imam dan makmum pria.
- Dua orang wanita, maka posisi imam wanita sejajar dengan makmum.
- Tiga orang wanita atau lebih, maka imam wanita ditengah shaf sejajar dengan makmum wanita.
- Beberapa pria dan wanita, maka imam paling depan, shaf kedua makmum pria dan shaf ketiga makmum wanita.
- Bila ada anak-anak, maka mereka ditempatkan ditengah antara shaf makmum pria dan shaf makmum wanita.

3. Bagi umat muslim laki-laki mengisi shaf paling depan terlebih dahulu, sedangkan bagi wanita mengisi shaf paling belakang terlebih dahulu.

4. Imam mengucapkan "Bismillah was sholatu was salami'ala rasulillah, ama ba'du" sebagai aba-aba supaya makmum segera meluruskan dan merapatkan shaff. Atau bisa juga mengucapkan "istawuu wa'tadiluu" yang artinya "lurus dan rapatkan". Kemudian makmum bisa menjawab "sami'na wa atha'naa" yang artinya "kami dengar dan kami taat".

5. Makmum mengetahui gerakan imam.

Meskipun posisi makmum sudah jauh dari imam maka ia tetap harus memastikan bisa mengetahui gerakan imam. Pastikan agar tidak ketinggalan atau terlambat. Imam juga bisa menggunakan pengeras suara agar makmum mengetahui gerakan sholatnya.

6. Makmum tidak mendahului gerakan imam, jadi tunggu sampai imam menyempurnakan gerakannya, setelah itu makmum mengikutinya.

7. Makmum harus memperhatikan bacaan imam dan ikut membaca al fatihah, namun cukup lirih saja. Jika imam sedang membaca surat di Alquran, maka makmum cukup dengarkan dan diam.

8. Menjawab amin dengan suara lantang.

Ketika imam membaca "ghairil maghdlu bi'alaihim waladl dloolliin" maka jawablah "aamiin" dengan lantang dan bersamaan. Dalam suatu hadits dijelaskan jika malaikat pun mengamini bacaan imam. Dan barang siapa yang membaca bersamaan dengan malaikat, maka dosa yang telah ia perbuat akan diampuni oleh Allah.

9. Makmum masbuk, atau makmum yang terlambat dan ingin menyusul sholat, ia bisa menyusul dengan berjalan pelan, luruskan shaf, kemudian bertakbir dan ikuti gerakan yang lain. Setelah salam, makmum masbuk harus menyempurnakan rakaat sholatnya.

10. Setelah selesai sholat, imam menghadapkan dirinya ke arah makmum.

Keutamaan Sholat Berjamaah

Tidak ada salahnya umat muslim berlomba-lomba dalam sebuah kebaikan. Sebab, apapun yang sedang dikerjakan kelak akan memetik ganjarannya. Seperti halnya saat menunaikan sholat berjamaah, terdapat keutamaan yang akan kita dapatkan apabila mengerjakannya, diantaranya:

- Sholat berjamaah lebih utama daripada sholat sendirian yakni mendapat pahala 27 kali lipat.
- Diangkat kedudukannya dan dihapuskan satu dosa, setiap gerakannya.
- Mendapatkan doa dari para malaikat
- Tidak terpengaruh dari penguasaan setan.
- Pada hari kiamat akan memancarkan cahaya yang sempurna.
- Mendapatkan balasan yang berlipat ganda.
- Membiasakan kehidupan yang teratur dan disiplin.
- Merupakan pantulan kebaikan dan ketaqwaan.