Brilio.net - Sebagai seorang pedagang, terkadang harus melakukan ide-ide kreatif untuk menarik perhatian para pembeli. Baik itu melalui cara promosi, cara penyajian dagangan, hingga outfit unik yang dikenakan saat berdagang.

Seperti kisah salah satu pedagang ketoprak yang belum lama ini viral di media sosial. Pedagang makanan khas Betawi ini mencuri perhatian publik lantaran outfit unik yang dikenakannya saat tengah berjualan.

Dilansir brilio.net dari akun Twitter @recehtapisayang, Selasa (7/9), terdapat unggahan potret dua orang pria sedang duduk di pinggir jalan. Kedua penjual ketoprak ini terlihat menanti datangnya pengunjung. Namun kaus yang dikenakan oleh dua orang pria penjual ketoprak ini membuat warganet salah fokus (salfok).

"Sabar, ketoprak bukan mekdi, diulek dulu, bukan makanan siap saji," kurang lebih begitu tulisan yang tertera di kaus tukang ketoprak tersebut.

Dengan tujuan agar pelanggan terhibur sekaligus bersabar saat pesanan dibuatkan, tentu saja tulisan di kaus ini lantas disorot warganet. Tidak sedikit kemudian warganet yang penasaran akan lokasi tukang ketoprak berkaus unik tersebut. Mereka memberikan berbagai tanggapan melalui kolom komentar.

penjual ketoprak ini pakai kaos bikin salfok warganet © berbagai sumber

foto: Twitter/@recehtapisayang

"Bnerr bgtt, ketoprak deket rumah the best, tapi nunggu ngantri nya kaya nunggu antrian vaksin," balas @coldsnowfl4kes.

"Kejadian sebelum bikin kaos adalah ada orang yg gak sabaran dan tukang ketopaknya emosi macam ni Wajah dengan air mata bahagia," tulis @rotilapis2020.

"keren sih kreatif bgt wkwkw jd tertarikk," komentar @nofrman.

"HAHAHA MOOD BGTTT jd pgn nyobain ketoprak, tp dsni gd yg jual :(," balas akun @alreadytaaken.

penjual ketoprak ini pakai kaos bikin salfok warganet © berbagai sumber

foto: Twitter/@nyawbila

Bahkan salah satu warganet ada yang membalas dengan foto kaus penjual satunya sudah berbeda. Masih sama-sama berwarna hitam, namun kaus salah satu penjual tersebut bertuliskan "ngulek adalah jalan ninjaku".

(brl/tin)

(brl/tin)