Brilio.net - Nama Erisca Febriani tentu sudah tak asing lagi bagi pecinta novel di Indonesia. Wanita berusia 23 tahun ini memang banyak menghasilkan karya tulis yang langganan diadaptasi sebagai film dan series, mulai dari "Dear Nathan", "Serendipity", dan yang terbaru ada "Kisah Untuk Geri". Nah, novel "Kisah Untuk Geri" ini belum lama diadaptasi jadi web series yang dibintangi oleh Syifa Hadju dan Angga Yunanda.

"Kisah Untuk Geri" menceritakan soal dua anak SMA Garuda yang tadinya musuhan namun akhirnya saling menjaga. Geri yang jadi salah satu sosok ditakuti di sekolah, mencoba melindungi Dinda yang kala itu di bully karena ayahnya tersandung kasus korupsi. Namun karena Dinda harus pindah sekolah di Malaysia, keduanya harus sama-sama ikhlas dan saling belajar arti soal kerinduan.

Selesai dengan kisah yang masih 'menggantung', kini Erisca Febriani menjawab rasa penasaran penggemar lewat novel "Kisah Untuk Dinda", sebagai sekuel dari "Kisah Untuk Geri". Novel ini juga meraih kesuksesan sudah dibaca oleh jutaan pengguna. Nah, berikut review novel Kisah Untuk Dinda yang diulas oleh brilio.net pada Rabu (2/6).

1. Perubahan setting waktu dimana Dinda dan Geri sudah dewasa.

review Kisah Untuk Dinda © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@kisahuntukgeri

Di buku pertama, Geri dan Dinda berpisah saat keduanya akan segera lulus SMA. Sehingga di buku keduanya ini, Dinda dan Geri dikisahkan sudah dewasa. Keduanya sama-sama memiliki profesi impian yang ingin diwujudkan. Geri dikisahkan bekerja sebagai produser di perusahaan pengembangan game. Sementara Dinda kini memiliki toko bunga kecil. Ia juga sempat bekerja di salon milik Lucy, kakaknya Geri.

2. Konflik soal perbedaan prinsip.

review Kisah Untuk Dinda © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@kisahuntukgeri

Meski Dinda dan Geri dikisahkan sudah lima tahun menjalin hubungan, namun keduanya ternyata masih terjebak dalam konflik perbedaan prinsip. Dalam penggalan cerita, Dinda berulang kali menunjukkan sikap yang keras kepala. Demikian pula dengan Geri yang nampaknya masih tidak peka. Namun sekalinya Geri ingin memastikan kekasihnya baik-baik saja, Dinda justru menyimpan masalahnya rapat-rapat. Ini juga jadi salah satu pemicu konflik lainnya bagi hubungan Dinda dan Geri.

3. Kembalinya Raini di tengah hubungan Dinda dan Geri.

review Kisah Untuk Dinda © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@kisahuntukgeri

Siap-siap dibikin gemas di buku kedua, karena Raini akan kembali berada di tengah-tengah hubungan Dinda dan Geri. Raini ini dulunya adalah wanita yang ditaksir oleh Geri semasa SMA dan sempat jadian lho. Raini sendiri memang digambarkan sebagai wanita yang cerdas dan cantik. Namun di buku pertama, terungkap bahwa Raini sebenarnya masih sepupu dari pria yang sempat menaruh dendam pada Geri. Karena itulah hubungan Raini dan Geri kandas di tengah jalan.

Nah, di buku kedua, Raini nampaknya hadir dan mencoba memperbaiki hubungannya bersama Geri.

4. Menghadirkan kisah cinta yang romantis.

review Kisah Untuk Dinda © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@kisahuntukgeri

Novel karangan Erisca Febriani ini memang tak pernah gagal membuat pembacanya ikut terbawa suasana. Ada banyak kisah cinta romantis yang disajikan dalam novel 'Kisah untuk Dinda". Kedua karakter utamanya begitu terbuka dan blak-blakan menunjukkan perasaannya dengan pasangan. Ada kalanya mereka selalu ingin berdekatan, ada kalanya malu-malu, dan saling cemburu.

5. Banyak pesan moral.

review Kisah Untuk Dinda © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@kisahuntukgeri

Novel "Kisah untuk Dinda" ini mencoba menjelaskan bahwa tidak semua realita dalam kisah cinta itu sama dengan ekspektasi. Rasa untuk saling menjaga hubungan juga penting bagi tiap pasangan.

Selain soal cinta, novel ini juga menekankan hal-hal relatable tentang cara meraih impian. Tentang bagaimana seseorang yang telah dewasa akhirnya sadar bahwa impian hanya bisa diwujudkan dengan kemauan kuat dan tidak selalu berjalan mudah.

(brl/far)

(brl/far)