Brilio.net - Seorang nenek asal Belanda mengunjungi rumah masa kecilnya di Magelang. Seperti diketahui, saat Jepang masuk ke Indonesia tahun 1942, banyak warga Belanda ditawan dan harus meninggalkan rumah mereka. Kemudian pada tahun 1949, akhirnya mereka pulang ke negara asalnya tak lama setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Hal inilah yang dialami oleh Yvone Sonja ten Hoor-Heintz.

Cuplikan video di mana Yvone mencoba mencari rumah masa kecilnya ini sempat viral di media sosial. Setelah ditelusuri, rupanya video tersebut berasal dari postingan di kanal YouTube Bagus Priyana Magelang sejak 6 April 2020.

nenek Belanda temukan rumah masa kecil di Magelang © 2021 brilio.net

foto: YouTube/@Bagus Priyana Magelang

Kisah Yvone ini pun terekam dalam video tersebut. Yvone ternyata berdarah blasteran. Ayahnya berasal dari Belanda sementara ibunya merupakan Jawa.

Pada tahun 1949, usia Yvone baru 14 tahun. Dia punya dua adik yang masing-masing berusia 11 dan 9 tahun. Namun, pada tahun itu Yvone mengikuti ayahnya kembali ke Belanda, meninggalkan ibu dan kedua adiknya serta kampung halamannya di Magelang. Tahun 1988, Yvone baru bisa menemui adiknya di Magelang.

Kemudian pada tahun 2018, Yvone melacak rumah masa kecilnya yang telah ditinggalkan 76 tahun lamanya. Dengan bantuan Bagus Priyana dari komunitas Kota Toea Magelang, Yvone pun dipertemukan dengan Oma Martha.

Ia terkejut mengetahui Oma Marth masih fasih berbahasa Belanda. Wanita 89 tahun ini bahkan masih mengingat nama-nama tetangganya yang kala itu didominasi keturunan Belanda. Dari petunjuk Oma Martha inilah Yvone akhirnya bisa menemukan rumah masa kecilnya.

nenek Belanda temukan rumah masa kecil di Magelang © 2021 brilio.net

foto: YouTube/@Bagus Priyana Magelang

Tampak dalam video, Yvone harus memasuki gang selebar 1,5 meter untuk sampai di rumah masa kecilnya. Tampak rumah itu bergaya tradisional dengan dinding tembok menghadap ke selatan.

Cat rumahnya didominasi warna putih. Bentuk bangunanya pun tak banyak berubah. Yvone terdiam cukup lama di depan rumah tersebut, sambil mengingat kenangan masa kecilnya.

(brl/pep)

(brl/pep)