Belasan tahun berjualan, Mahfud bertahan di kantin. Kata Mahfud, dirinya membuka lapak kantin bukan hanya semata-mata untuk berjualan dan mencari keuntungan. Melainkan, dirinya senang membuat tempat yang jadi wahana para mahasiswa UIN untuk berdiskusi, membaca buku, sambil menikmati hidangan yang ia jual.

"Mahasiswa UIN itu dari dulu terkenal dengan kultur diskusinya. Zaman dulu, di pinggir jalan di kampus ini banyak banget mahasiswa yang duduk lesehan, baca buku, diskusi, debat. Itu seru sekali," kata Mahfud yang juga alumni UIN dari Fakultas Syariah.

kantin Pak Mahfud UIN Jogja Brilio

foto: brilio.net/Ikhlas Alfaridzi

Kantin inspirasi tempat mahasiswa UIN mendapatkan gagasan

Mahfud berharap, dari kantinnya ini lah akan tercipta sejarah dan kenangan para mahasiswa ketika mereka sedang menuntut ilmu. Ia mengklaim beberapa mahasiswa justru mendapatkan ide bagus ketika sedang nongkrong di kantinnya tersebut.

"Kantin saya ini ibaratnya wadah saja untuk mahasiswa ngobrol, berkeluh kesah. Makanan dan minuman yang mereka makan dari saya mudah-mudahan jadi kenangan dan sejarah mereka pas kuliah disini (UIN). Bahkan saya pernah lihat mas, mahasiswa yang awalnya lesu mungkin karena lagi kesulitan mikirin materi kuliah, tiba-tiba dapat ide pas ngobrol sama temannya disini (kantin)," kata pak Mahfud bersemangat.

Meski begitu, cerita kurang baik juga turut disampaikan oleh Mahfud. Selama belasan tahun kantinnya berjualan, masa pandemi adalah masa yang menurutnya paling berat. Pasalnya kata Mahfud, selain pemasukan yang menurun drastis, keadaan kampus yang kosong akibat kebijakan kuliah online pun membuatnya merasa kesepian.

"Belasan tahun buka warung, pas pandemi itu keadaan kayak berubah banget. Bukan cuma masalah yang jajan sepi. Tapi keadaan kampus kosong nggak ada mahasiswanya, pada kuliah online," katanya.

kantin Pak Mahfud UIN Jogja Brilio

foto: brilio.net/Ikhlas Alfaridzi

Usai pandemi, Mahfud pun kembali aktif membuka kantinnya. Dirinya merasa senang karena keadaan membaik. Meski katanya omset yang didapatkan tidak sebanyak sebelum pandemi, dirinya tetap senang berjualan dan melayani para mahasiswa dengan ramah.

"Nggak apa-apa untungnya nggak sebanyak dulu. Yang penting bisa ketemu banyak mahasiswa lagi. Silahkan berkunjung, makan, dan jajan disini, tapi ingat jangan bohong, hahaha," ucap Mahfud sembari memberikan peringatan untuk mahasiswa yang sering berbohong padanya saat makan di kantin.