Brilio.net - Hari raya merupakan perayaan yang dinanti oleh semua umat beragama. Bagi umat muslim ada dua hari raya yang biasa dirayakan, salah satunya adalah Idul Adha. Pada dasarnya perayaan Idul Adha di berbagai negara intinya adalah sama, yaitu berkorban dengan menyembelih hewan. Namun pasti ada beberapa keunikan tersendiri yang bisa ditemui dari negara-negara tersebut.

Penasaran dengan keunikan yang ada dalam perayaan Idul Adha di bebagai negara? Berikut beberapa yang dirangkum brilio.net, Jumat (1/09) dari berbagai sumber.

1. China

Keunikan dari tradisi Idul Adha dari 12 negara

China memang bukan negara Islam, tapi bukan berarti di sana perayaan Idul Adha tidak semeriah di negara lain. Jika di Indonesia ramai Idul Adha pada saat malam takbiran dan hari H, maka di China keseruannya berlangsung hingga empat hari penuh. Uniknya masyarakat di Ningxia, China yang melaksanakan shalat ied ke masjid hanya laki-laki. Sedangkan para wanita dilarang untuk shalat ied ke masjid.

Loading...

Selepas shalat ied, mereka lalu mengadakan beberapa perayaan, seperti membaca ayat-ayat alquran, menyanyikan kasidah-kasidah dan nasyid keagamaan, di samping saling bertukar makanan, bingkisan, dan hadiah. Selain itu, beberapa pasar "dadakan" juga turut memeriahkan perayaan yang dilangsungkan selama empat hari berturut-turut.

2. Maroko

Keunikan dari tradisi Idul Adha dari 12 negara

Di Maroko, libur Idul Adha berlangsung selama tiga hari. Saat libur tersebut, para masyarakat membanjiri masjid dan menghabiskan waktu untuk beribadah dan mengaji. Setelah itu, umat muslim juga bersiap untuk menyembelih hewan kurban yang nantinya akan didistribusikan ke masyarakat. Semuanya fokus untuk beribadah dalam momen yang penuh berkah ini. Maroko juga punya hidangan khas Idul Adha yang bernama mrouzia dan boulfaf. Makanan ini terbuat dari daging sapi dan domba dibakar atau direbus dengan rempah-rempah sehingga rasanya lezat.

3. Pakistan

Keunikan dari tradisi Idul Adha dari 12 negara

Perayaan Idul Adha di Pakistan tidak ada perbedaan dengan negara lain, tradisi potong kurban juga dilakukan. Hanya yang berbeda ialah perayaannya yang di tandai dengan libur empat hari untuk melaksanakan ibadah dengan khusuk. Pakistan bisa dibilang sebagai salah satu negara Islam yang begitu menjunjung tinggi berbagai hari raya di dalam Islam. Pada hari Idul Adha, umat muslim di Pakistan menutup toko dan pemerintah meliburkan pegawainya selama empat hari agar bisa menjalankan puasa Arafah dan merayakan Idul Adha dengan khidmat. Bisa dibilang bahwa perayaan Idul Adha di Pakistan jauh lebih syahdu dari pada Idul Fitri.

Hal unik yang dilakukan masyarakat Pakistan adalah mereka memandikan hewan kurban mereka sebelum dipotong. Tradisi memandikan hewan kurban yang dilakukan ini untuk menjaga kebersihan kambing dan sapi sebelum dijual. Setelah hewan kurban dimandikan dengan bersih, hewan kurban akan dihias dengan kalung-kalung bunga serta hiasan-hiasan plastik. Hal ini dilakukan sebagai penghargaan terhadap pengorbanan yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim As.

4. Bangladesh

Keunikan dari tradisi Idul Adha dari 12 negara

Perayaan Idul Adha di Bangladesh diadakan selama tiga hari, dengan membaca alquran dan mengaji di masjid. Di Bangladesh, tradisi mudik terjadi menjelang Idul Adha. Semua stasiun dan terminal dipenuhi oleh masyarakat yang ingin segera pulang ke kampung halamannya. Mereka rela berdesak-desakkan, bahkan sampai naik ke atas gerbong kereta. Bagi umat muslim di Bangladesh, Idul Adha membawa banyak sekali kebahagiaan dan berkah maka mereka ingin merayakannya bersama keluarga. Tidak hanya itu, penyembelihan hewan kurban juga tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Dan hewan harus benar-benar sehat dan cukup umur.

5. Mesir

Keunikan dari tradisi Idul Adha dari 12 negara

Di Mesir, perayaan Idul Adha juga berlangsung selama tiga hari untuk perayaan. Tetapi di Mesir jarang melakukan penyembelihan hewan kurban, pembagian daging kurban biasanya dilakukan oleh sebuah LSM setempat. Kalau biasanya kita melakukan sholat ied bersama di masjid, lain halnya dengan Mesir. Rakyat mesir biasanya melakukan ibadah sholat ied di lapangan-lapangan khusus yang disiapkan pemerintah. Bahkan ada larangan untuk sholat ied di masjid. Hal ini berkaitan dengan kapasitas yang tidak mencukupi serta kebersihan pascashalat. Hal unik lain yang kita jumpai, masyarakat Kairo pada umumnya memotong hewan kurbannya di jalan sehingga warna merah darah terlihat di mana-mana. Hal yang lumrah bila kita menemukan jalanan Mesir bersimbah darah pada hari ied. Uniknya lagi ada sebagian masyakat yang menghias hewan kurban mereka sebelum disembelih.

6. Amerika Serikat

Keunikan dari tradisi Idul Adha dari 12 negara

Di Amerika, biasanya penduduk yang merayakan Idul Adha diberikan jatah libur 1-3 hari. Mereka melakukan ibadah di masjid sejak pagi hari, setelah itu mereka sering berbagi makanan dengan mengadakan acara makan bersama. Tidak jauh berbeda dengan Mesir, di Amerika juga jarang melakukan proses penyembelihan hewan kurban. Meski bukan hari libur nasional, umat Islam Amerika biasanya mengambil cuti atau izin guna merayakan Idul Adha.

Serupa dengan negera-negara Islam lain, aktivitas komunitas muslim selama perayaan Idul Adha terpusat di masjid. Yang membedakan, proses penyembelihan hewan kurban terjadi di tempat-tempat pemotongan hewan atau umat Islam lebih banyak memesan daging hewan kurban sebelum mendistribusikannya kepada mereka yang berhak.

7. Arab Saudi

Keunikan dari tradisi Idul Adha dari 12 negara

Di Arab Saudi justru hari raya Idul Adha yang dijadikan momen hari raya terbesar. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga disibukkan dengan pemotongan hewan kurban yang nantinya akan di distribusikan ke negara-negara Islam yang miskin, seperti di kawasan Afrika, Asia Tengah, dan Asia Selatan. Agar distribusi hewan merata dan mencapai sasaran, jutaan daging kurban ini dibekukan dan dikirimkan melalui kapal maupun pesawat. Selain itu hewan yang dikurbankan tentunya berbeda dengan kebanyakan negara lain, yakni unta. Memang masih ada yang berkurban kambing atau sapi, tapi unta yang menjadi hewan kurban terbanyak di sana.

8. Rusia

Keunikan dari tradisi Idul Adha dari 12 negara

Walau dengan mayoritas penduduk komunis, muslim di Rusia tetap menjalankan aktivitas ied seperti pada umumnya. Dimulai dengan sholat ied yang biasanya dilakukan di lapangan atau jalan-jalan. Hal ini berkaitan dengan fasilitas ibadah yang kurang memadai dengan jumlah masjid yang terbilang masih sedikit. Tidak ada yang begitu spesial dengan tradisi Idul Adha di Rusia. Namun keterbatasan tadi telah menciptakan suasana ied yang khusyuk dan sakral bagi umat muslim di sana. Aturan baru yang melarang penyembelihan hewan kurban di ruang publik membuat umat Islam bingung. Pemerintah memang telah menunjuk lokasi pemotongan hewan kurban, namun tentunya tidak mungkin hal itu dilakukan. Sebelum aturan itu diberlakukan kebanyakan umat Islam menyembelih hewan kurban di pekarangan rumah atau masjid yang ada.

9. Turki

Keunikan dari tradisi Idul Adha dari 12 negara

Perayaan Idul Adha di Turki biasanya disebut Baqri-Eid atau "Festival Sapi". Sebenarnya masyarakat Turki tidak hanya melakukan kurban sapi saja, tetapi ada juga domba dan kambing, seperti di perayaan Idul Adha pada umumnya. Yang berbeda, Turki memberlakukan hari libur selama 4 hari saat Idul Adha dan masyarakat di sana tidak hanya membagikan daging kurban ke tetangga sekitar, namun juga membagikan aneka masakan lezat.

10. Singapura

Keunikan dari tradisi Idul Adha dari 12 negara

Singapura juga memiliki cerita lain mengenai perayaan Idul Adha. Selain shalat ied dan pemotongan hewan kurban, di Singapura ada banyak sekali kemeriahan untuk merayakan Idul Adha seperti yang diadakan di kawasan Kampong Glam dan Geylang Serai. Di dua kawasan ini secara rutin diadakan bazaar Idul Adha dengan dekorasi meriah yang tiap tahunnya selalu dipenuhi masyarakat lokal dan wisatawan asing.

11. Indonesia

Keunikan dari tradisi Idul Adha dari 12 negara

Pulau Madura menjadi salah satu pulau yang umatnya religius dalam beragama. Warga Madura banyak tinggal di kota atau pulau lain, dan saat idul adha mereka memprioritaskan untuk pulang ke Madura. Tidak heran jika Jembatan Suramadu dan Pelabuhan Perak jadi ramai luar biasa saat beberapa hari sebelum Idul Adha ini karena mereka tidak ingin melewatkan momen penuh berkah ini tanpa ada di rumah bersama keluarga. Warga Madura rela kena macet berjam-jam bahkan membeli tiket transportasi dengan harga mahal agar bisa pulang ke rumah, shalat ied berjamaah.

Rasanya senang sekali ya, bisa kembali bertemu dengan Idul Adha. Yuk, siapkan keperluan Idul Adha kamu di rumah biar tambah semarak!