Brilio.net - Milenial dikenal dengan generasi yang sangat inovatif, salah satunya dalam bahasa yang kerap dipakai sehari-hari. Biasanya, bahasa tersebut digunakan untuk berkomunikasi dengan teman sebaya. Bahkan, beberapa orang awam nggak paham apa yang dikatakan oleh generasikekinian saat mengobrol atau chating di media sosial.

Bahasa kekinian bisa tercetus dari bahasa non formal yang digunakan beberapa puluh tahun lalu. Istilah baru muncul karena ada momen viral di media sosial. Sehingga kosakata tersebut ramai dipakai generasi muda.

Namun, bukan berarti semua generasi muda bisa mengerti bahasa kekinian ini lho! Hal tersebut tak lain karena perkembangan istilah baru ini yang sangat cepat. Bahkan, kadang ada beberapa kata kekinian yang hanya viral sesaat, kemudian berganti dengan istilah kekinian yang lain.

Nah, kali ini brilio.net kumpulkan beberapa istilah kekinian, biar kamu nggak pusing memahami obrolan teman kamu kalau lagi nongkrong. Beberapa kata tersebut dilansir dari berbagai sumber, Selasa (3/9).

1. SJW.

Loading...

bahasa gaul kece badai © 2019 brilio.net

foto: lovepanky.com

Awalnya, SJW adalah akronim dari Social Justice Warrior yang mempunyai arti positif. Singkatan tersebut mempunyai makna orang yang memperjuangkan sama rata dan sama rasa terhadap hak orang lain. Sebutan tersebut malah telah terdaftar ke Oxford Dictionary.

Namun, akhir-akhir ini kosakata yang berkembang pesat di 2015 itu, dimaknai negatif oleh sebagian orang. Ungkapan SJW dilontarkan untuk orang yang berlaku seenaknya dan mencari pembenaran diri sendiri.

2. PAP.

bahasa gaul kece badai © 2019 brilio.net

foto: Freepik

Akhir-akhir ini sering kali beredar di media sosial. Kaum milenial mengartikan kata PAP berbeda dengan arti aslinya. PAP menurut milenial adalah singkatan dari 'Post a Picture'. Singkatan tersebut digunakan untuk orang yang meminta posisi, lokasi atau aktvitas terkini orang yang dimintai 'PAP' tersebut.

3. Sekut.

bahasa gaul kece badai © 2019 brilio.net

foto: Freepik

Sekut pernah ramai dipakai oleh generasi 90-an untuk mengapresiasi suatu hal. Penggunaan kata sekut sama halnya dengan kata mantap atau jos. Kata tersebut kembali kerap dipakai generasi milenial setelah sering dipakai oleh penyiar Gofar Hilman.

4. Yongkru.

bahasa gaul kece badai © 2019 brilio.net

foto: Freepik

Kata Yongkru memang sering kali dipakai oleh generasi muda untuk pernyataan setuju. Yongkru merupakan pelesetan dari kata 'ya.' Sebelum yongkru, ada kosakata gaul lain yang lebih dahulu terkenal yaitu yoi.

5. Gocek.

bahasa gaul kece badai © 2019 brilio.net

foto: Freepik

Kosakata gaul selanjutnya adalah 'gocek' yang mempunyai makna mendapatkan sesuatu. Gocek juga bisa digunakan sebagai pengganti kata 'gebet' atau mencari kekasih hati.

6. Akamsi.

bahasa gaul kece badai © 2019 brilio.net

foto: Istimewa

Akamsi adalah singkatan dari anak kampung sini. Ungkapan tersebut banyak digunakan untuk pengendara motor yang nggak memakai helm. Akamsi juga bisa digunakan untuk pelanggaran lalu lintas lainnya.

7. Kerad.

bahasa gaul kece badai © 2019 brilio.net

foto: Freepik

Kerad merupakan pelesetan dari kata keras. Hal tersebut dikarenakan banyaknya orang yang menulis kata keras menjadi keras karena typo saat menggunakan HP. Keras di sini diartikan sebagai cadas, sangar atau bengis.

8. Sobat misqueen.

bahasa gaul kece badai © 2019 brilio.net

foto: Freepik

Sobat misqueen berasal dari kata sobat miskin. Sebutan tersebut diberikan kepada pengguna Twitter. Kenapa? Karena pengguna Twitter dinilai silau terhadap postingan Instagram yang penuh kepalsuan.

9. BPJS.

bahasa gaul kece badai © 2019 brilio.net

foto: liputan6

Kita tahu bahwa BPJS adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Namun, singkatan tersebut dipelesetkan menjadi Bugdet Pas-pasan Jiwa Sosialita. Hal tersebut melihat fenomena anak zaman sekarang yang selalu ingin terlihat mewah meski dengan budget minimum.

10. CMIIW.

bahasa gaul kece badai © 2019 brilio.net

foto: Freepik

CMIIW bukan singkatan dari cemiwiw ya~ CMIIW mempunyai kepanjangan kalimat Correct Me IF I am Wrong. Ungkapan ini digunakan untuk meminta tanggapan atau meminta dikoreksi jika ada kesalahan.