Brilio.net - Eksistensi sepeda saat ini semakin melejit. Demam bersepeda kembali meningkat sejak virus corona mewabah di Indonesia. Setelah kurang lebih tiga bulan berada di rumah, rasa bosan mulai muncul secara perlahan. Kegiatan bekerja, bersekolah, dan berolahraga di luar lingkungan membuat masyarakat harus membatasi kegiatan tersebut. Bukan tanpa alasan, kebijakan ini dibuat untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Hal inilah yang membuat beberapa masyarakat memilih berolahraga sepeda. Selain mudah digunakan, dengan bersepeda badan juga akan semakin sehat.

Bersepeda sah-sah saja untuk dilakukan. Bahkan menjadi solusi yang tepat untuk menurunkan rasa bosan. Apalagi kalau kamu bersepeda dengan menikmati alam, tentu akan memberikan kebahagiaan tersendiri. Tapi yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai kamu bersepeda dengan menyalahi protokol kesehatan. Lakukan kegiatan bersepeda dengan aman, sehingga keselamatanmu dan orang sekitar bisa terjamin dengan tepat. Pastikan kamu bersepeda dengan menjaga jarak aman. Bersihkan diri sebelum dan sesudah bersepeda. Hindari bersepeda dengan bergerombol untuk menjauhkan diri dari penularan virus. Karena kita tidak pernah tahu siapa saja yang sedang membawa virus.

Selain memperhatikan kesehatan tubuh, pastikan juga sepedamu dalam keadaan 'sehat'. Ya, jangan sampai nih, kamu menggunakan sepeda dalam kondisi rusak atau tidak siap untuk digunakan. Kesiapan sebuah sepeda bisa terlihat juga dari komponen yang membentuknya. Sepeda dengan komponen berkualitas akan memberikanmu kenyamanan juga dalam berkegiatan. Maka dari itu terutama untuk kamu yang akan membeli sepeda, sebaiknya perhatikan detail kualitas dari sepeda incaranmu. Jangan sampai kamu sekadar membeli sepeda dengan tampilan yang oke tapi kualitasnya diragukan.

Sebelum melihat kualitasnya, kamu perlu melakukan survei untuk jenis sepeda yang akan kamu tuju. Dengan beragam jenisnya, kamu akan mendapatkan banyak pilihan. Mulai dari sepeda kota, sepeda gunung, sepeda lipat, sepeda fixie, sepeda touring, BMX, sampai sepeda tandem, yang memiliki fungsi berbeda-beda. Fungsi ini menyesuaikan dengan desain yang dibentuk dari sepeda tersebut. Misalnya untuk sepeda balap, hampir seluruh spare part-nya menggunakan kombinasi serat karbon dan aluminium. Jadi nggak heran kalau sepeda balap memiliki bobot yang lebih ringan dan harga lebih tinggi.

Setelah menemukan jenisnya, kamu bisa melirik merek apa yang akan kamu tuju. Dari sekian banyak merek sepeda lokal dan luar negeri akan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Maka kamu bisa menyesuaikan fungsi dan kebutuhanmu. Nah, salah satu merek yang sedang hits jadi perbincangan saat ini adalah merk Brompton.

Ya, merk ini jadi sukses menarik perhatian para pecinta sepeda dengan kualitasnya. Selain itu tampilan sepeda Brompton yang elegan juga membuat orang tergoda untuk memiliki, terutama pada model sepeda lipatnya.

Salah satu hal yang membuat sepeda ini terkenal adalah harganya yang selangit. Jangan kaget kalau sepeda Brompton bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Karena sepeda ini ringan dan dibuat dari komponen berkualitas.

Selain itu, banyak pengguna yang memberikan review bahwa sepeda lipat Brompton ringkas, mudah dibawa ke mana saja, dan memiliki lipatan yang presisi. Namun beberapa penambahan biaya seperti ongkos kirim dan pajak juga menjadi faktor lain yang membuat sepeda ini menjadi lebih mahal.

Jenis sepeda lipat Brompton Electric menjadi salah satu primadona produk ini. Berkendara dengan sepeda listrik tentu akan memberikan sensasi yang berbeda untukmu. Selain lebih cepat, kamu juga akan semakin praktis untuk membawanya.

Brompton Electric juga portable, sehingga mudah untuk dibawa dalam kendaraan umum. Sepeda praktis ini juga dibentuk dengan komponen unggul. Sehingga semakin mempermudah para pengguna untuk menikmatinya. Penasaran nggak nih?

Berikut spesifikasi dari sepeda lipat listrik Brompton Electric, seperti dirangkum brilio.net dari brompton.com dan berbagai sumber lainnya pada Jumat (19/6).

foto: Brompton.com



a. Roda: 16″ (349mm)
b. Gears: 2 speed dan 6 speed.
c. Material frame: steel
d. Gear ratio: standard
e. Dimensi terlipat: 585mm x 565mm x 270mm (23″ x 22.2″ x 10.6″).
f. Warna: gloss black, gloss white, bolt lacquer
g. Speeds: 2-speed,  6-speed
h. Seat Post:
- Standard (for an inside leg up to 33”/84cm)
- Extended (for an inside leg of 33 – 35”/84 – 89cm)
- Telescopic (for an inside leg of over 35”/90cm)
i. Saddle :
- Brompton Standard
- Brompton Wide
j. Berat:
- 2-speed: 13.7kg (30.2 lbs) – 16.6kg (36.6 lbs) total with battery
- 6-speed: 14.4kg (31.7 lbs) – 17.3kg (38.1 lbs) total with battery
k. Ban: Schwalbe Marathon Racer
l. Lights: 20 Lux Busch & Müller LYT
m. Max. load: 107kg (including luggage)
n. Brakes: dual pivot brakes
o. Battery bag 1.5 L bag included
p. Handlebar type:
- M type (1015mm)
- H type (1075mm)
q. Rear frame: L type (mudguard)

Charger
a. Standard charger (included): 2A charger (80% charge in 3-3.5 hours, 100% in 4-5 hours)
b. Fast charger (optional accessory): 4A charger (80% charge in 1.5-2 hours, 100% in 2.5-3 hours) – additional £115

Baterai
a. Voltage: 36V
b. Capacity: 8.55Ah
c. Energy density: 300Wh
d. Range: 25-50 miles / 40-80km
e. USB port to charge portable devices: 5V 1.5A
f. Integrated HMI: LED display
g. Weight: 2.2kg

Assistance
a. Assistance modes: 4 (0-1-2-3)
b. Sensors: Contactless bottom bracket torque and cadence sensor

Motor
a. Type: brushless DC front motor
b. Nominal output power: 250W
c. Cut off speed: 15.5 mph / 25 kmh
d. Freewheel: very low resistance when riding without assistance

Loading...
2 dari 2 halaman


Harga sepeda lipat Brompton Electric.

foto: Brompton.com



Dengan rangkaian kualitas dari sepeda lipat Brompton Electric tentu kamu memahami dari mana sumber kualitas sepeda ini. Kualitas itu juga yang membuat sepeda ini dibanderol harga yang lebih tinggi dari sepeda lainnya.

Jika beberapa sepeda lipat lain bisa didapatkan dengan harga di bawah Rp 10 juta, berbeda dengan sepeda lipat Brompton Electric ini. Dilansir dari beberapa e-commerce, jenis sepeda lipat listrik Brompton Electric di Indonesia harganya bisa mencapai kisaran Rp 50-55 juta.