Brilio.net - Puasa, dalam bahasa Arab 'shaum', merupakan salah satu ibadah yang dijalankan umat muslim di seluruh dunia. Puasa sendiri merupakan ibadah menahan diri dari makan dan minum, mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Puasa biasanya dilakukan pada saat bulan Ramadhan, yakni satu bulan penuh.

Nah selain puasa Ramadhan, ada pula puasa lainnya yang kerap dijalankan umat muslim. Meski hukumnya tidak wajib seperti puasa Ramadhan, namun puasa sunah ini merupakan pelengkap ibadah.

Keutamaan puasa sunah

Ada banyak keutamaan puasa sunah, mulai dari melatih diri dari mengendalikan hawa nafsu, melatih hidup sederhana, menjaga kesehatan tubuh, membiasakan diri untuk taat baribadah dan lainnya. Rasulullah selalu mengajarkan yang terbaik untuk umatnya, tentunya jika dilaksanakan akan mendapatkan manfaatnya.

"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan hingga 700 kebaikan yang setimpal. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), "Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya, karena seseorang itu telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sesungguhnya aroma mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada harum minyak kasturi."

Lewat amalan sunah seseorang akan selalu ditemani Allah dalam berbagai hal saat menjalani kehidupan. Tentunya kita semua ingin dekat dengan yang maha pencipta, maka puasa sunah bisa menjadi jalannya. Seperti yang disebutkan dalam hadits qudsi:

"Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatan yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangan yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kaki yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya." (HR Bukhari).

Para ulama juga telah mengumpulkan beberapa puasa yang dianjurkan Rasulullah, yakni:

1. Puasa enam hari di bulan Syawal.

Anjuran berpuasa selama 6 hari di bulan Syawal ini telah tertulis jelas dalam hadits yang diriwayatkan Abu Ayyub al-Anshari: "Siapa saja berpuasa bulan Ramadhan, kemudian diikutinya dengan enam hari puasa di bulan Syawal, maka seolah-olah dia berpuasa sepanjang masa." (HR Muslim).

2. Puasa hari Arafah untuk selain yang berhaji dan puasa Asyura

Puasa ini dilaksakan pada 9 Dzulhijjah dan 10 Muharram. Puasa ini dianjurkan berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah.

Abu Qatadah berkata bahwa Nabi Saw, pernah bersabda: "Puasa pada hari Arafah merupakan kafarat (penebus dosa dan penutup kekurangan) untuk dua tahun; satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya. Sedangkan puasa 'Asyura merupakan kafarat satu tahun sebelumnya." (HR al-Jama'ah kecuali Bukhari).

3. Puasa puasa Senin-Kamis.

Puasa Senin-Kamis tentunya sudah cukup familiar bagi kamu dan mungkin kamu juga rutin melaksakannya. Puasa ini dianjurkan berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah kerap berpuasa di hari Senin dan Kamis.

"Semua amalan manusia dilaporkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka aku ingin agar amalanku dilaporkan ketika aku sedang berpuasa." (HR Abu Ahmad dan Abu Daud).

4. Puasa di bulan Syaban.

Puasa di bulan Syaban juga menjadi yang dianjurkan. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Aisyah.

"Tidak pernah aku menyaksikan Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Dan tidak pernah aku saksikan beliau banyak berpuasa di hari-hari tertentu, seperti pada bulan Syaban." (HR Bukhari dan Muslim).