Brilio.net - Setiap hari kaum muslimin diwajibkan melaksanakan sholat lima waktu. Dimulai dari subuh, dhuhur, ashar, maghrib, dan isya pada malam hari. Keringanan untuk tidak mengerjakan diberikan bagi wanita nifas atau datang bulan.

Terkait kewajiban sholat, Allah SWT telah berfirman dalam Alquran yang artinya:

"Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."(QS Ali Imran: 103).

Menunaikan sholat adalah wujud dari ketaatan dan kecintaan seorang hamba kepada Tuhannya yaitu Allah SWT. Sholat adalah tiang agama, terdapat dalam rukun Islam kedua setelah kalimat syahadat.

Di hari kiamat kelak, sholat merupakan amalan pertama yang akan dihisab. Hal ini telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang artinya:

"Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya amal yang seorang hamba yang pertama kali dihisab di hari kiamat adalah sholatnya. Jika sholatnya bagus, maka ia menang dan sukses. Dan jika sholatnya rusak, maka ia menyesal dan rugi. Maka jika ada yang kurang dari sholat fardunya, Tuhan Azza Wa jalla berfirman, "Lihatlah kalian, apakah hambaKu mempunyai (amal) sholat sunah, maka itulah yang dapat menyempurnakan kekurangan fardhunya, kemudian semua amalnya (juga) seperti itu." (HR At-Timidzi).

Tata cara sholat sesuai tuntunan Rasulullah

1. Niat sholat.
2. Takbiratul ihram.
3. Sendekap sambil membaca doa iftitah.
4. Membaca alfatihah dan surat.
5. Rukuk.
6. Iktidal.
7. Sujud.
8. Duduk di antara dua sujud.
9. Bangkit dari sujud.
10. Duduk tasyahud awal.
11. Tasyahud akhir.
12. Salam.

Berbicara mengenai sholat, dalam gerakannya terdapat amalan berupa membaca doa iftitah. Doa ini dilafalkan usai takbiratul ihram dan sebelum membaca Surat Al Fatihah.

Hukum doa iftitah

Doa ini bersifat sunah dan sebagai amalan untuk dikerjakan. Jika ditinggalkan, tidak berpengaruh pada sah tidaknya sholat.

Iftitah berasal dari kata 'fataha' berarti 'pembuka'. Dalam kajian fikih, doa ini sering disebut dengan tawajjuh, diambil dari kata 'Inni wajjahtu wajhiya' di awal doa.

Imam An Nawawi menjelaskan, doa iftitah disunahkan dibaca oleh imam, makmum, munfarid (sholat sendiri). Juga untuk semua sholat baik yang wajib maupun sunah. Kecuali pada sholat jenazah, sholat Ied.

Doa iftitah sesuai sunah freepik

foto: freepik.com

Mazhab Hambali berpandangan sholat sunah jika lebih dari sekali salam seperti sholat tarawih, dhuha, sunah rawatib, maka membaca doa iftitah dilakukan setiap dua rakaat, tepatnya ketika memulai sholat.

Sementara ulama lain berpandangan doa iftitah dibaca cukup ketika mengawali rangkaian sholat.

Jika imam tidak membaca doa iftitah, makmum dianjurkan tetap membaca doa tersebut. Hal ini merujuk pada pandangan ulama Mazhab Syafi'i yang menyatakan disunahkan bagi makmum untuk membaca doa iftitah walau imam sudah mengeraskan bacaan suratnya dan makmum mendengarnya.

Macam-macam doa iftitah.

Ada beberapa macam doa istiftah pernah dibaca Rasulullah dan sahabat. Namun ada dua doa iftitah yang kerap dibaca umat muslim. Yakni doa ifitah bait baini dan doa ifititah kabiiraw.

Berdasarkan dari kitab-kitab hadits, berikut macam-macam doa iftitah.

1. Doa iftitah pertama.
"Alloohumma baa'id bainii wa baina khothooyaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghrib. Alloohumma naqqinii minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danas. Alloohummaghsil khothooyaaya bil maa-i wats tsalji wal barod"

Artinya: "Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana engkaujauh kan antara timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun."

2. Doa iftitah kedua.
"Allaahu akbaru kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran, wa subhaanallaahi bukrataw wa'ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina"

Artinya: "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri."

3. Doa iftitah ketiga.
"Allahumma robba jibroo-iila wa mii-ka-iila wa isroofiila, faathiros samaawati wal ardhi 'aliimal ghoibi wasy syahaadah anta tahkumu bayna ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun, ihdinii limakhtulifa fiihi minal haqqi bi-idznik, innaka tahdi man tasyaa-u ilaa shirootim mustaqiim"

Artinya: "Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum untuk memutuskan apa yang mereka pertentangkan. Tunjukkan lah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dari-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki."

4. Doa iftitah keempat.
"Subhaanakallahumma wa bi hamdika wa tabaarokasmuka wa ta'aalaajadduka wa laa ilaha ghoiruk"

Artinya: "Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau."

5. Doa iftitah kelima.
"Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiin. inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiina. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin."

Artinya: "Aku menghadap kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, dengan memegang agama yang lurus (muslim) dan diriku tidak tergolong orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku dan hidupku serta matiku adalah untuk Allah. Tuhan seru sekalian alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan karena itu, diriku diperintah dan diriku termasuk orang-orang muslim."

Keutamaan doa iftitah.

1. Mendapatkan pahala dari amalan sunah.
"Barangsiapa yang menghidupkan satu sunah dari sunah–sunah-Ku, dan diamalkan oleh manusia. Maka ia akan memperolehkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun." (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Majah, No. 209)

2. Diangkat doanya oleh malaikat.
"Aku melihat 12 Malaikat bersegera menuju kepadanya (laki–laki Muslim), mereka saling berlomba untuk mengangkat doa itu kepada Allah Subhanahu wa ta'ala." (Hadits Riwayat Muslim, No. 1385)

3. Dibukakan pintu langit.
Hadits shahih dari Ibnu Umar, "Ketika kami mengerjakan sholat bersama Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, ada laki–laki muslim yang membaca doa iftitah saat sholat. Lalu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Aku heran, dibukakan baginya pintu–pintu langit."