Brilio.net - Kabar kurang mengenakkan yang sempat menimpa Sudrajat, pedagang es kue asal Bojonggede, akhirnya berbuah manis. Setelah sempat dituduh menjual es berbahan spons di kawasan Kemayoran hingga viral di media sosial, hasil uji lab resmi menyatakan bahwa dagangannya aman dikonsumsi dan bebas zat berbahaya.
Kesalahpahaman ini memicu gelombang empati dari berbagai pihak, mulai dari kepolisian hingga pemerintah daerah. Langkah nyata diambil untuk memulihkan nama baik sekaligus mendukung perekonomian keluarga Sudrajat agar bisa kembali berjualan dengan tenang tanpa bayang-bayang stigma negatif.
Daftar Bantuan untuk Sudrajat dan Keluarga
Pemerintah Kabupaten Bogor dan jajaran Polres Metro Depok bergerak cepat memberikan pendampingan. Berikut adalah rincian bantuan yang diterima oleh keluarga Sudrajat dirangkum brilio.net dari berbagai sumber.
1. Unit Sepeda Motor untuk Dagang
foto: Instagram/@divisihumaspolri
Bantuan ini diberikan langsung oleh Kapolres Metro Depok, Kombes Pol. Abdul Waras, sebagai penunjang aktivitas harian. Mengingat Sudrajat sudah 30 tahun berjualan es dengan rute perjalanan dari Depok ke Jakarta, motor ini diharapkan mempermudah mobilitasnya dalam mencari nafkah. Fasilitas ini menjadi simbol dukungan moral agar semangat berdagang tetap terjaga.
“Jangan Bersedih Pak Sudrajat, Tetap Semangat Berdagang. Kami Polri Ada Bersama Bapak 🤍
Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Abdul Waras, S.I.K., bersama Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Safiih, menyambangi kediaman Bapak Sudrajat di Desa Rawa Panjang. Kunjungan ini sebagai bentuk empati dan permohonan maaf atas hal yang kurang berkenan.
Sebagai wujud kepedulian, Polri memberikan bantuan sepeda motor untuk menunjang aktivitas berdagang. Semoga menjadi penyemangat untuk terus berjuang menghidupi keluarga,” tulis akun Instagram @divisihumaspolri.
foto: Instagram/@divisihumaspolri
2. Renovasi Rumah (Program Rutilahu)
foto: Instagram/@kecamatanbojonggede
Kediaman Sudrajat di Desa Rawa Panjang mendapatkan perhatian khusus melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Renovasi ini menggunakan anggaran tahun 2025 sebagai bentuk atensi dari Bupati dan Wakil Bupati Bogor. Tujuannya adalah memberikan hunian yang lebih layak dan nyaman bagi anggota keluarga.
“… Dan alhamdulillah juga, terima kasih Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati sudah merenovasi rumahnya dengan rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) yang tahun anggaran tahun 2025,” ujar Elvinila Hartani, selaku Sekcam Kecamatan Bojonggede, dikutip dari Instagram @kecamatanbojonggede, Rabu (28/1).
3. Jaminan Kesehatan (BPJS PBI)
Pihak Kecamatan Bojonggede bersama Dinas Sosial melakukan asesmen langsung terkait kebutuhan dasar kesehatan keluarga. Hasilnya, Sudrajat akan didaftarkan ke dalam program BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). Dengan begitu, akses layanan kesehatan kini bisa didapatkan secara gratis tanpa membebani keuangan keluarga.
“… Dan kami datang ke sini untuk asesmen. Untuk asesmen keluarganya Pak Sudrajat. Alhamdulillah kami sudah mempunyai data bahwa beliau itu belum ada BPJS PBI-nya, kami akan masukkan PBI-nya,” lanjut Elvinila Hartani.
4. Akses Pendidikan Anak
Pemerintah setempat menemukan fakta bahwa tiga anak Sudrajat sempat tidak bersekolah. Melalui instruksi pimpinan daerah, anak-anak tersebut akan segera diusahakan masuk sekolah kembali. Komitmen ini diambil agar mereka bisa mengenyam pendidikan hingga tuntas demi masa depan yang lebih baik.
“…Dan anak-anaknya ada tiga orang anak tidak sekolah, kami usahakan untuk masuk sekolah. Dan mereka harus mengenyam pendidikan sampai tuntas,” kata Elvinila Hartani.
Recommended By Editor
- Rahasia notasi Ragadupa yang lahir dari jalanan sepi kota Padang
- Modifikasi truk demi akses pendidikan, aksi kreatif sopir ini tuai pujian
- Aksi sigap penghuni kos di Kolaka timur selamatkan tetangga yang terkapar sakit asam lambung
- Menyamar jadi Doraemon dan Spiderman, polisi beraksi ringkus 'Raja Curanmor' 55 TKP
- Bukan sekadar band kafe, Covenant bawa cerita dari Manado ke panggung mimpi nasional
- 30 Kata-kata bijak pengingat diri untuk berhenti oversharing dan mulai hargai privasi
- Kisah di balik aksi nekat cewek jadi pramugari gadungan rute Palembang-Jakarta



































