Brilio.net - Setiap manusia yang hidup pasti akan merasakan panas dan dingin pada sebuah benda karena adanya suhu. Suhu dingin dikatakan lebih rendah dibanding suhu panas. Begitu juga sebaliknya, jika suhu tersebut panas, artinya memiliki suhu yang lebih tinggi.

Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa suhu merupakan besaran untuk menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda. Meski dapat dinyatakan secara kualitatif, namun suhu juga dapat dikatakan dengan kuantitatif atau dengan satuan derajat tertentu.

Keadaan suhu sebuah benda dapat dikatakan berubah apabila pada bendanya juga mengalami perubahan, seperti halnya perubahan kimia, wujud, volume, dan warna. Energi kinetik partikel-partikel pada suatu benda menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi suhu.

Untuk mengetahui penjelasannya berikut arti, faktor yang memengaruhi, dan alat ukur suhu. Dihimpun brilio.net dari berbagai sumber pada Kamis (28/7).

Arti suhu.

Arti suhu adalah © 2022 berbagai sumber foto: freepik.com

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), suhu diartikan sebagai ukuran kuantitatif dari temperatur panas atau dingin, dan diukur menggunakan termometer. Suhu menjadi besaran yang akan menyatakan ukuran derajat dingin atau panas pada suatu benda. Selain itu, suhu juga bisa dinyatakan secara kualitatif.

Dalam buku Penyehatan Udara yang ditulis Tri Cahyono (2007), suhu adalah keadaan panas atau dinginnya suatu udara. Daerah tropis memiliki suhu udara yang tertinggi di muka bumi dan semakin ke kutub, suhu udaranya akan semakin rendah.

Selain itu, dalam Encyclopedia Britannica, disebutkan bahwa suhu adalah ukuran panas atau dingin yang dinyatakan dengan skala sembarang. Yang mana di skala tersebut menunjukkan bahwa suhu panas memiliki energi yang lebih tinggi akan mengalir ke suhu lebih rendah atau dingin. Maka dari itu, suhu dapat dinyatakan pula menjadi ukuran kualitatif suatu benda.

Jika dilihat berdasarkan daerahnya, dataran rendah cenderung memiliki suhu yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan dataran tinggi. Semakin tinggi permukaan tanah, maka suhu juga akan semakin rendah. Seperti halnya suhu dingin yang akan dirasakan menusuk tulang jika sedang berada di gunung atau bukit.

(brl/ola)