- Apakah air teh basi bisa dijadikan pupuk cair?
- Cara membuat pupuk cair dari air teh basi
- Apa fungsi tiap bahan dalam fermentasi?
- Cara menggunakan pupuk cair dari air teh basi
- Tanaman apa yang bisa diberi pupuk cair air teh?
- Kesalahan yang perlu dihindari saat membuat pupuk cair
- Bagan alur membuat pupuk cair dari air teh basi
- Kenapa pupuk cair air teh bisa berbau menyengat?
- FAQ
Brilio.net - Air teh yang sudah lama dan tidak lagi diminum biasanya langsung dibuang. Padahal, sisa teh tanpa campuran gula, susu, atau krimer masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan tambahan untuk perawatan tanaman di rumah.
Air teh memang tidak bisa menggantikan pupuk utama karena kandungan nutrisinya terbatas. Namun, dengan tambahan gula merah atau molase dan EM4 pertanian, sisa teh bisa difermentasi menjadi pupuk cair yang penggunaannya perlu diencerkan terlebih dahulu. Dilansir dari Liputan6.com, Senin (31/8/2026), berikut cara mengolahnya beserta takaran penggunaan dan tanaman yang bisa diberi pupuk tambahan ini.
Apakah air teh basi bisa dijadikan pupuk cair?
Air teh mengandung sejumlah senyawa organik dan mineral dalam jumlah kecil yang berasal dari daun teh. Karena itu, sisa teh bisa dimanfaatkan sebagai salah satu bahan tambahan dalam perawatan tanaman.
Namun, air teh bukan pupuk lengkap yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi tanaman. Penggunaannya lebih tepat sebagai pupuk cair tambahan, sementara kebutuhan nutrisi utama tetap perlu dipenuhi dari sumber lain.
Hal yang penting, gunakan air teh yang tidak mengandung gula, susu, krimer, atau pemanis lain. Bahan tambahan tersebut dapat mempercepat pembusukan dan membuat cairan lebih mudah menimbulkan bau atau mengundang serangga.
Bahan yang perlu disiapkan
- 1 liter air teh basi tanpa gula
- 1 sendok makan gula merah atau molase
- 1 sendok makan EM4 untuk pertanian
- Wadah atau botol plastik bertutup
Gunakan air teh yang sudah dingin dan tidak lagi mengandung bahan tambahan. Jika masih ada ampas teh, saring terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap fermentasi.
Cara membuat pupuk cair dari air teh basi
1. Saring air teh jika masih terdapat ampas.
2. Pastikan air teh tidak mengandung gula, susu, krimer, atau pemanis lainnya.
3. Tuangkan sekitar 1 liter air teh ke dalam wadah yang bersih.
4. Jangan mengisi wadah sampai penuh karena fermentasi dapat menghasilkan gas.
5. Larutkan 1 sendok makan gula merah dengan sedikit air, kemudian masukkan ke dalam wadah.
6. Tambahkan 1 sendok makan EM4 untuk pertanian.
7. Aduk atau kocok perlahan sampai seluruh bahan tercampur.
8. Tutup wadah, tetapi jangan terlalu rapat jika wadah yang digunakan tidak dirancang khusus untuk fermentasi.
9. Simpan di tempat teduh dan jauh dari sinar matahari langsung selama sekitar 5–7 hari.
10. Jika menggunakan botol yang tertutup rapat, buka tutup sebentar setiap hari untuk mengeluarkan gas. Lakukan perlahan karena tekanan di dalam wadah dapat membuat cairan menyembur.
11. Setelah fermentasi selesai, saring cairan jika terdapat endapan.
12. Encerkan pupuk cair dengan air sebelum digunakan pada tanaman.
Apa fungsi tiap bahan dalam fermentasi?
| Bahan | Peran dalam Proses |
|---|---|
| Air teh basi | Bahan utama yang berasal dari sisa seduhan daun teh. |
| Gula merah atau molase | Menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme selama fermentasi. |
| EM4 pertanian | Membantu proses fermentasi bahan organik. |
| Air | Digunakan kembali untuk mengencerkan pupuk sebelum diaplikasikan. |
Jumlah bahan sebaiknya tidak ditambah sembarangan. Menambahkan EM4 lebih banyak tidak otomatis membuat hasil fermentasi menjadi lebih baik.
Cara menggunakan pupuk cair dari air teh basi
Pupuk cair hasil fermentasi sebaiknya tidak langsung diberikan dalam kondisi pekat. Larutan perlu diencerkan terlebih dahulu agar tidak terlalu kuat bagi akar tanaman.
Untuk penggunaan awal, salah satu takaran yang bisa dicoba adalah 10 ml pupuk cair untuk 1 liter air. Larutan tersebut kemudian digunakan untuk menyiram media tanam secukupnya dan tidak sampai membuat tanah tergenang.
Pada pemakaian pertama, berikan dalam jumlah sedikit dan perhatikan kondisi tanaman. Jika muncul tanda seperti daun menguning atau layu, hentikan penggunaan dan evaluasi kembali konsentrasinya.
Tanaman apa yang bisa diberi pupuk cair air teh?
Larutan yang sudah diencerkan dapat digunakan sebagai pupuk tambahan untuk berbagai tanaman yang ditanam di rumah. Contohnya mencakup tanaman hias, sayuran, hingga tanaman yang tumbuh di dalam pot.
Beberapa tanaman yang bisa diberi antara lain:
- Cabai
- Tomat
- Terong
- Kangkung
- Tanaman bunga
- Tanaman hias daun
Namun, kebutuhan nutrisi setiap tanaman tidak sama. Karena itu, pupuk cair dari air teh sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber nutrisi.
Kesalahan yang perlu dihindari saat membuat pupuk cair
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya proses pemanfaatan air teh tidak justru menimbulkan masalah.
- Jangan menggunakan teh manis. Sisa gula dapat menarik semut dan serangga.
- Jangan menambahkan EM4 terlalu banyak. Takaran yang lebih tinggi tidak berarti fermentasi otomatis menjadi lebih baik.
- Jangan menggunakan pupuk dalam kondisi pekat. Encerkan terlebih dahulu sebelum diberikan ke media tanam.
- Jangan menutup wadah terlalu rapat. Fermentasi dapat menghasilkan gas sehingga tekanan di dalam wadah bisa meningkat.
- Jangan menaruh wadah di bawah sinar matahari langsung. Simpan selama proses fermentasi di tempat yang teduh.
- Jangan gunakan cairan yang berbau busuk menyengat. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda proses penguraian tidak berlangsung dengan baik.
Bagan alur membuat pupuk cair dari air teh basi
Kenapa pupuk cair air teh bisa berbau menyengat?
Bau tidak sedap dapat muncul selama proses penguraian, terutama jika bahan yang digunakan tidak sesuai. Penggunaan teh yang masih mengandung gula atau susu juga dapat meningkatkan risiko munculnya bau dan menarik serangga.
Karena itu, gunakan air teh tanpa bahan tambahan dan pastikan wadah yang dipakai dalam kondisi bersih. Jika hasil fermentasi mengeluarkan bau busuk menyengat, sebaiknya jangan langsung menggunakannya pada tanaman.
FAQ
Apakah air teh basi sama dengan pupuk cair?
Tidak. Air teh hanya menjadi salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk cair tambahan melalui proses fermentasi.
Apakah ampas teh juga bisa dimanfaatkan untuk tanaman?
Ampas teh merupakan bahan organik yang berbeda dari air teh hasil seduhan. Cara pemanfaatannya juga tidak sama, sehingga sebaiknya tidak langsung dicampurkan ke pupuk cair dalam artikel ini.
Apakah pupuk cair air teh cocok untuk semua tanaman?
Belum tentu. Setiap tanaman memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, sehingga larutan ini lebih tepat diposisikan sebagai pupuk tambahan dan respons tanaman tetap perlu diamati.
Apakah wadah fermentasi harus menggunakan botol plastik?
Tidak harus selalu botol plastik. Yang penting, wadah yang digunakan bersih dan memungkinkan proses fermentasi dilakukan dengan aman karena proses tersebut dapat menghasilkan gas.
Mengapa pupuk cair perlu diencerkan sebelum diberikan?
Pengenceran membantu mengurangi konsentrasi larutan sebelum bersentuhan dengan media tanam dan akar. Untuk pemakaian awal, sumber yang dirujuk menggunakan patokan 10 ml pupuk cair untuk 1 liter air.
Recommended By Editor
- Bukan cuma rajin disiram, ini cara membuat tanaman cabai cepat bercabang dan tidak gampang gugur bunga
- Pangkal wortel yang biasanya dibuang ternyata bisa tumbuh, begini cara menanamnya
- Jangan langsung dibuang, ini cara memakai ampas teh untuk tanaman di rumah
- Cara menanam selada romaine di rumah agar tumbuh sehat, ini langkahnya
- Jangan asal tanam, ini cara mengecek benih dan bibit cabai sebelum dibeli

