Brilio.net - Saat ini menanam sayuran menjadi tren baru di kalangan masyarakat. Menanam sayuran sendiri di rumah dianggap lebih aman dan lebih terjamin kualitasnya karena kita sendiri dapat memantau perkembangannya. Salah satu tanaman bumbu yang mudah ditanam sendiri adalah cabai.

Cabai merupakan salah satu bumbu yang wajib ada di dapur.

Selain sebagai pelengkap rasa, cabai juga terkenal akan kandungan nutrisinya yang tinggi. Kandungan nutrisi dalam cabai di antaranya adalah vitamin A, B, C, E, potassium, fosfor, kalsium, folat, antioksidan, dan protein.

Bahkan kandungan vitamin C dalam cabai jauh lebih tinggi dibanding kandungan vitamin C pasa buah jeruk.

Tanaman cabai mudah ditanam di rumah. Kamu juga bisa mencoba menanam cabai di halaman rumah, langsung di tanah atau di dalam pot. Dibutuhkan sekitar 2,5-3 bulan untuk cabai siap panen dari pertama kali tanam.

Loading...

Tanaman cabai pun dapat memiliki umur sampai 24 bulan. Frekuensi pada masa panen dari cabai berlangsung sebanyak 15-18 kali. Cabai membutuhkan panas untuk berkecambah dan tumbuh. Dibutuhkan sekitar tiga bulan dari menabur hingga berbunga.

Untuk kamu yang ingin mencoba menanam cabai sendiri dan ingin merasakan memanen cabai hasil tanam sendiri, berikut 7 cara menanam cabai di rumah yang dikutip brilio.net dari berbagai sumber pada Kamis (19/11).

1. Siapkan bibit cabai.

Cara menanam cabai  © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Yang pertama siapkan bibit cabai untuk ditanam. Bibit cabai ini diambil dari biji cabai yang mengering.

Kupas cabai yang masih segar, keluarkan bijinya dan jemur di bawah sinar matahari sampai kering. Atau jika kamu tak mau repot, kamu bisa membeli bibit cabai di toko tanaman.

2. Menyemai biji cabai.

Cara menanam cabai  © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Setelah biji cabai kering, kamu bisa mulai menyemainya di polybag ukuran kecil. Masukkan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organik dengan perbandingan 3:1, ke dalam polybag.

Rendam bibit dalam air hangat selama 3 jam. Lalu letakkan benih pada polybag. Tutupi benih dengan tanah kira-kira 1 cm saja kedalamannya. Jangan taruh di bawah sinar matahari langsung.

3. Pemindahan benih.

Cara menanam cabai  © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Setelah benih berusia 4 minggu, pindahkan ke lahan yang telah disiapkan untuk menanam cabai. Sebelumnya, gemburkan tanah yang akan akan ditanami cabai. Lepaskan benih capai dari polybag dengan hati-hati agar tidak rusak.

4. Lakukan pemupukan.

Cara menanam cabai  © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Setelah digemburkan, beri pupuk kompos dan campur dengan tanah sebelum penanaman cabai. Selama masa penanaman, tidak hanya air yang harus rutin diberikan, namun juga diiringi dengan pemberian pupuk supaya tanah subur dan nutrisi tanaman cabai terpenuhi. Jika cara menanam cabai dilakukan dengan baik dan benar, maka akan menghasilkan cabai yang segar dan berkualitas.

5. Lakukan penyiraman.

Cara menanam cabai  © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Waktu yang tepat saat menyiram biasanya adalah pagi dan sore hari. Menyiram saat siang hari sangat tidak disarankan karena sinar matahari terlalu kuat dan menyebabkan air menguap sebelum terkena akar.

Jangan menyiram dengan terlalu banyak air karena dapat membuat akar tanaman menjadi busuk.

6. Jauhkan dari hama dan gulma.

Cara menanam cabai  © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Pastikan di sekitar tumbuhnya tanaman cabai tak ada hama atau gulma yang tumbuh. Gulma dapat merebut nutrisi dari tanaman utama yaitu tanaman cabai.

Jika ada gulma yang tumbuh, maka segeralah mencabut gulma sampai ke akarnya supaya tak lagi tumbuh dan mengganggu nutrisi tanaman cabai.

7. Siap panen.

Cara menanam cabai  © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

Setelah tanaman cabai berusia kurang lebih 3 bulan dan buahnya mulai memerah, tandanya tanaman cabai sudah siap dipanen. Petik saja pangkal batang cabai atau bisa gunakan gunting supaya batang utama tidak rusak.