Brilio.net - Bagi pria muslim, sholat Jumat wajib hukumnya untuk dijalankan setiap hari Jumat. Selain menunaikan sholat Jumat, para jemaah juga akan mendengarkan khutbah Jumat yang memberikan informasi atau pengetahuan terkait agama Islam.

Fungsi dari khutbah adalah menambah pemahaman agama dan memperkuat iman di kalangan umat muslim. Jalannya khutbah ini kurang bisa berjalan lancar tanpa adanya teks khutbah Jumat. Teks tersebut bisa memudahkan seseorang untuk menyampaikan isi khutbah pada para jemaah.

Informasi yang disampaikan dalam teks khutbah harus memiliki pondasi atau rujukan yang jelas. Biasanya, para pengkhutbah akan mengkutip ayat Al-Quran dan hadits. Selain itu, dalam khutbah juga ada yang memberikan contoh kasus atau kisah supaya para jemaah bisa memahami informasi dengan lebih baik.

Nah, berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Kamis (20/1), inilah contoh teks khutbah Jumat berbagai tema dan dilengkapi dengan doa-doanya.

1. Empat Hal yang Harus Ada pada Diri Manusia

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Jamaah Sholat Jum’at rahimakumullah

Bersyukur kita kepada Allah, atas anugerah dan nikmatnya yang Allah berikan kepada kita semua, kita masih di beri kesempatan oleh Allah untuk melaksanakan salah satu yang Allah fardukan kepada kita yaitu melaksanakan salah fardu jum’at. Dan marilah kita senantiasa meningkatakan taqwa kita kepada Allah, yang hakikat taqwa itu adalah melakukan ketaatan keapada Allah. Pertama kita tidak melakukan maksiyat kepada-Nya yang kedua taqwa itu adalah bagaimana kita selalu ingat kepada Allah dan tidak melupakannya dan yang ketiga adalah kita senantiasa bersyukur dan tidak menjadi kufur akan nikamat Allah. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad Bin Hambal yaitu: Ada empat sifat yang apabila semuanya ada pada dirimu, maka tidak akan menjadi sebab kalian ditimpa kesusahan, empat sifat tersebut adalah:

1. Menjaga Amanah

2. Bicara jujur

3. Berakhlak mulia

4. Senantiasa menjaga kesucian

Berdasarkan hadist tersebut diatas memegang teguh amanah itu adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup ini, sekali saja orang tidak amanah, maka orang lain sulit untuk mempercayai kita, berbuat jujur dan tidak melakukan dusta dalam pergaulan di masyarakat, apapun posisi dan status sosial seseorang tentu kita harus menjaga diri dari sifat-sifat yang akan mengotori diri kita semua. Serta senantiasa menjaga kesucian artinya adalah:

Pertama : Membersihakan diri kita dari keburukan akhlak

Kedua : Membersihakan diri dari kotoran penyakit hati

Ketiga : Membersihkan diri dari perilaku dan perbuatan jahiliyah

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

“Wahai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat dan pelajaran (Al-Qur’an) dari Rabb-Mu, penyembuh dari penyakit–penyakit dalam dada (dalam hati manusia) dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman."

Jama’ah Sholat Jum’at rahimakumullah

Bagaimana kiat untuk membersihkan hati, dan mengembalikan kepada fitrah, yaitu 3 hal penting yang harus kita lakukan:

Pertama : Berdo’a kepada Allah

Kedua : Menghilangkan Al-Ghaflah (Kelalaian)

Ketiga : Melakukan Tazkiyatun Nafs (pensucian jiwa) yaitu senantiasa Tawaddu’ di jalan Allah.

Jama’ah rahimakumullah

Syekh Abdurrahman As-Sa’di mengatakan Bahwa Allah Subhanahu wata’ala menjadikan akal kepada manusia adalah:

1. Agar manusia cenderung menganggap baik pada kebenaran

2. Agar manusia cenderung menganggap buruk segala yang bathil

3. Karena dalam hukum islam kata beliau, apa yang ada dalam hukum islam/syariat Islam baik yang lahir maupun yang bathin

Allah telah menjadikan pada hati semua makhluknya, kecendrungan untuk menerimanya, maka Allah menjadikan di hati mereka rasa cinta kepada kebenaran dan selalu mengutamakannya, itulah hakikat fitrah yang disebutkan dalam ayat tersebut

Jama’ah Sholat rahimakumullah

Akan tetapi masih ada daripada sebagian manusia, memutar balikkan penafsiran ayat Al-Qur’an yang sangat mulia tersebut, dimana sesuatu yang sudah jelas kebathilannya, malah itu yang dianggap sesuatu yang haq, di belanya mati-matian, begitu yang lainnya sesuatu yang jelas-jelas hukum haram maka yang haram itu tetap di kerjakannya, dan dianggap sesuatu yang biasa-biasa saja, sehingga ada ungkapan yang menyesatkan “jangankan yang halal, yang haram saja sulit untuk mencarinya”, kenapa hal tersebut bisa terjadi, padahal misalnya pelakunya adalah seorang yang tahu di agama, seorang pejabat, seorang pemimpin, seorang wakil rakyat, dan atribut sosial lainnya, hal tersebut disebabkan karena mereka tidak menggunakan akal sehatnya, akan tetapi akal yang Allah berikan kepada manusia, yang mana manusia dengan akal pikirannya sesungguhnya dapat membedakan antara haq dan bathil, yang halal dan yang haram,

yang sunnah dan yang bid’ah, yang tauhid dan yang syirik, akal fikiran yang sehat ini tidak di gunakan sebagai mana mestinya, akan tetapi selalu di gunakan untuk mengakal-akali, sehingga yang haram dijadikan yang halal, yang bathil di jadikan yang haq, yang bid’ah dikerjakan, yang sunnah malah ditinggalkan, itulah potret kehidupan manusia.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda yang artinya Semua bayi yang (baru lahir) dilahirkan diatas fitrah (cenderung kepada Islam) lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikan orang Yahudi, Nashrani atau Majusi. Dari ‘Yadh Himar al-Majusy, bahwa Rasulullah bersabda: (Allah berfirman) sesungguhnya Aku menciptakan para hambaku, semua dalam keadaan hanif (lurus dan cenderung kepada kebenaran) dan sungguh kemudian syaithan mendatangi mereka, lalu memalingkan mereka dari agama mereka. Hadist tersebut diatas menunjukkan bahwa manusia

dilahirkan kedunia ini dalam keadaan fitrah cendrung menerima islam dan beribadah kepada Allah sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Al-A’raf:172

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

“Dan ingatlah ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam, dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian dari terhadap diri mereka (seraya berfirman) “Bukankah aku ini RabbMu” mereka menjawab “Betul (engkau Rabb kami) kami menjadi saksi “(Kami lakukan yang demikian itu) agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan: sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lalai dalam terhadap ini (Iman dan Tauhid keapada Allah )

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Sumber: H. Khairul Anam. Kumpulan Khutbah Jum'at Inspiratif: Pentingnya Kesehatan dalam Perspektif Al-Quran. Ponorogo: Barko Group. 2019

2. Dunia Tempat Persinggahan Sementara

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Jama’ah Sholat Jum’at rahimakumullah

Bersyukur kita kepada Allah atas rahmatnya, hari ini kita masih diberi kesempatan untuk melaksanakan salah satu yang difardhukan oleh Allah kepada kita, yaitu menjalankan fardhu jum’at, karena mereka yang bersyukur itu hakikatnya adalah menggunakan nikmat yang Allah berikan kepada kita untuk ketaatan kepadanya. Shalawat dan salam semoga senantisa tetap tercurah

kepada Rasulullah, keluarga sahabat dan pengikutnya, dalam sebuah hadist rasul disebutkan bahwa:

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Artinya: “Akan datang suatu zaman umat lain memperebutkan kamu sekalian seperti memperebutkan makanan dalam hidangan. Sahabat bertanya “Apakah kami jumlahnya sedikit pada saat itu.” Jawab Rasulullah; Bukan bahkan sesungguhnya jumlah kamu banyak tetapi kualitas kamu ibarat buih yang terapung di atas air dan di dalam hatimu dijadikan kelemahan jiwa. Sahabat bertanya “apa yang dimaksud kelemahan jiwa? Rasulullah menjawab, yaitu cinta dunia dan membeci kematian.”

Sungguh tepat isyarat yang digambarkan oleh Rasulullah dalam sabdanya di atas bahwa pada akhir zaman nanti umat Islam akan mengalami disintergrasi, penurunan kualitas iman, ibadah-ibadah yang dilaksankan hanya melepaskan beban kewajiban dan kegiatan rutinitas ritual tidak di sadari sebagai sebuah kebutuhan sehingga yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari tidak lebih dengan orang yang tidak beriman. Sehingga mereka mudah diombang-ambingkan oleh kegemerlapan dunia yang serba menggiurkan. Ibarat buih yang terapung di atas air akan terhempas kemana-mana.

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah

Dunia ini sebenarnya jika kita telusuri dari segi pengertian bahasanya yang terambil dari kata danâ, yang artinya adalah dekat/sebentar, dari makna ini bisa dipahami bahwa dunia ini

adalah suatu tempat yang dekat lagi sebentar, hal ini dapat dirasakan ketika kita memakan makanan, yang merasakan lezat dan pahitnya adalah hanya sampai pada tenggorokan saat sampai diperut, tidak bisa dibedakan rasanya mana makanan yang lezat dan makanan yang tidak lezat. Itulah gambaran kehidupan dunia. Seperti dalam salah satu ayat dalam al-Qur’an pada Q.S.

Al-Kahfi 18:45

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

“Dan buatkanlah perumpamaan untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air hujan yang kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah

Salah satu penyebab kehilapan manusia adalah karena kecintaan terhadap dunia. Orang yang sangat mencintai dunia segala pikiran dan pandangannya selalu diukur oleh perhitungan dunia, bahkan kadang-kadang ada di antara umat Islam melaksanakan urusan akhirat bukan sebenarnya tujuan akhirat akan tetapi hanya sebagai pengelabuan kepada orang lain untuk mencapai cita-cita dunia. Bangsa kita yang notabene umat yang terbanyak adalah umat Islam, yang tentu saja agama kita sangat mengharapkan perilaku umatnya berjalan sesuai dengan aturan agamanya.

tetapi sebuah pertanyaan adalah mengapa persoalan bangsa kita belum terselesaikan atau paling tidak ada titik terang menuju suatu perubahan perilaku. Bahkan tampaknya masih memprihatinkan perilaku sebagian masyarakat kita, baik masyarakat maupun masyarakat pemegang kekuasaan yang sangat diharapkan bisa menegakkan aturan tetapi justru mereka mereka itulah yang melanggarnya, pola pikir yang dangkal yang tanpa didasari oleh pengetahuan agama, maka mereka cenderung melakukan pelanggaran itu, sehingga apa yang terjadi, salah satu ungkapan yang terjadi di masyarakat kita adalah kalau dia boleh melakukannya kenapa kita tidak mencobanya, sehingga dia melakukan sesuatu yang melanggar aturan agamanya.

Inilah budaya yang menggerogoti kehidupan bangsa kita, mumpung ada kesempatan, kapan lagi dimanfaatkan kedudukan itu kalau bukan sekarang. Padahal jabatan itu sebenarnya hanya sebagai sebuah amanat bukan sebuah tujuan dan nantinya di akhirat akan dipertanyakan oleh Allah di akhirat nanti, masingmasing diri adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya tehadap yang dipimpinnya.

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Jama’ah Sholat Jum’at rahimakumullah

Mempertahankan kebenaran dalam kehidupan kita adalah sesuatu yang sangat langka lagi mahal. Ada orang yang mau berjuang akan tetapi selalu diukur dengan materi, kalau tidak menguntungkan bagi dirinya lebih baik bungkam atau diam daripada kedudukannya digeser. Memang dunia ini manis rasanya dan enak dipandang, maka manusia tertarik dengannya. Betapa banyak manusia yang hanya memburu dunia setiap saat tidak mengenal waktu, siang dan malam, panas dan dingin. Bahkan terbawa dalam mimpi, padahal apa yang diburunya itu belum tentu menjamin dirinya untuk dapat mendapat ketenangan. Karena betapa banyak orang yang punya harta yang melimpah, punya segala macam fasilitas dunia, punya mobil mewah, rumah mewah, apa saja yang dia mau makan semua bisa dibelinya, tetapi justru hidupnya tidak tenang tidak bisa dinikmati.

Mobil mewahnya ada tapi tidak bisa dipakainya karena punya penyakit tidak bisa naik kendaraan, makanannya apa saja yang diinginkan tetapi itu semua tidak bisa dimakannya kecuali

hanya sesendok nasi yang tak berlauk. Sidang Jum’at yang berbahagia Agama Islam bukan berarti melarang kita untuk mencarinya, agama kita tetap memberikan peluang seluas-luasnya bagi

umat manusia untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya. Tidak melarang untuk kaya. Akan tetapi cara mendapatkannya dan memanfaatkannya sesuai dengan ajaran agama Islam dan tidak menjadi segala-galanya. Demikian pula jangan meninggalkan dunia karena hanya terfokus kepada ibadah kepada Allah. Agama kita mensinyalir bahwa dunia adalah sarana untuk mendapatkan kehidupan akhirat yang lebih baik, bukan sebuah tujuan, dunia adalah ladang amal, sedangkan akhirat adalah hisab atau perhitungan amal.

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

“Harta dan anak anak adalah perhiasan kehidupan dunia,akan tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya disisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”

Jamaah Sholat Jum’at rahimakumullah

Dunia ini dengan segala fasilitasnya kita yang seharusnya mengendalikan bukan dia yang mengatur kita. Harta yang kita miliki janganlah ia yang mengatur dan memperbudak kita, karena mobil kita yang bagus setiap hari dilap dan dicuci, sementara diri kita, hati kita tidak pernah dibersihkan melalui dengan dzikir-dzikir atau beribadah kepada Allah, kalaupun

dilakukan hanya dengan sangat terpaksa atau merasa malu dengan sesamanya. Padahal semestinya rasa malu itu jauh lebih didahulukan kepada Allah daripada manusia. Karena seseorang yang malu kepada Allah pasti juga malu terhadap manusia tidak sebaliknya. Jadi, harta itu kita yang mengaturnya dan memanfaatkannya bukan kita yang dimanfaatkan. Jika umat Islam sudah menomor satukan dunia di atas segala-galanya, enggan menyuarakan kebenaran dan melarang kemungkaran, maka Allah akan mencabut kebesaran Islam dari permukaan bumi ini dan mencabut keberkahan wahyu. Ketika umat Islam sangat mencintai dunia dengan sendirinya pasti muncul sifat kedua yaitu takut akan mati. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa mereka takut mati? Padahal semua yang namanya makhluk pasti akan mati sekalipun bersembunyi di balik batu besar dan benteng yang tertutup rapat-rapat.

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

“Orang takut mati mungkin karena takut meninggalkan hartanya atau mungkin belum ada persiapan dalam menghadapi kematian. Padahal dalam firman Allah Q.S. Al-Waqi’ah 56:60

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

“Kami telah menentukan kematian masing masing kamu, dan kami tidak lemah”

Jamaah Sholat Jum’at rahimakumullah

Ibrah dari ayat tersebut adalah bagaimana kita senantiasa berlomba untuk melakukan amal amal sholeh, selagi Allah masih memberikan kesempatan kepada kita, kita hanya singgah sebentar dibawah pohon yang namanya dunia, tujuan akhir adalah akhirat yang kekal, yang menuntut pertanggung jawaban apakah amal kebaikan yang kita lakukan atau justru sebaliknya, hanya orang yang senantiasa mentadabburi al-Qur’an yang memahami dengan sesungguhnya makna kehidupan ini.

Sumber: H. Khairul Anam. Kumpulan Khutbah Jum'at Inspiratif: Pentingnya Kesehatan dalam Perspektif Al-Quran. Ponorogo: Barko Group. 2019

3. Khutbah tentang Kematian

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Hadirin Jamaah Shalat Jumat yang insyaAllah selalu berada dalam naungan rahmat dan hidayah Allah SWT Tak henti-hentinya kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam; karunia yang teramat besar yang Allah karuniakan kepada hambahamba-Nya. Semoga kita selalu termasuk yang mendapatkan hidayah-Nya serta berada dalam keadaan Iman dan Islam hingga akhir hayat kita. Dan tentunya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat nyawa yang masih diberikan kepada kita. Sehingga pada kesempatan ini kita masih dapat beribadah kepada-Nya, mengingat-Nya, serta memuji-Nya.

Sebuah pujian hanya layak dimiliki oleh Allah. Alhamdu lillah; segala puji hanya milik Allah. Sungguh tidaklah pantas bagi manusia untuk mengharapkan pujian, tidak pantas bagi manusia

untuk merasa telah berjasa, karena sungguh sejatinya segala pujian hanya milik Allah semata. Dan kami mengajak diri kami sendiri serta jamaah sekalian untuk terus memperkokoh ketaqwaan

kepada Allah SWT.

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Al-Quran, Surat Ali Imran, ayat 102)

Dan tentunya, shalawat serta salam semoga selalu tercurah tak henti-hentinya kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya dan para sahabatnya. Sidang shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT... Dalam Khutbah Jumat yang singkat ini, mari kita merenung sejenak tentang sesuatu yang pasti kita hadapi, sesuatu yang menjadi gerbang dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat, yaitu kematian. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 28, Allah berfirman:

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu

dikembalikan. Dalam Tafsir Ibn Katsir, dijelaskan bahwa ayat ini menjelaskan akan kekuasaan Allah dan sungguh aneh orang yang ingkar kepada Allah sementara manusia awalnya tiada, lalu Allah menjadikannya ada di muka bumi ini. Ayat ini juga menunjukkan bahwa kita semua pasti mati. Dan kita semua pasti akan dibangkitkan kembali setelah kematian itu. Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT... Maka apa saja kewajiban kita dalam kehidupan ini sebagai persiapan diri kita sebelum mati? Tentunya ada banyak hal. Namun setidaknya ada tiga hal yang akan kita bahas pada kesempatan berharga ini. Yang pertama, beramal sebaik mungkin Dalam Al-Quran, Allah berfirman dalam surat Al-Mulk ayat 1-2:

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (1)

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. (2)

Seperti apakah amalan yang terbaik itu? Salah satu indikatornya adalah, pekerjaan itu dilakukan dengan istiqamah. Dalam hadith shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW

bersabda:

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Artinya; sesungguhnya sebaik-baik pekerjaan adalah yang rutin (berkelanjutan), meskipun itu sedikit. Beramal sebaik mungkin juga berarti bahwa pekerjaan itu kita lakukan dengan seikhlas mungkin, semaksimal mungkin dan dengan sesempurna mungkin. Baik dalam interaksi kita kepada Allah maupun kepada sesama manusia, dalam tiap amal kita patrikan dalam diri kita bahwa bisa jadi itu adalah amal terakhir kita. Yang kedua, menyiapkan amal yang terus mengalir pahalanya Diantara yang dapat kita persiapkan adalah dengan memperbanyak amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta mendidik anak kita menjadi anak yang sholeh yang dapat mendoakan kita kelak. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW.

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Artinya: diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shalih yang selalu mendo`akan orang tuanya.” (HR. Muslim).

Yang ketiga, berdoa agar diberikan husnul khatimah. Apakah itu husnul khatimah? Diantara tanda utama husnul khatimah ialah apabila ia mengucap kalimat “laa ilaaha illallaah” di akhir hayatnya. Dalam sebuah hadith shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda:

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallaah’ maka dia akan masuk Surga.”

Indikator lainnya dari seorang yang husnul khatimah apabila ia mengerjakan pekerjaan baik di akhir hidupnya.

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan membuatnya beramal.” Para sahabat bertanya; “Bagaimana membuatnya beramal?” beliau menjawab: “Allah akan memberikan taufiq padanya untuk melaksanakan amal shalih sebelum dia meninggal.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi) Selain berusaha dengan segenap amal untuk mencapai husnul khatimah, kita juga harus berdoa agar Allah memberikan kita keistimewaan ini. Salah satu doa untuk meminta husnul khatimah adalah sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Yusuf, yang terekam dalam surat Yusuf ayat 101:

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Artinya: (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh.

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Sumber: unida.gontor.ac.id

4. Kehidupan Taqwa

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Hadirin Jama’ah Jum’at rahimakumullah

Bersyukur kita kepada Allah dengan kasih sayang Allah kepada kita, kita diberikan oleh Nya nikmat sehat dan keimanan, sehingga pada siang ini kita masih diberi kesempatan untuk melaksankan fardhu jum’at. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabat, para tabi’in, para tabi’ut tabi’in dan insyaAllah SWT terlimpah pula kepada kita selaku umatnya yang senantiasa berusaha untuk meneladani Beliau. Amin. Kemudian tak lupa kami wasiatkan kepada diri kami pribadi dan kepada jama’ah semuanya, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Karena keimanan dan ketaqwaan merupakan sebaik-baik bekal menuju akhirat nanti. Allah SWT berfirman:

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

“Berbekallah kalian, dan Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal. (Q.S. Al-Baqoroh: 197)

Hadirin Jama’ah Jum’at rahimakumullah

Iman dan Taqwa adalah dua kata yang senantiasa berdampingan dan beriringan, yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Taqwa itu sendiri artinya menjalankan semua perintahNya dan menjauhi segala larangan-laranganNya, sedangkan iman artinya meyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan anggota badan, dan masih banyak lagi devinisi taqwa dikalangan para ulama, namun semuanya bermuara kepada satu pengertian yaitu seorang hamba yang meminta perlindungan kepada Allah SWT dari adzab dan siksaNya, hal ini dapat terwujud dengan melaksanakan apa yang di perintahkanNya dan menjauhi apa yang dilarangNya. Begitu juga dengan iman. Kemudian mengenai perintah iman dan taqwa itu sendiri banyak terdapat didalam al-Qur’an dan sebagian hadits. Diantaranya:

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Q.S. Ali-Imran: 102)

Dan di dalam surat Al-Hasyr Allah SWT juga berfirman:

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah SWT dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Hasyr: 18)

Selain itu Allah SWT juga berfirman:

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Q.S. AlBaqoroh 2:186)

Hadirin Jama’ah Jum’at rahimakumullah.

Selain di dalam al-Qur’an, perintah iman dan taqwa itu juga terdapat di dalam sebagian hadits Rasulullah SAW, diantaranya yaitu:

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

“Bertaqwalah kalian kepada Allah SWT dimanapun berada, dan iringilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapus kejelekan, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.”

Dalam al-Qur’an pada Q.S. Al-A’raf l7:26 kita seharusnya mengenakan pakaian taqwa.

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat” (Q.S. al-A’raf: 26)

Kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari pakaian, sebagaimana makan dan minum, pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia. Hanya saja, tidak sedikit manusia yang tidak menyadari tentang fungsi sebenarnya pakaian. Akibatnya, pakaian yang mereka kenakan tidak memenuhi fungsi tersebut. Islam memiliki pandangan khusus tentang pakaian. Ayat ini adalah di antara yang menjelaskan tentang fungsi pakaian. Dijelaskan pula tentang pakaian terbaik bagi manusia.

Jama’ah Sholat Jum’at yang dimuliakan Allah.

Dari ayat tersebut dijelaskan fungsi pakaian itu apa? Allah SWT berfirman: Yâ Banî Âdam qad anzalnâa ‘alaykum libâs[an] (hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian.) Ayat ini terdapat dalam rangkaian ayat yang menceritakan kisah Adam mulai diciptakan hingga diturunkan di bumi. Dikisahkan pula bahwa diturunkannya Adam beserta istrinya

itu tidak lepas dari peran Iblis yang berhasil menggodanya. Kemudian ditegaskan, bumi menjadi tempat kediaman dan kesenangan bagi manusia hingga waktu yang ditetapkan. Di bumi itu pula, manusia hidup, mati, dan dibangkitkan. (Al-A’raf Ayat 24-25)

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Setelah itu, dalam ayat ini diberitakan bahwa Allah SWT telah memberikan pakaian bagi manusia. Sebuah perangkat amat penting bagi manusia hidup di dunia, baik untuk keperluan agama maupun keperluan dunia. Disebutkan: Yâ Banî Adam (hai anak Adam). Yang dimaksudkan adalah seluruh manusia. Kepada mereka ditegaskan: anzalnâa ‘alaykum libâs[an] (sesungguhnya Kami

telah menurunkan kepadamu pakaian). Pengertian anzalnâ (Kami turunkan) di sini adalah khalaqnâ lakum (Kami ciptakan untuk kamu). Demikian dikatakan al-Syaukani. Bisa pula yang dimaksudkan adalah hujan. Dengan diturunkannya hujan, maka berbagai tumbuhan bisa tumbuh. Termasuk tumbuhan yang menjadi bahan untuk pakaian bagi manusia. Ibnu Jarir mengutip dari Mujahid yang mengatakan bahwa ayat ini berkaitan dengan orang-orang Arab melakukan thawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang, dan tidak ada seorang pun yang mengenakan baju ketika thawaf. Maka ayat ini mengingatkan kepada mereka akan besarnya nikmat Allah dan kekuasaan-Nya atas mereka agar mereka ingat, lalu beriman, berislam, serta meninggalkan syirik dan kemaksiatan. Di antara nikmat-Nya adalah diturunkannya pakaian bagi mereka.

Kemudian dijelaskan tentang kegunaan pakaian: yuwârî sawtikum wa rîsy[an] (untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan). Menurut ayat ini, ada dua kegunaan pakaian bagi

manusia. Pertama, yuwârî saw`âtikum, untuk menutupi auratmu. Kata saw`âta merupakan bentuk jamak dari kata saw`ah. Pengertian al-saw`ah adalah al-‘awarah (aurat). Menurut al-Syaukani, ini merupakan perkataan para ulama salaf. Disebutnya al-‘awrah dengan al-saw`ah karena membuat pelakunya menjadi buruk ketika terbuka. Sehingga, sebagaimana dijelaskan para mufassir, seperti Ibnu Jarir alThabari, al-Baghawi dan lain-lain, pengertian ayat ini adalah: yastaru ‘awrâtikum (menutupi auratmu).

Jama’ah Sholat Jum’at rahimakumullah

Dikatakan pula oleh Imam al-Qurthubi, sebagian besar ulama’ berpendapat bahwa ayat ini menjadi dalil atas wajibnya menutup aurat. Memang ada yang mengatakan, ayat ini hanya menunjukkan pemberian nikmat. Namun, menurut al-Qurthubi, pendapat yang pertama lebih shahih. Alasannya, termasuk dalam cakupan pemberian nikmat adalah menutup aurat. Maka Allah SWT menerangkan telah menjadikan bagi anak cucu Adam menutupi aurat mereka dan menunjukkan perintahuntuk menutup aurat. Di samping itu juga tidak ada perbedaan di kalangan ulama’ mengenai wajibnya menutup aurat dari pandangan manusia.

Kedua, sebagai rîsy[an]. Artinya, zînah (perhiasan). Diambil dari kata rîsy al-thayr (bulu burung). Sebab, bulu itu merupakan perhiasan bagi burung. Demikian penjelasan Sihabuddin al-Alusi. Ibnu Zaid juga menafsirkannya sebagai al-jamâl (keindahan). Ibnu Katsir memaknai al-rîsy sebagai sesuatu yang membuat sesuatu terlihat bagus. Dijelaskan oleh al-Zamakhsyari, perhiasan merupakan tujuan yang dibenarkan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. al-Nahl [16]: 6 dan Q.S. al-Nahl [16]: 8.

Namun ini merupakan fungsi pelengkap sebagaimana dikatakan Ibnu Katsir. Menurut mufassir tersebut, menutup aurat merupakan perkara al-dharûriyyât (keharusan). Sedangkan kegunaan sebagai perhiasan ini merupakan al-takmilât wa al-ziyâdât (pelengkap dan tambahan). Bertolak dari penjelasan tersebut, pakaian yang dikenakan manusia dikategorikan belum memenuhi kriteria sebagai pakaian yang benar manakala belum menutup aurat. Maka orang yang mengenakan pakaian seperti itu masih terkategori telanjang. Rasulullah SAW menyebut mereka sebagai kâsiyât[un] ‘âriyat[un] (wanita berpakaian tapi telanjang). Wanita yang demikian, ditambah lagi dengan sikapnya yang cenderung maksiat dan mengajak maksiat diancam tidak mencium bau surga.

Jama’ah yang dimuliakan Allah

Pakaian Takwa Kemudian Allah SWT berfirman: Wa libâs al-taqwa dzalika khayr (Dan pakaian takwa itulah yang paling baik). Menurut al-Qurthubi, ayat ini menerangkan bahwa takwa adalah sebaik-baik pakaian. Ada beberapa penafsiran, setidaknya dapat dikelompokkan menjadi dua. Pertama,libâs (pakaian) dalam pengertian hakiki. Sehingga yang dimaksud dengan libâs al-taqwâ adalah pakaian sebagaimana diterangkan dalam kalimat sebelumnya. Sehingga yang dimaksud pakaian takwa adalah pakaian yang diturunkan Allah SWT dan berguna sebagai penutup aurat dan perhiasan. Kedua, libâs (pakaian) dalam pengertian majâzi (kiasan). Menurut Ibnu ‘Abbas, libâs al-taqwâ adalah amalshalih. Qatadah dan al-Sudi menafsirkannya sebagai iman. Al-Hasan berpendapat bahwa yang dimaksud adalah al-hayâ` (malu). Sebab itu mendorong kepada ketakwaan. Urwah bin Zubair memaknainya sebagai sikap takut kepada Allah.

Dikemukakan al-Zamakhsyari dan al-Syaukani, pakaian takwa adalah pakaian wara’ dan menjauhi kemaksiatan. Ditegaskan al-Syaukani, jiwa yang wara’ dan takut kepada Allah itu merupakan pakaian yang paling baik dan indah. Pengertian ini meliputi seluruh keadaan dan perbuatan yang tercakup dalam ketakwaan dan semua penafsiran yang disebutkan para ulama tersebut. Ayat ini diakhiri dengan firman-Nya: Dzâlika min âyâtillâh la’allahum yadzdzakkarûn (yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat).

Kata dzâlika merupakan ism al-isyârah (kata penunjuk). Obyek yang ditunjuk adalah diturunkannya semua pakaian yang disebutkan sebelumnya termasuk min ayâtilLâh. Yakni, yang menunjukkan atas besarnya fadhilah-Nya dan kesempurnaan rahmat-Nya. Demikian al-Alusi dalam tafsirnya. Jama’ah Sholat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah

Kemudian disebutkan bahwa semua tanda-tanda kebesaran Allah SWT agar mereka ingat: la’allahum yadzdzakkarûn. Yakni, mereka mengetahui nikmat-nikmatNya. Atau, mereka bisa menerima nasihat, lalu menjauhi perbuatan tercela, demikianlah Pakaian merupakan salah satu kenikmatan dari Allah kepada manusia yang wajib disyukuri. Cara penting untuk mensyukurinya adalah dengan menggunakan pakaian sesuai fungsinya yang ditetapkan-Nya: Menutup aurat dan menjadi perhiasan.Dan tidak kalah pentingnya, dengan menerima menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Yakni, menerapkan seluruh syariah-Nya tanpa terkecuali. Maka mereka yang tidak mau menutup auratnya dengan pakaian dan enggan dengan syariah-Nya, berarti tidak termasuk hamba yang bersyukur kepada-Nya

Sumber: H. Khairul Anam. Kumpulan Khutbah Jum'at Inspiratif: Pentingnya Kesehatan dalam Perspektif Al-Quran. Ponorogo: Barko Group. 2019

5. Rasulullah Membangun Peradaban dari Masjid

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Jama’ah Sholat Jum’at yang dimuliakan Allah

Bersyukur kita kepada Allah atas anugerah nikmat dan karuniaNya, siang hari ini insya Allah kita dapat menunaikan ibadah sholat jum’at, dan marilah kita senantiasa meningkatkan taqwa kita kepada Allah, dengan sebenar-benar taqwa yaitu dengan menjalankan segala yang di perintahkan oleh Allah dan menjauhi segala apa yang dilarang olehNya. Ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, langkah pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid. Kata masjid dalam al-Qur’an terulang sebanyak 28 kali. Dari segi bahasa, kata masjid terambil dari akar kata sajada-yasjudusujuudan (patuh, taat, serta tunduk dengan penuh hormat serta ta’dhim). Adapun ismul makaan (nama tempat) adalah masjid (tempat bersujud), yakni bangunan yang dikhususkan untuk melaksanakan shalat. Karena akar katanya mengandung makna tunduk dan patuh, maka hakekat masjid adalah tempat melakukan segala aktivitas yang mencerminkan kepatuhan,

tunduk, taat semata kepada Allah SWT. Masjid adalah institusi pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW saat beliau hijrah ke kota Madinah, yakni masjid Quba’, kemudian disusul dengan Masjid Nabawi di Madinah. Terlepas dari perbedaan pendapat ulama’ tentang masjid yang dijuluki Allah sebagai masjid yang dibangun atas dasar taqwa (Q.S. At-Taubah: 108),

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

yang jelas bahwa keduanya --Masjid Quba dan Masjid Nabawi-- dibangun atas dasar Ketakwaan, dan setiap masjid seharusnya memiliki landasan dan fungsi seperti itu. Itulah sebabnya mengapa

Rasulullah SAW meruntuhkan bangunan kaum munafik yang juga mereka sebut masjid, dan menjadikan lokasi itu tempat pembuangan sampah dan bangkai binatang, karena di bangunan tersebut tidak dijalankan fungsi masjid yang sebenarnya, yakni ketaqwaan. Al-Quran melukiskan bangunan kaum munafik itu sebagai berikut, (Q.S. At-Taubah: 107).

Artinya:

“dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu”

Sidang Jama’ah Jum’at yang dimuliakan oleh Allah SWT

Yang dimaksudkan dengan orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu ialah seorang pendeta Nasrani bernama Abu ‘Amir, yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya dari Syiria untuk bersembahyang di masjid yang mereka dirikan itu, serta membawa tentara Romawi yang akan memerangi kaum muslimin. akan tetapi kedatangan Abu ‘Amir ini tidak. Jadi karena ia mati di Syiria dan masjid yang didirikan kaum munafik itu diruntuhkan atas perintah Rasulullah SAW, berkenaan dengan wahyu yang diterimanya sesudah kembali dari perang Tabuk.

Sidang Jama’ah Jum’at yang dimuliakan oleh Allah SWT Rasulullah SAW tidak menjadikan masjid hanya tempat shalat semata, namun dijadikan juga sebagai sarana melakukan pemberdayaan umat, seperti tempat pembinaan dan penyebaran dakwah Islam, sebagai tempat untuk mengobati orang sakit, sebagai tempat untuk mendamaikan orang yang sedang bertikai, sebagai tempat untuk konsultasi dan komunikasi masalah ekonomi, sosial dan budaya, demikian pula digunakan untuk menerima duta-duta asing, sebagai tempat pertemuan pemimpin-pemimpin Islam, sebagai tempat bersidang, tempat mengurus baitul maal, menyusun taktik dan strategi perang, serta mengurus prajurit yang terluka. Demikian pula masjid sebagai sarana tempat pendidikan, dan Rasulullah SAW mengajar langsung dan memberi berkhutbah, dalam bentuk halaqah, di mana para sahabat duduk mengelilingi beliau untuk mendengar dan melakukan tanya jawab berkaitan urusan agama dan kehidupan sehari-hari.

Masjid di zaman Rasulullah SAW mempunyai banyak fungsi. Itulah sebabnya Rasulullah SAW membangun masjid terlebih dahulu dan dari masjid lah kemudian memancar cahaya Islam, menyebar ke seluruh cakrawala dunia. Masjid menjadi simbol persatuan umat Islam. Selama sekitar 700 tahun sejak Nabi mendirikan masjid pertama, fungsi masjid masih kokoh dan original sebagai pusat peribadatan dan peradaban yang mencerdaskan dan mensejahterakan umat manusia. Lewat masjid Rasulullah SAW membangun kultur masyarakat baru yang lebih dinamis dan progresif. Masjid

adalah rumah Allah yang dibangun atas dasar ketaqwaan kepadaNya. Oleh karena itu, membangun masjid harus diawali dengan niat yang tulus, ikhlas, mengharap ridha Allah semata, sehingga masjid yang dibangun mampu memberikan ketenangan, ketenteraman, kedamaian, kesejahteraan, rasa aman kepada para jama’ah dan lingkungannya. Sidang Jama’ah Jum’at yang dimuliakan oleh Allah SWT Pada masa keemasan Islam, Universitas berada di dalam masjid, seperti masjid Al Azhar, Kairo, Mesir, dari masjid inilah melahirkan universitas terkemuka di dunia, yakni Universitas Al Azhar yang hingga kini dikenal dunia. Masjid Al Azhar juga dikenal luas oleh kaum muslimin di Indonesia. Masjid ini mampu memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, bahkan pengentasan kemiskinan pun merupakan program nyata yang secara kontineu dilaksanakan di masjid. Kalau dulu Universitas ada di dalam masjid, sekarang masjid ada di dalam universitas.

Bagaimana dengan kondisi masjid sekarang? Dilihat dari sisi pertumbuhan masjid di Indonesia, sungguh sangat menggembirakan. Dari tahun ke tahun, jumlah masjid kian bertambah. Tetapi kita harus jujur, harus kita akui, bahwa fungsinya belum maksimal dan optimal. Pemberdayaan masjid selama ini, kurang begitu diperhatikan. Padahal masjid mempunyai peran strategis dalam membangun kesejahteraan umat. Masjid selama ini hanya berperan sebatas tempat ibadah shalat ritual semata. Padahal jika masjid itu berdaya, maka masyarakatnya pun akan sejahtera.

Jama’ah Sholat Jum’at rahimakumullah

Kaum muslimin yang hijrah dari Makkah ke Madinah tidak disebut sebagai pengungsi. Dan kaum muslimin yang menerima muslimin makkah tidak disebut sebagai penampung pengungsi. Rasulullah memuliakan keduanya dnegan menyebut Muhajirin (orang-orang yang berhijrah) dan Anshar (para penolong). Persaudaraan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar yang dideklarasikan Rasulullah SAW memiliki konsekuensi lebih khusus bila dibandingkan dengan persaudaraan yang bersifat umum. Sebagaimana diketahui, saat kaum Muhajirin berhijrah ke Madinah tidak membawa seluruh harta. Sebagian besar harta mereka ditinggal di Makkah, padahal mereka akan menetap di Madinah. Ini jelas menjadi problem bagi mereka di tempat yang baru. Terlebih lagi, kondisi Madinah yang subur sangat berbeda dengan kondisi Makkah yang gersang. Keahlian mereka berdagang di Makkah berbeda dengan mayoritas penduduk Madinah yang bertani. Tak

pelak, perbedaan kebiasaan ini menimbulkan permasalahan baru bagi kaum Muhajirin, baik menyangkut ekonomi, sosial kemasyarakatan, dan juga kesehatan. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Sementara itu, pada saat yang sama mencari penghidupan, padahal kaum Muhajirin tidak memiliki modal. Demikian problem yang dihadapi kaum Muhajirin di daerah baru.

Jama’ah Sholat Jum’at rahimakumullah

Melihat kondisi kaum Muhajirin, dengan landasan kekuatan persaudaraan, maka kaum Anshar tak membiarkan saudaranya dalam kesusahan. Kaum Anshar dengan pengorbanannya secara total dan sepenuh hati membantu mengentaskan kesusahan yang dihadapi kaum Muhajirin. Pengorbanan kaum Anshar yang mengagumkan ini diabadikan di dalam Al-Qur’an, surat Al-Hasyr ayat 9.

“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) mencintai orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin) ; dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.”

Rasulullah SAW kemudian mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar. Peristiwa ini, sebagaimana disebutkan dalam banyak riwayat terjadi pada tahun pertama hijriyah: Sebagian ulama mengatakan tempat deklarasi persudaraan ini di rumah Anas bin Malik dan sebagian yang lain mengatakan di masjid. Rasulullah mempersaudarakan mereka dua-dua, satu dari Anshar dan satu dari Muhajirin. Ibnu Sa’ad dengan sanad dari syaikhnya, Al-Waqidi menyebutkan, ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mempersaudarakan antara sebagian kaum Muhajirin dengan sebagian lainnya, dan mempersaudarakan antara kaum Anshar dengan kaum Muhajirin. Rasulullah mempersaudarakan mereka dalam al-haq agar saling menolong dan saling mewarisi setelah (saudaranya) wafat. Saat deklarasi itu, jumlah mereka 90 orang, terdiri dari 45 kaum Anshar dan 45 kaum Muhajirin. Ada juga yang mengatakan 100, masing-masing 50 orang. Imam Bukhari meriwayatkan dari lbnu ‘Abbas, ketika kaum Muhajirin baru tiba di Madinah, kaum Muhajirin bisa mewarisi kaum Anshar karena persaudaraan yang telah dilakukan oleh Rasulullah,

Jama’ah rahimakumullah

Di antara contoh praktis buah dari persaudaraan yang dilakukan Rasulullah yaitu kisah ‘Abdurrahman bin `Auf r.a. dengan Sa’ad bin Rabi. Sa’ad r.a. berkata kepada `Abdurrahman: “Aku adalah kaum Anshar yang paling banyak harta. Aku akan membagi hartaku setengah untukmu. Aku mempunyai dua istri, pilihlah di antara istriku yang kau inginkan, (dan) aku akan menceraikannya untukmu. Jika selesai masa `iddahnya, engkau bisa menikahinya.” Mendengar pernyataan saudaranya itu, ‘Abdurrahman ra menjawab: “Semoga Allah memberkahimu, keluargamu, dan hartmu. Aku tidak membutuhkan hal itu.

Adakah pasar (di sekitar sini) tempat berjual beli?” Lalu Sa’ad r.a. menunjukkan pasar Qainuqa’. Mulai saat itu, ‘Abdurrahman sering pergi ke pasar untuk berniaga, sampai akhirnya ia berkecukupan dan tidak memerlukan lagi bantuan dari saudaranya. Dari uraian diatas dapat kiranya mengabil contoh yang dilakukan oleh Rasulullah dalam membangun sebuah peradaban ummat yang beriman, maka marilah kita semua memakmurkan masjid.

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Contoh teks khutbah Jumat © 2022 brilio.net

Sumber: H. Khairul Anam. Kumpulan Khutbah Jum'at Inspiratif: Pentingnya Kesehatan dalam Perspektif Al-Quran. Ponorogo: Barko Group. 2019

(brl/far)

(brl/far)