Brilio.net - Dalam hidup, ada kalanya kita merasakan kecewa. Kekecewaan muncul dari ketidaksesuaian antara harapan atau keinginan dengan kenyataan. Rasa kecewa bisa disebabkan berbagai hal, bisa jadi karena kegagalan yang kita rasakan, dikhianati orang lain, atau bisa juga muncul karena ketidakpuasan kita terhadap diri sendiri.

Ketika kita merasa kecewa, biasanya akan muncul keinginan untuk mengekspresikan kekecewaan tersebut. Hal ini tidak salah karena mengungkapkan rasa kecewa bisa membantu kita untuk menyalurkan perasaan sehingga perlahan-lahan akan timbul kelegaan bagi diri sendiri.

Ada banyak cara untuk dapat mengungkapkan rasa kecewa, salah satunya melalui kata-kata. Namun, terkadang kita menginginkan cara yang unik untuk menyalurkan rasa kecewa. Menggunakan kata-kata Bahasa Jawa bisa menjadi alternatif untuk mengungkapkan rasa kecewa dengan cara yang tidak biasa.

Bahasa Jawa rasanya memang familiar di telinga masyarakat Indonesia. Maka tak heran jika kata-kata dalam Bahasa Jawa tetap dipahami orang yang tidak menguasai Bahasa Jawa sekalipun.

Untuk kalian yang ingin menyusun kata-kata kecewa yang unik namun tetap mengena di hati, berikut beberapa inspirasi kata-kata kecewa Bahasa Jawa yang telah dirangkum brilio.net, Selasa (7/2) dari berbagai sumber.

Kata-kata kecewa terhadap kehidupan

kecewa bahasa Jawa © 2023 brilio.net

foto: Pixabay.com

Kehidupan memang ibarat roda yang berputar. Kadang kita merasa senang, namun tidak jarang juga merasa sedih. Ketika sedang di bawah karena merasa kecewa pada kehidupan yang tak kunjung berpihak pada diri kita, mungkin kata-kata kecewa Bahasa Jawa ini bisa kamu gunakan untuk melampiaskan kekecewaanmu.

1. "Aku rumangsa wedi ngrasakne seneng amarga saben aku seneng, ana sing ala mesthi kedadeyan."
(Aku selalu merasa takut untuk bahagia karena setiap aku merasakannya, sesuatu yang buruk pun selalu terjadi setelah kebahagiaan itu)

2. "Sing bisa mbatesi aku saka rasa seneng ikut kasunyatan."
(Yang bisa membatasi aku dari kebahagiaan adalah kenyataan)

3. "Uripku kaya kuburan sing sampurna kanggo pangarep-arep sing tiwas."
(Hidupku ibarat kuburan sempurna untuk harapan yang mati)

4. "Aku nangis dudu mergo aku lemah, tapi aku nangis mergo wis kesel nyoba kuat kanggo wektu sing suwe."
(Aku menangis bukan karena aku lemah, tetapi aku menangis karena telah lelah berusaha kuat dalam waktu yang lama)

5. "Aku mbangun pangarep-arep, nanging mung gagal ding tak oleh."
(Kubangun harapan, tapi hanya kegagalan yang kudapatkan)

6. "Pangarepan iku sumbere lara ati."
(Keinginan adalah akar dari semua sakit hati)

7. "Aku pengin ndhelik ing endi wae. Donya iki kebak goroh."
(Aku ingin bersembunyi di suatu tempat. Dunia ini penuh dengan kebohongan)

8. "WOng sing ora tau kecewa iku wong sing ora tau ngarep-arep."
(Orang yang tidak pernah kecewa adalah ia yang tidak pernah berharap)

9. "Rasane wis kesel nyoba, yen kabeh sing dicoba mung muspra."
(Rasanya lelah untuk berusaha, ketika semua yang diusahakan sia-sia)

10. "Mungkin, kabeh sing tak karepke iku mung mandheg sedhela kanggo ngartekke kabeh kegagalan kuwi."
(Mungkin, semua yang aku butuhkan hanyalah jeda untuk memaknai semua kegagalan ini)

Kata-kata kecewa terhadap pertemanan

kata bahasa jawa istimewa

foto: Pixabay.com

Pertemanan juga bisa menjadi sumber kekecewaan selanjutnya. Memang, dalam kehidupan sosial, teman menjadi salah satu sosok yang kita butuhkan. Namun, di dalam hubungan pertemanan terkadang muncul ketidakcocokan yang membuat kecewa satu sama lain. Jika kamu berniat menunjukkan kekecewaanmu, kamu bisa mengungkapkan kata-kata kekecewaan berbahasa Jawa di bawah ini.

11. "Luwih gampang ngapura mungsuh tinimbang kanca."
(Lebih mudah memaafkan seorang musuh daripada teman)

12. "Pangarapku marang sampeyan bubar nyritakake sapa sejatine sampeyan."
(Bayanganku tentang dirimu diluluhkantahkan oleh kenyataan siapa dirimu sebenarnya)

13. "Dudu sengit sing nggawe aku adoh saka sampeyan, nanging kecewa."
(Bukan benci yang membuat aku menjauh darimu, tapi kecewa)

14. "Luwih mending duwe mungsuh tapi tenanan, katimbang duwe kanca sing apus-apus."
(Lebih baik punya musuh yang nyata, daripada punya satu teman yang hanya pura-pura)

15. "Sak durung dadi pengkhianat, mbiyen jenenge sahabat."
(Sebelum menjadi pengkhianat, dulu dia bernama sahabat)

16. "Ora ana sing luwih nggawe lara ketimbang ndelok kancamu alon-alon ngganti kowe karo kanca liyane."
(Tidak ada yang lebih sakit daripada melihat temanmu perlahan-lahan mengganti dirimu dengan teman yang lain)

17. "Kepercayaan mbutuhake pirang-pirang taun kanggo mbangun, nanging mung sedhela kanggo dirusak."
(Kepercayaan butuh bertahun-tahun untuk dibangun, tapi hanya sekejap untuk dihancurkan)

18. "Jebule aku dudu kelangan kanca, aku lagi ngerti yen aku pancen ora tau duwe kanca."
(Ternyata, aku tidak kehilangan teman, aku hanya baru sadar kalau memang tidak pernah memilikinya)

19. "Aku dudu ngadoh, mung njaga dhewe supaya ora digunakake sak penake."
(Bukannya menjauh, aku hanya menjaga diriku supaya tidak dimanfaatkan)

20. "Aku ora nyalahake kore amarga kowe marakke kecewa, aku nyalahake awakku dhewe amarga wis percaya marang kowe."
(Aku tidak menyalahkanmu karena kamu mengecewakan, aku menyalahkan diriku karena telah percaya kepadamu)

Kata-kata kecewa terhadap percintaan

kata bahasa jawa istimewa

foto: Pixabay.com

Salah satu drama kehidupan yang paling sering membuat kecewa adalah percintaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa seringkali kisah cinta kita tidak seindah yang kita harapkan. Konflik dengan pasangan, putus cinta, hingga gagalnya rumah tangga terkadang tidak dapat dihindari. Untuk kamu yang sedang merasa kecewa dengan kisah cintamu, kata-kata berbahasa Jawa berikut mungkin bisa membantumu untuk memberi "kode" ke pasangan.

21. "Kowe lungo nggowo kenangan, tapi kowe teko nggowo undangan."
(Kamu pergi membawa kenangan, tapi kamu datang membawa undangan)

22. "Jarene janji trenamu gede, nyatane saiki mbok tinggalne."
(Katanya, janji cintamu besar, nyatanya sekarang kamu tinggalkan)

23. "Kenopo kowe isih bertahan karo wong sing wis nglarani kowe? Opo kuwi sing jenenge sayang?"
(Mengapa kamu masih bertahan pada orang yang telah menyakitimu? Apakah itu yang dinamakan sayang?)

24. "Kowe pancen pinter nggawe uwong sayang, tapi kenapa malah mbok tinggal pas aku lagi sayang-sayange?"
(Kamu memang pintar membuat orang sayang, tapi mengapa kemudian kamu tinggalkan saat aku sedang sayang-sayangnya?)

25. "Aku serius marang kowe, nek kowe gur arep dolanan, aja ning kene, iki ati dudu lapangan."
(Aku serius kepada kamu, kalau kamu hanya mau main-main, jangan di sini, ini hati bukan lapangan)

26. "Ana siji wae sing bisa mbok tindakake kanthi apik, yaiku ngremukke ati."
(Hanya satu hal yang bisa kamu lakukan dengan baik, yaitu meremukkan hati)

27. "Kudune aku ngerti kapan wektune mungkasi ngarep-arep sapaya akhire ora kecewa."
(Seharusnya, aku tahu kapan waktunya untuk berhenti berharap supaya akhirnya tidak kecewa)

28. "Yen sayang karo kowe iku salah, aku ikhlas dadi wong sing salah sak teruse."
(Kalau menyayangi kamu itu salah, aku ikhlas menjadi orang yang salah selamanya)

29. "Sak durunge aku ngerti kowe, aku durung tau ngrasakake lara sing kaya ngene."
(Sebelum aku mengenal kamu, aku tidak pernah merasa sakit hati yang sesakit ini)

30. "Aku trimo mundur timbang lara ati, wong tak oyak kono wis lali."
(Aku terima muncur daripada sakit hati, dia yang kukejar pun sudah lupa)

Kata-kata kecewa terhadap diri sendiri

kecewa bahasa Jawa © 2023 brilio.net

foto: Pixabay.com

Selain disebabkan orang lain, rasa kecewa juga bisa muncul karena diri sendiri. Merasa bersalah dengan diri sendiri karena kurang bisa melakukan yang terbaik menjadi beban tersendiri yang bisa memicu perasaan kecewa.

Jika sudah seperti itu, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah meluapkan rasa kecewa kalian melalui kata-kata, sembari berusaha memaafkan diri sendiri. Beberapa kata-kata berbahasa Jawa di bawah bisa kamu gunakan untuk mengutarakan rasa kecewamu.

31. "Kanggo kepungkur, mandheg nyentek mburi. Aku ora pengin ndeleng sampeyan maneh."
(Teruntuk masa lalu, berhentilah menepuk punggungku. Aku tidak ingin melihatmu lagi)

32. "Aku kuwi wong sing digawe saka lara ati lan janji sing dilalekna."
(Aku adalah seseorang yang terbuat dari sakit hati dan janji yang teringkari)

33. "Sak umur-umurku, wong ngomong yen aku ora ana apa-apane."
(Seumur hidupku, orang-orang mengatakan aku bukanlah apa-apa)

34. "Urip ini ora sedhih nganti aku sadar opo wae sing ora isa tak duweni amarga kesalahanku dhewe."
(Hidup ini tak terlalu menyedihkan sampai aku menyadari berapa banyak hal yang tak bisa aku miliki karena kesalahanku)

35. "Mungsuhku sing paling gedhe kuwi awakku dhewe."
(Musuh terbesarku adalah diriku sendiri)

36. "Kenyataan sing paling nggawe sedhih iku yen sadar wis nyia-nyiakke kesempatan sing ora bakal teka ping loro."
(Kenyataan yang paling menyedihkan adalah menyadari diri ini telah menyia-nyiakan kesempatan yang tidak datang dua kali)

37. "Aku dadi korban saka kabeh rasa optimisku."
(Aku menjadi korban dari semua optimismeku)

38. "Aku bakal tetep neng kene kanggo nangisi salah-salahku."
(Aku akan tetap di sini untuk menangisi kesalahanku)

39. "Aku nyesel sak wis e sadar yen aku mbuang akeh wektu kanggo ora seneng."
(Aku menyesal setelah sadar bahwa aku membuang banyak waktu untuk tidak bahagia)

40. "Krasane sedhih yen aku wis nyoba paling apik, tapi kabeh ora cukup."
(Rasanya menyedihkan ketika diri sudah berusaha maksimal, tapi semuanya ternyata belum cukup)

reporter:mgg/agresti retno

Kata-kata kecewa bahasa Jawa sindirian halus namun lucu.

kecewa bahasa Jawa © 2023 brilio.net

foto: Instagram/@kha31ris

Deretan kalimat kecewa ini tepat buat kamu yang nggak ingin melukai perasaannya. Ungkapkan dengan sindiran halus, punya kesan lucu, tapi tetap mengena.

41. "Balikan karo mantan kuwi, koyo kowe njipuk tisu seng bar mbok nggo ngelap umbel, mbok lapke neng lambemu meneh."

(Kembali sama mantan itu, seperti kamu mengambil tisu yang sudah kamu pakai menghapus ingus, lalu kamu pakai untuk bibirmu lagi)

42. "Tresno ki kadang koyo criping telo, iso ajur nek kowe ora ngati-ati le nggowo."

(Cinta itu kadang seperti ceriping tal, bisa hancur kalau kamu tidak hati-hati membawanya)

43. "Yen kowe ra nduwe sego, yo ojo mangan konco."

(Kalau kamu tidak punya nasi, ya jangan makan teman)

44. "Nek kowe dikon milih de’e utowo aku, miliho de’e wae. Aku dudu pilihan. Mergo nek sing tenanan cinta kuwi ra bakal ninggal."

(Kalau kamu disuruh memilih dia atau aku, pilih dia saja. Aku bukan pilihan. Karena yang cinta beneran itu tidak akan pernah meninggalkan)

45. "Isih tetep bertahan karo wong sing isone mung nglarani kowe? Kuwi jenenge sayang? Opo ora iso golek sing luwih seko kuwi?"

(Masih tetap bertahan sama orang yang bisa membuatmu terluka? Itu namanya sayang? Apa tidak bisa mencari yang lebih baik lagi?)

46. "Kowe iku bagaikan embun pagi sing menyejukkan, tapi sayang aku ora tau ngerti mergo tangiku awan."

(Kamu itu seperti embun di pagi hari yang menyejukkan, tapi sayangnya aku tidak pernah tahu karena bangunku selalu siang)

47. "Kowe nek sayang ngomong, ojo ngode terus. Aku dudu brangkas sing butuh kode."

(Kamu kalau sayang itu bilang, jangan terus mengode. Aku bukan brangkas yang butuh kode)

48. "Tresno kuwi pancen aneh. Contone aku tresno kowe, tapi kowe ora tresno aku."

(Cinta itu memang aneh. Contohnya aku cinta kamu, tapi kamu tidak cinta aku)

49. "Kowe nangis mergo diputus pacarmu? Senasib ro aku. Reneo, aku dodolan tisu beli satu gratis satu."

(Kamu menangis karena diputus pacarmu? Sama seperti aku. Kemarilah, aku jualan tisu beli satu gratis satu)

50. "Mbendino kok foto karo pacare, opo mbiyen tuku HP-ne urunan?"

(Setiap hari foto dengan pacar, apa dulu beli HP-nya iuran?)

51. "Ngenteni awakmu sayang karo aku bebasan koyo ngenteni udan ning mongso ketigo, ora mungkin."

(Menunggu dirimu sayang sama aku seperti menunggu hujan di waktu ketiga, tidak mungkin)

52. "Wis kadung ngomong sayang jebule wis nduwe gandengan, wis kadung tak sawang malah ninggal kenangan."

(Sudah terlanjur bilang sayang ternyata sudah ada gandengan, sudah terlanjur aku tatap ternyata meninggalkan kenangan)

53. "Cah wadon bar dipuji tambah langsing, mangane malah tambah akeh."

(Seorang wanita setelah dipuji langsing, makannya malah jadi makin banyak)

54. "Nek mbendino kowe galau, terus kapan seneng-senenge? Umur kan awakdewe ramudeng."

(Kalau setiap hari kamu galau, lalu kapan senang-senangnya? Umur kita kan tidak ada yang tahu)

55. "Sing penting koe bahagia. Tapi karo nyong, udu karo wong lia."

(Yang penting kamu bahagia. Tapi sama aku saja, bukan sama orang lain)

56. "Ojo sombong nek dadi duwuran, ning pasar duwuran regane 10 ewu entuk. "

(Jangan sombong kalau jadi atasan. Di pasar, atasan diobral 10 ribu dapat 3.)

57. "Ono papat sing iso ngilang. Pertama malaikat, keloro jin, ketelu setan, kepapat wong utang ra iso nyaur."

(Ada empat yang bisa menghilang. Pertama malaikat, kedua jin. ketiga setan, keempat orang hutang gak bisa bayar)

58. "Sak abot-abote masalahmu, nek ditimbang yo ra bakal payu."

(Seberat apapun masalahmu, kalau ditimbang juga tidak akan laku.)

59. Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit."

(Dosa yang paling menyedihkan adalah pada sambat tidak punya duit.)

60. "Waktu adalah uang, yen kanca mbok jak dolan ngomong raenek wektu. Brarti wonge randue duwit. "

(Waktu adalah uang, jika temanmu kamu ajak keluar tidak ada waktu berarti dia tidak punya uang.)

61. "Ajar seko wulu kelek, meh kecepit tapi tetep tehar bertahan lan tetep tumbuh."

(Belajar dari bulu ketek meski selalu terhimpit tapi tetap tegar bertahan dan tetap tumbuh.)

62. "Jenenge urep mesti akeh cobaan. Yen akeh saweran kui jenenge dangdutan."

(Namanya hidup itu pasti banyak cobaan. Kalau banyak saweran itu dangdutan.)

63. "Jenenge wae urip, mesti akeh cobaane, nek akeh umbahane jenenge laundry."

(Namanya juga hidup, pasti banyak cobaan, kalau banyak cucian ya laundry)

64. "Nek ngomong ojo nhuwur-dhuwur. Mengko lambemu iso kesampluk pesawat."

(Kalau ngomong jangan ketinggian. Nanti mulutmu bisa kesenggol pesawat. )

65. "Niat kerjo, ora golek perkoro. Niat golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan."

(Niat bekerja, bukan cari perkara. Niat mencari rejeki, bukan cari perhatian belaka. Bukan balapan, apalagi ugal-ugalan)

66. "Uwong iku nek diapiki bales ngapiki. Nek wis diapiki malah nglarani iku berarti guduk uwong."

(Orang itu kalau dibaikin bales baiin. Kalau sudah dibaikin malah menyakiti, itu berarti bukan orang.)

67. "Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin iku perih."

(Kacang itu gurih, tapi kalau dikacangin itu perih.)

68. "Dadi wong ojo kaku-kaku, ndak koyo kanebo garing."

(Jadi orang jangan terlalu kaku, nanti seperti kanebo kering.)

69. "Udane awet, koyo lambemu nek ngomel, gak leren-leren."

(Hujannya awet nggak reda-reda, seperti mulutmu kalau ngomel, tidak pernah berhenti.)

70. "Konco kok moro nek butuh tok. Rumangsamu aku pom bensin?"

(Teman kok kalau datang hanya pas butuh saja. Menurutmu aku ini pom bensin apa?)

71. "Yen ngomong ojo kelegen, mundak lambemu dirubung semut."

(Kalau bicara jangan kemanisan, nanti mulutmu dikerubungi semut)

72. "Urip kui ibarate kopi asli tanpo gendis. Yen koe ora iso carane nikmati, mesti rasane pait."

(Hidup itu ibarat kopi asli tanpa gula. Missal tidak bisa menikmati, pasti rasanya pahit)

73. "Wong Jowo kui jos! Bensin dadi bengsin, cokelat dadi soklat, mobil dadi montor, utang dadi lali."

(Orang Jawa itu memang mantap! Bensin jadi bengsin, cokelat jadi soklat, mobil jadi montor, utang jadi lupa)

74. "Guyon ora popo, sing penting ojo jotos-jotosan, yo."

(Bercanda tidak apa apa, yang penting jangan berantem ya)

75. "Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit."

(Dosa yang paling menyedihkan adalah pada mengeluh tidak punya duit)

76. "Urip dipaido. Mati ditangisi. Waras dilarani."

(Hidup dikritik. Mati ditangisi. Waras disakiti)

77. "Ojo dirungokno omongane wong liyo sing nduwe cangkem tapi ora nduwe utek."

(Jangan dengerin omongan orang lain yang punya mulut tapi nggak punya otak)

78. "Ojo nganti sabarku ilang mergo kon ngerteni kowe terus saben dino."

(Jangan sampai sabarku hilang karena harus ngertiin kamu terus setiap hari)

79. "Meneng kui luweh apik, ketimbang ngomong mung nambahi masalah".

(Diam itu lebih baik, daripada banyak omong menambah masalah)

80. "Umpomo fotomu ora editan. Opo kowe ora payu?"

(Seumpama fotomu nggak editan. Apa kamu nggak laku?)

81. "Dadi wong ojo kaku-kaku, ndak koyo kanebo garing."

(Jadi orang jangan terlalu kaku, nanti seperti kanebo kering)

82. "Kadang mripat iso salah nyawang, kuping iso salah krungu, lambe iso salah ngomong, nanging ati ora bakal iso diapusi."

(Terkadang mata bisa salah melihat, telinga bisa salah mendengar, mulut bisa salah mengucap, tapi hati tak bisa dibohongi dan membohongi)

83. "Kadang niat apik ora mesti ditanggepi wong liya apik. Sante lain kalem bae."

(Kadang niat yang baik tidak selalu ditanggapi orang lain baik. Santai saja)

84. "Konco kok moro nek butuh tok. Rumangsamu aku pom bensin?"

(Teman kok kalau datang hanya pas butuh saja. Menurutmu aku ini pom bensin apa?)

85. "Kowe ngelih banget, po? Nganthi mangan omonganmu dewe"

(Kamu lapar banget? Sampai makan omonganmu sendiri?)

Kata-kata kecewa bahasa Jawa gambaran kesedihan.

kecewa bahasa Jawa © 2023 brilio.net

foto: pixabay.com

Kekecewaan bisa membuat seseorang merasakan kesedihan yang mendalam. Kesedihan tersebut bisa diungkapkan lewat kata-kata kecewa bahasa Jawa yang bisa menjadi gambaran dari perasaan kamu.

86. "Kula ngertos nek rejeki niku mung titipan. Tapi Gusti, mbok nek nitip kathah sekedhik."

(Saya tahu kalau rejeki itu titipan. Tapi kalau nitip, agak banyakan dikit, dong, Tuhan)

87. "Ikhlas iku koyok keset, dipidek-pidek tetep kudu welcome."

(Ikhlas itu seperti keset, walau diinjak-injak tetap harus welcome.)

88. "Sak abot-abote masalahmu, nek ditimbang yo ra bakal payu."

(Seberat apa pun masalahmu, kalau ditimbang juga tidak akan laku)

89. "Saking galau ne, krungu lagu Balonku wae atiku kemropok."

(Begitu galaunya sampai dengar lagu Balonku aja hatiku hancur)

90. "Urip ki mbok digawe rileks wae, ojo sregep-sregep malah mundak sugih."

(Hidup itu dibikin santai aja, jangan rajin-rajin malah cepet kaya)

91. "Musuh paling gedhe ning donya iki, yen ora lambene tonggo yo lambene konco."

(Musuh paling besar di dunia ini, kalau nggak mulutnya tetangga ya mulutnya teman)

92. "Dadi omongan tonggo mergo kerep mulih bengi."

(Jadi bahan omongan tetangga karena sering pulang malam)

93. "Kerjo ra penak. Ora penak meneh nek kowe ki ora kerjo terus dirasani tonggo."

(Kerja itu nggak enak. Semakin nggak enak kalau nggak kerja terus diomongin tetangga)

94. "Ora peduli omongan tonggo, aku urip ora dibayari kono."

(Tidak peduli omongan tetangga, aku hidup tidak dibayari mereka)

95. "Urip iku koyo sepur, tinggalke wae sing ora perlu dienteni, tabrak ae sing ngalangi dalanmu."

(Hidup itu seperti kereta, tinggalkan saja yang nggak perlu ditunggu, tabrak aja yang menghalangi jalanmu)

96. "Kudu semangat masio gak ono sing nyemangati."

(Harus semangat walaupun tidak ada yang menyemangati)

97. "Urepmu gak duwe tujuan? Koyok wong kebelet tapi ga nemu jedeng ae."

(Hidup tanpa tujuan seperti orang yang kebelet tapi tidak menemukan WC)

98. "Kabeh tugas kuwi gampang, nek ora usah di garap."

(Semua pekerjaan itu mudah, jika tidak usah dikerjakan)

99. "Abot dipikul bareng, enteng di gowo bareng, nek abot loro karone dipaketno ae."

(Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, kalau sama sama berat dipaketin aja)

100. "Ojo ragu mecahno masalah, kecuali nek onok tulisan, 'Mecahno tuku'."

(Jangan ragu untuk sekadar memecahkan masalah, kecuali kalau ada tulisan 'Memecahkan berarti membeli')

101. "Aku wes ra kuat. Tresno seng tak bangon kawet 0 karo kowe, mbok ambrokne ngnono wae."

(Aku sudah tidak kuat. Cinta yang aku bangun dari 0 bersama mu, kamu robohkahkan begitu saja)

102. "Kabeh uwong kui duwe kekurangan."

(Semua orang itu punya kekurangan masing-masing)

103. "Pangarapku marang sampeyan bubar nyritakake sapa sejatine sampeyan."

(Harapanku kepadamu hilang setelah tahu siapa kamu sebenarnya)

104. "Isih tetep bertahan karo kowe sing tiap dino klarani aku."

(Masih bertahan sama kamu yang setiap hari menyakiti aku)

105. "Pangarepan iku sumbere lara ati."

(Keinginan adalah akar dari semua sakit hati)

106. "Abot dipikul bareng, enteng digowo bareng, nek abot loro karone dipaketno ae."

(Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, kalo sama sama berat dipaketin aja)

107. "Nelongso rasane, sing tak tresno ono sing nduwe."

(Sedih rasanya, yang aku cinta sudah ada yang punya)

108. "Aku pengin ndhelik ing endi wae. Donya iki kebak goroh."

(Aku ingin bersembunyi di suatu tempat. Dunia ini penuh dengan kebohongan)

109. "Arep pie wae sikapmu neng aku, aku tetep nerimo meski atiku ngenes, mergone aku iki sayang."

(Arep pie wae sikapmu neng aku, aku tetep nerimo meski atiku ngenes, mergone aku iki sayang)

110. "Lorone untu ono mantri seng iso ngobati, tapi lorone ati sampek mati ra iso lali."

(Sakitnya gigi ada dokter yang bisa mengobati, tapi sakitnya hati sampai mati gak bisa melupakanya)

111. "Ora penting mikir malam mingguan, seng penting malam lamaran."

(Tidak penting memikirkan malam minggu, yang penting adalah malam lamaran)