Brilio.net - Melihat potret lawas, tentu memberikan arti tersendiri. Dalam satu potret, terdapat banyak cerita yang muncul. Ya, potret lawas hitam putih ini selalu bisa memberi cerita kepada siapa saja yang melihat.

Apalagi di zaman dulu, memotret suatu objek hanya pada momen yang dinilai berharga karena peralatan yang digunakan masih terbatas. Beda dengan zaman sekarang yang serba canggih, hanya bermodal ponsel pun bisa memotret.

Seperti yang kita ketahui, Solo juga memiliki kebudayaan Jawa yang kental layaknya Jogja. Ada banyak peninggalan kebudayaan yang tersebar di kota di Jawa Tengah itu.

Tak hanya itu, kehidupan masyarakatnya di zaman dulu juga sangat menarik lho. Bahkan dulunya Solo punya warung menjual opium legal lho. Penasaran seperti apa potret lawas Solo? Yuk simak 15 potret lawas Solo yang brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Kamis (14/12).

1. KRD Kuda Putih, penghubung Solo-Jogja antara tahun 1960-an hingga 1980-an. Kereta ini pendahulunya Prameks lho.

Loading...

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Twitter/@potretlawas

2. Bloemstraat Solo di awal abad ke-20. Kini namanya berganti menjadi Jalan Sungai Barito, Pasar Kliwon.

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Twitter/@potretlawas

3. Pasca perang Jawa, pohon sawokecik adalah kode para pengikut Pangeran Diponegoro. Keraton Solo juga menanamnya.

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Twitter/@potretlawas

4. Prapatan Panggung Jebres Solo di tahun 1970. Ramai sepeda yang berlalu lalang.

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Twitter/@potretlawas

5. Tempat penjualan madat opium di Solo sekitar tahun 1900-an. Di era itu opium masih legal lho.

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Twitter/@potretlawas

6. Suasana masyarakat sedang menerobos banjir di Solo pada tahun 1925.

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Twitter/@potretlawas

7. Gapura Masjid Keratob Solo di tahun 1900-an. Bentuknya tetap sama hingga kini, bedanya sudah ditambah jam.

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Twitter/@potretlawas

8. Sastrawan peraih Nobel Rabindranath Tagore saat melawat Mangkunegaraan di Solo pada tahun 1927.

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Twitter/@potretlawas

9. Sebuah akrobat sepeda di stadion di Surakarta pada tahun 1948.

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Nederlands Fotomuseum

10. Potret angkringan di zaman dulu, sekitar tahun 1900-an.

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Twitter/@potretlawas

11. Klenteng Pasar Gede di tahun 1900-an. Dibangun segera setelah Keraton Solo berdiri di tahun 1744.

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Twitter/@potretlawas

12. Lokasi di Gladak, Solo pada tahun 1928. Di ujung jalan itu merupakan Alun-alun Utara dan yang di sebelah kanan itu kantor BI lama.

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Twitter/@potretlawas

13. Presiden Soeharto sedang makan siang di Polanharjo dalam kunjungan incognito pada 22 Juli 1970.

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Twitter/@potretlawas

14. Para pembatik Solo di tahun 1925. Lokasi pastinya tidak diketahui, namun Laweyan adalah pusat batik sejak dulu.

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Twitter/@potretlawas

15. Gereja Penabur, Gladag, Solo di tahun 1900-an. Dibangun pada tahun 1832 dan kini masih digunakan.

potret lawas solo  © 2017 berbagai sumber

foto: Twitter/@potretlawas