Brilio.net - Gara-gara menolak uang tip dari penumpang, tangan Sukri, airport helper yang bertugas di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) bengkak. Lho kok bisa?

Ceritanya berawal ketika airport helper bernomor punggung 0312 itu membantu mengangkat bagasi seorang penumpang, Sabtu (7/10). Setelah itu, si penumpang ingin memberikan tip kepada Sukri.

Namun Sukri menolak menerima uang itu. “Ini sudah menjadi tugas saya,” kata Sukri kepada penumpang tersebut.

Sukri sudah 15 tahun bekerja sebagai helper di Bandara Soetta

Sukri © 2017 brilio.net

Loading...

Tapi si penumpang yang baik itu tetap memaksa agar Sukri menerima pemberiannya. “Gaji kamu berapa sih, pakai nolak?” kata si penumpang.

Lagi-lagi Sukri menolak. Namun si penumpang kembali memaksa agar Sukri menerimanya sambil meremas tangannya. Akibatnya, jari tengah Sukri tertekuk dan bengkak.

Meski begitu, Sukri tetap komitmen nggak mau menerima tip dari penumpang itu. Ia pun nggak dendam dengan si penumpang. Malah, Sukri meminta si penumpang menghargai kerja para helper.

Nggak boleh terima tip lho

Sukri © 2017 brilio.net

Tapi kenapa ya Sukri menolak tip tersebut? Asal tahu saja, sejak September 2017, PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola menggratiskan jasa airport helper.

Sebab, kini helper di Bandara Soetta menerima gaji setara Upah Minimum Regional (UMR). Karena itu nggak heran jika sekarang mereka bukan lagi disebut porter, tapi airport helper sekaligus pengumpul troli. Oh ya, para helper ini berada di bawah PT Angkasa Pura Solusi, anak usaha PT AP II.  

Nah Sukri sudah 15 tahun bekerja sebagai helper. Sebelum diangkat menjadi pegawai, Sukri bekerja tanpa digaji lho. Ia selalu mengharapkan “imbalan” dari penumpang atas jasanya.

Dulu selalu mengharapkan upah dari para penumpang, sekarang nggak lagi

Sukri © 2017 brilio.net

Ia juga mesti membayar Rp 250 ribu per hari untuk “bandar” yang membawanya bekerja di bandara. Tapi, sejak diangkat menjadi pegawai PT AP II, ia mendapatkan gaji per bulan. Namun sebagai helper ia dilarang menerima tip dari para penumpang yang ditolongnya.

“Jadi mindset-nya harus diubah, bukan lagi meminta atau memaksa dibayar, transaksi seperti itu sudah tidak ada lagi, semua free of charge,” kata Dewandono Prasetyo Nugroho, Department Communication Supervisor PT Angkasa Pura II, Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Prasetyo berharap, para pengguna jasa tidak lagi memberikan tip atau imbalan atas jasa helper. Dengan begitu, diharapkan Bandara Soekarno-Hatta menjadi bandara berkelas dunia. Jasa helper tidak hanya tersedia di Terminal III, tapi juga di Terminal I dan II Bandara Soetta.

Sukri, satu dari sekian banyak helper di Bandara Soetta yang masih memberikan harapan pada Indonesia bahwa selalu ada orang baik lho. Nah mulai sekarang kamu para pengguna jasa bandara juga mesti mengobarkan semangat #KomitmenMenolakTip. No tipping.

Nih keseharian Sukri di Terminal II Bandara Soetta