Brilio.net - Jahitan luka sepanjang 5 sentimeter membuat kepala Abdul Rohim pitak, tepat di tengah atas.

Luka itu didapatkan Rohim dua tahun lalu ketika tengah menyapu paku. Sepeda motor menabraknya.

“Mereka sengaja menabrak karena disertai ancaman mau bunuh saya,” katanya.

Karena ancaman itu, istrinya Siti Rahayah, menyarankan agar Rohim menghentikan aktivitasnya. Tetapi anjuran itu tak digubris. Justru lelaki kelahiran Rangkasbitung ini, makin berani dengan kegiatannya.

Itu sekelumit kisah perjuangan Abdul Rohim, sosok yang baru saja mendapat anugerah Tokoh Metro dari salah satu harian terkemuka Tanah Air, Koran Tempo.

Loading...

Penghargaan tersebut melengkapi apresiasi-apresiasi sebelumnya yang didapatkan, di antaranya, dari Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin (2012), dari Kapolda Metro Jaya Untung Suharsono Radjab (2012) dan Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian, sekarang Kapolri (2015).

Semua itu didapatkan pria yang hanya lulusan sekolah dasar (SD) tersebut karena aksi sosial dan kerelawanannya menjadi penyapu ranjau paku di jalanan Ibu Kota Jakarta atau Sapu Bersih Ranjau Paku (SABER).

Rohim mengaku mulai membersihkan paku di jalanan Daan Mogot, Jakarta Barat, awal 2010. Dia melakukan kerja sosial ini sepulang kantor. Dengan tangan telanjang, Rohim memungut paku yang bertebaran di jalan. Alasan Rohim turun tangan sangat klasik, tak ada aparat yang mau berbuat.

Aksinya ini makin lama makin mendapat respons positif masyarakat. Lebih-lebih mereka yang sudah menjadi korban. "Ya tahu sendiri, jalanan Ibu Kota ini ibarat belantara, banyak tangan usil mencari keuntungan dari menebar paku," aku Rahmat salah seorang pengguna jalan Ibu Kota kepada brilio.net.

Rohim kini kerap mengunggah kegiatannya di Twitter @rohim_saber. Penemuan ranjau paku kerap ia unggah. Salah satunya hasil penemuan pada 2016 lalu yang ia bagikan.

Selain itu, Rohim juga kerap berbagi info lain melalui tweet-nya, baik berupa informasi lalu lintas, kecelakaan maupun tips menghindari ranjau paku.

Salah satu tips yang ia bagikan seperti tweet ini, "Jika melewati daerah rawan ranjau paku pelan2 maks 20km/ jam diatas 40km /jam rawan terkena ranjau."

Indonesia butuh tangan-tangan ikhlas seperti yang dilakukan Rohim untuk membuat lingkungan lebih baik lagi.