Brilio.net - Mengulas kembali sejarah asmara Gusti Nurul selalu memberikan daya tarik tersendiri, terutama mengenai prinsip teguhnya dalam memilih pasangan hidup. Meski peristiwa kepulangannya sudah berlalu sejak tahun 2015, kisah sang primadona Mangkunegaran ini tetap relevan untuk dibicarakan karena keberaniannya menyisihkan empat tokoh besar republik demi cinta yang sederhana.

Kisah cinta Gusti Nurul  foto: Liputan6.com/Reza Kuncoro foto: budaya.jogjaprov.go.id

Kisah cinta Gusti Nurul
foto: Liputan6.com/Reza Kuncoro

Pesona yang Memikat Tokoh-Tokoh Bangsa

Gusti Nurul merupakan putri dari pernikahan HRH Mangkunegoro VII dan GKR Timur Mursudariyah. Sosok putri keraton ini dikenal memiliki berbagai kelebihan, sehingga tak heran jika empat tokoh penting bangsa sempat berlomba untuk menaklukkan hatinya. Nama-nama besar yang menjadi pengagumnya antara lain:

Soekarno.
Sultan Hamengkubuwono IX.
Sutan Sjahrir.
Kolonel GPH Djatikusumo.

Sosok Kolonel Soerjo Soejarso: Pemenang di Antara Para Raksasa

Kisah cinta Gusti Nurul  foto: Liputan6.com/Reza Kuncoro foto: budaya.jogjaprov.go.id

Kisah cinta Gusti Nurul
foto: budaya.jogjaprov.go.id

Di balik hiruk pikuk persaingan tokoh-tokoh besar tersebut, Gusti Nurul justru menjatuhkan pilihannya kepada Kolonel Soerjo Soejarso. Pilihan ini cukup mengejutkan banyak pihak karena Soerjo Soejarso merupakan sosok pria sederhana yang jauh dari dunia politik praktis.

Latar Belakang: Soerjo Soejarso adalah lulusan KMA Breda tahun 1939.

Hubungan Keluarga: Ternyata, pria ini masih memiliki hubungan kekerabatan sebagai sepupu dari Gusti Nurul.

Karier Militer: Ia merupakan seorang perwira di belakang meja yang diperintahkan Jenderal Nasution bertugas di Detasemen Kavaleri.

Karakter: Sebagai hasil didikan keluarga aristokrat, ia dikenal memiliki tutur kata yang sangat sopan dan karakter yang lembut.

Kekuatan Karakter di Balik Kesederhanaan

Kemenangan Soerjo Soejarso dalam merebut hati Gusti Nurul membuktikan bahwa ketenangan dan kesantunan mampu menarik perhatian sang putri cerdas. Salah satu cerita unik yang menunjukkan karakter Soerjo Soejarso adalah saat ia memprotes kebijakan Jenderal Nasution di detasemennya hanya dengan cara datang dan duduk diam di ruang kerja sang jenderal hingga aksinya tersebut diceritakan kembali oleh Nasution.