Brilio.net - Dalam perkuliahan, biasanya memang selalu terjadi interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Mulai dari perkuliahan biasa hingga hanya bercengkerama bersama di ruang kelas agar lebih akrab. Setiap interaksi yang terjadi pun selalu dipenuhi celetukan-celetukan khas mahasiswa yang bisa membuat suasana menjadi hangat.

Di saat proses perkuliahan pun, sebagian besar kelas selalu menyediakan proyektor agar mudah dalam menyampaikan materi. Nah, namun apa jadinya jika proyektor rusak dan perkuliahan pun menjadi terganggu? Seperti kisah berikut ini yang brilio.net kutip dari akun Facebook I Made Andi Arsana yang merupakan dosen Teknik Geodesi UGM. Dalam unggahan dosen UGM ini, ia menceritakan kendala yang terjadi saat akan memberikan materi kuliah. Namun, kisah yang diunggahnya itu sungguh di luar dugaan dan memukau siapa saja yang membaca. Berikut unggahan akun Facebook I Made Andi Arsana yang brilio.net kutip, Sabtu (6/5).

proyektor dosen rusak  © 2017 berbagai sumber

Kisah yang diunggah dosen UGM ini pun ternyata menjadi inspirasi bagi semua orang. Terbukti beberapa dari netizen ada yang meminta izin untuk share kembali unggahan ini. Selain itu, unggahan I Made Andi Arsana ini juga menuai banyak komentar bernada positif.

"Pak Dosen, itu anak-anak wajib baca buku Berpikir dan Berjiwa Besar," ungkap akun Erwin Sasongko.

Loading...

"Dan ini berlanjut di dunia kerja. Akhirnya banyak yang ragu mengambil inisiatif. Akhirnya hal ini yang membuat seolah-olah tenaga ekspat lebih jago, inisiatif yang mereka ambil berdasarkan ilmu+pengetahuan terukur seolah-olah spesial," kata akun Izul Zulkifly.

"Bagus sekali, pak Made. Mereka beruntung mendengan 3+1 karena saya belum pernah tahu rumus ini. Dan lebih beruntung lagi jika mereka semua menularkannya ke lingkungan mereka juga. 3+1, 1 kritik diganti jadi 1 saran positif saja ya. Karena ego kita dasarnya tidak suka dikritik meskipun halus." kata akun Surya Antix.

"Hebat lo pak I Made Andi Arsana... Bapak bukan sedang tiba-tiba menjadi ahli di bidang psikologi, karena apa yang bapak katakan benar, teorinya ada.. Kami biasa menyebut prinsip Applied Behavior Analysis.." kata akun Dita Kurnia Sari.