Brilio.net - Sudah menjadi rahasia umum jika Presiden Joko Widodo merupakan seorang pengusaha mebel. Ia sudah menggeluti usaha ini selama 27 tahun lamanya. Saat ini perusahaan mebelnya pun sudah mengekspor ke berbagai benua seperti Eropa dan Amerika. Yang terbaru perusahaannya banyak menjual barang ke Korea dan Jepang.

Dilansir dari akun Facebook pribadi Jokowi, awalnya sangat susah untuk mengembangkan bisnis ini. Susah mulai dari mencari pinjaman modal, mengurus izin yang rumit, mencari pembeli secara door to door hingga mengurusi alat-alat produksi.

"Seperti yang saya ceritakan dalam acara Entrepreneurs Wanted! di Bandung siang tadi, saya tahu betul bagaimana susahnya cari modal usaha di awal-awal, kemudian keliling-keliling mencari pembeli, mengurus perizinan yang rumit, mengisi SPT pajak, mengurus karyawan, pegawai, dan mengurusi alat-alat produksi," jelas Jokowi.

Dalam curhatannya Presiden Indonesia ini juga mengunggah fotonya saat masih muda. Foto tersebut diambil di dalam ruangan produksi perusahaan mebelnya. Tampak Jokowi sedang mengobrol dengan para karyawan sambil memegang barang produksi yang baru setengah jadi. Para karyawan ini tampaknya menghentikan kegiatan bekerja mereka demi mendengar Jokowi berbicara.

Loading...

Dalam akhir postingannya Jokowi merasa sedih karena dari ketiga anaknya tidak ada satupun yang mau menerusi bisnisnya. Bahkan bisnis Gibran dan Kaesang yang hanya jualan martabak dan pisang goreng memiliki brand value lima kali lipat lebih tinggi dibanding bisnis mebelnya.

"Rupanya ini yang membedakan antara generasi tua dengan generasi muda saat ini. Generasi dahulu seperti saya lebih bangga jika memiliki aset besar, karyawan banyak, dan ekspor besar. Saat ini ada hal yang lebih besar nilainya yakni 'brand value'," tutup Jokowi dalam statusnya.