×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Kisah pemilik Bakso Klenger, pernah gagal bisnis rumah makan prasmanan

View Image

0

BRILIO » Sosok

Kisah pemilik Bakso Klenger, pernah gagal bisnis rumah makan prasmanan

Achmad Fardiansyah Taufik, pemilik Bakso Klenger. (foto: brilio.net/Angga Roni P)

Usaha rumah makan prasmanan hanya bertahan beberapa minggu.

02 / 03 / 2016

Brilio.net - Bakso Klenger yang merupakan bakso ukuran raksasa sekarang ini lagi hits banget. Berawal dari sebuah warung di Kota Jogja, nama Bakso Klenger bisa dibilang terkenal di mana-mana. BACA JUGA: Bakso Klenger, kedai istimewa yang suguhkan bakso seberat 3 kilogram

Namun tahukah kamu kalau sebelum sukses dengan Bakso Klenger, sang pemilik Achmad Fardiansyah Taufik (31) pernah gagal berbisnis rumah makan prasmanan.

"Usaha rumah makan prasmanan hanya bertahan beberapa minggu. Tempatnya sebenarnya tidak jauh juga dari warung yang sekarang di Jalan Nologaten. Mungkin kurang promosi atau apa waktu itu," ujar Taufik kepada brilio.net beberapa waktu lalu.

Taufik yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kemudian menutup rumah makan prasmanannya dan memilih membuka warung bakso seperti keluarganya di NTB yang juga memiliki usaha warung bakso.

"Ya bisa dibilang usaha keluarga juga. Tapi beberapa bulan berjalan, warung bakso yang saat itu masih berukuran biasa juga masih sepi," ungkapnya.

Loading...

Ia beserta istrinya, Septika kemudian putar otak bagaimana caranya agar orang mau mengunjungi warung baksonya. Saat itu ia tidak berharap muluk-muluk.

"Saat itu saya hanya berpikir bagaimana orang mau datang saja ke warung bakso saya dan sekadar mencicipi bakso saya," kenang Taufik yang merupakan seorang Sarjana Hukum ini.

Akhirnya, Taufik memilih untuk membuat bakso yang ukurannya nggak normal. Awalnya hanya ukuran 250 gram namun seiring waktu, Taufik juga membuat bakso ukuran 500 gram, satu kilogram, dua kilo gram, tiga kilogram, bahkan hingga lima kilogram.

"Nah, saat itu tahun 2011 saya bingung mau kasih nama apa. Kemudian saya kepikiran nama 'Klenger'. Klenger di sini maksudnya orang sampai nggak akan habis menikmati bakso besar ini sendirian," tambahnya

Warung Bakso Klenger miliknya di jalan Nologaten, Yogyakarta kini semakin ramai dikunjungi pembeli. Taufik pun sering diwawancarai berbagai media seiring inovasi kulinernya. Ke depannya, Taufik berharap bisa membuka cabang Bakso Klengernya di Jakarta dan Bali. Semoga berhasil, bro!





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    50%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    25%

  • Sedih

    25%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more