Brilio.net - Mbah Ujang merupakan salah satu saksi sejarah penjajahan kolonial di Indonesia. Meski usianya terbilang sangat tua, namun raganya masih terlihat bugar. Kakek yang sehari-hari memenuhi hidup dari memulung barang bekas ini ingat betul ketika Jepang datang ke Indonesia dirinya masih muda. Kini, kira-kira usia Mbah Ujang telah mencapai seabad.

Kala itu, pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah ini dibawa Jepang ke Kota Medan untuk bekerja di sana. Dia mengaku dipaksa bekerja sebagai juru masak.

Selepas penjajahan Jepang, Mbah Ujang banyak berpindah-pindah ke berbagai daerah. Seringnya berinteraksi dengan banyak orang membuat Mbah Ujang bisa bicara macam-macam bahasa. Ia fasih berbicara Jawa, Palembang, Minang, Inggris, hingga bahasa Jepang. Hingga sekarang, ia menghabiskan masa tuanya di Kota Yogyakarta.

Penasaran seperti apa kehidupan Mbah Ujang? Yuk simak video eksklusif dari brilio.net berikut ini, Kamis (20/4). Dijamin menginspirasimu.

Loading...