Brilio.net - Pada 1967, seorang mahasiswi jurusan Jurnalistik Universitas Syracuse New York menjadi wanita pertama yang bisa berlaga dalam salah satu ajang atletik bergengsi Maraton Boston. Maraton Boston adalah perlombaan tahunan yang diselenggarakan di beberapa kota di Boston Raya, Massachusetts bagian timur oleh Asosiasi Atletik Boston. Merupakan ajang maraton tertua di dunia. 

Ajang ini telah dimulai sejak tahun 1897 setiap Hari Patriot, Senin ketiga bulan April. Maraton Boston menjadi salah satu dari enam perlombaan maraton yang masuk dalam serial Maraton Utama Dunia. Kini, ada beberapa pengategorian dalam Maraton Boston, misalnya Putra/Putri, Kursi Roda Putra/Putri, usia 18-39 putra/putri, 40-44 Putra/Putri, 45-49 Putra/Putri dan lainnya.

Uniknya, mahasiswi bernama Kathrine Switzer itu pada Senin (17/4) kembali mengikuti ajang tersebut di usianya yang 70 tahun. Ini merupakan keikutsertaannya yang ke-9, dan dia berhasil menyentuh garis finish setelah menempuh 42 km.

Berikut adalah seputar informasi tentang sosok Kathrine Switzer, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (18/4).

1. Switzer menyelesaikan lomba di bawah waktu kualifikasi, yaitu 4 jam 44 menit 31 detik.

Loading...

Kathrine Switzer © 2017 istimewa

foto: independent.co.uk

2. Pada Maraton Boston 1967 dia mendapat serangan dari salah seorang panitia acara karena dia seorang wanita. Meski begitu, dia berhasil sampai finish.

Kathrine Switzer © 2017 istimewa

foto: cnn.com

3. Langkahnya adalah jalan awal bagi wanita untuk dapat berpartisipasi dalam perlombaan lari.

Kathrine Switzer © 2017 istimewa

foto: cnn.com

4. Switzer telah berlatih menjadi pelari sejak usia 12 tahun. Pada usia 20 tahun barulah benar-benar dapat mengikuti lomba atas dorongan pelatihnya.

Kathrine Switzer © 2017 istimewa

foto: twitter @LisaWBZ

5. Kala itu ketika mendaftar, dia menggunakan inisial namanya KV Switzer sehingga tidak teridentifikasi sebagai perempuan.

Kathrine Switzer © 2017 istimewa

foto: twitter @davidwade

6. Namun ketika lomba, Switzer terang-terangan menampakkan diri sebagai seorang wanita. Rambut panjangnya tampak, dia memakai lipstik dan eyeliner menuju garis start. Semua orang di sekitarnya tahu bahwa dia adalah seorang wanita.

Kathrine Switzer © 2017 istimewa

foto: twitter @KVSwitzer

7. Baru berlari dua mil, dia diserang seorang ofisial. Juga diteriaki agar keluar dari arena lomba serta menyerahkan nomornya. Namun pacarnya yang turut berlari di belakang dapat mengantisipasi sehingga Switzer tetap mampu berlari hingga akhir.

Kathrine Switzer © 2017 istimewa

foto: twitter @exitthelemming

8. "Tidak ada aturan yang nyata pada tahun 1967 yang menyatakan bahwa Marathon adalah untuk laki-laki saja. Juga tidak harus menerangkan jenis kelamin pada formulir pendaftaran. Tapi hampir semua olahraga adalah untuk laki-laki. Wanita jarang berpartisipasi. Kebanyakan orang berasumsi bahwa perempuan tidak bisa mengikuti maraton hingga finish dan jika memaksa maka hanya akan melukai diri sendiri," kata Switzer.

Kathrine Switzer © 2017 istimewa

foto: twitter @darrenrovell

9. "Saya tahu jika saya keluar arena tidak akan ada yang percaya bahwa wanita bisa pantas berada di Maraton Boston. Mereka hanya akan berpikir bahwa saya adalah badut, dan bahwa perempuan menerobos masuk ke acara yang tidak cocok. Saya serius melanjutkan dan saya tidak akan membiarkan rasa takut menghentikan saya."

Kathrine Switzer © 2017 istimewa

foto: twitter @darrenrovell

10. Pada 1967 Switzer mendapat nomor 261. Pada 2017, dia mendapat nomor yang sama.

Kathrine Switzer © 2017 istimewa

foto: twitter @exitthelemming