Brilio.net - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kembali menuai pujian berkat jawabannya atas celetukan netizen di media sosial. Perdebatan itu diawali saat Kang Emil mengunggah pendapatnya tentang demokrasi.

"Demokrasi itu hrs dibarengi edukasi nalar. Jika tdk, bisa lahir populisme tnp nalar. Kalo kata suara mayoritas, mari masuk jurang. Mau?" tulis Ridwan Kamil beberapa waktu lalu lewat akun Twitternya.

balasan ridwan kamil kepada netizen tentang demokrasi ini nampol abis © 2016 twitter

Cuitannya ini pun langsung mendapat tanggapan yang beragam dari netizen. Selang beberapa menit Kang Emil kembali mengutarakan pendapatnya lagi.

"Demokrasi bisa berbahaya pd masy yg tidak siap. Krn itu Pemimpin hrs berani lawan arus jika nalar/hukum/etika sdh benar tp masih jg diprotes," cuit Kang Emil kembali.

Loading...

balasan ridwan kamil kepada netizen tentang demokrasi ini nampol abis © 2016 twitter

Nah, dipostingannya yang kedua ini tiba-tiba muncul seorang netizen yang ikut mengomentari cuitan Kang Emil. Dia meminta Ridwal Kamil meninggalkan sistem demokrasi.

"@ridwankamil maka dr itu, jgn ikuti demokrasi, karena bukan hukum islam, bertentangan dengan agama," balas netizen dengan nama akun @ahsanbugis81.

balasan ridwan kamil kepada netizen tentang demokrasi ini nampol abis © 2016 twitter

Tak butuh waktu lama, Kang Emil pun langsung membalas cuitan netizen tersebut dengan jawaban yang menohok. Dia mempersilakan pemilik akun itu untuk pindah negara karena Indonesia sudah final menyepakati demokrasi.

"Makanya tipe kamu pindah negara aja. karena negeri ini kesepakatannya adalah demokrasi. nuhun," sahut Ridwan Kamil.

balasan ridwan kamil kepada netizen tentang demokrasi ini nampol abis © 2016 twitter

Balasan menohok Ridwan Kamil ini langsung mengundang reaksi dari para netizen lainnya. Selain itu, cuitannya langsung diretweet oleh ribuan netizen lainnya.

"@ridwankamil @ahsanbugis81 jleb, mangga jika tdk mengakui Konstitusi silahkan keluar Dari NKRI," cuit @Hasanbdg.

"@ridwankamil @TolakBigotRI @ahsanbugis81 demokrasi sudah jadi kesepakatan para founding father bangsa ini yang plural," sambung @AdrianWBS.

Wah-wah, seru banget ya kayaknya. Kalau kamu setuju yang mana nih?