Brilio.net - Perundungan mengarah ke tindak penganiayaan dialami Cahya Anugraheni pelajar kelas 8 SMP Muhammadiyah, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. Video perundungan itu pun viral dan menjadi perhatian banyak kalangan. Video berdurasi sekitar 30 detik berisi adegan tiga siswa laki-laki yang masih teman sekelas melakukan penganiayaan.

Sebagai tindak lanjut kasus perundungan atau bullying siswa SMP di Purworejo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memutuskan untuk mengambil tindakan tegas. Setelah ketiga pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengusulkan untuk menutup sekolah tempat terjadinya perundungan.

Ganjar berencana melebur sekolah berkapasitas kecil tersebut dengan sekolah lain di sekitarnya. Usulan itu disampaikan Ganjar sebagai tindak lanjut kasus perundungan yang bikin heboh jagat maya.

Berdasarkan penelusuran di laman Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah tempat terjadinya perundungan hanya mendidik 21 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar.

Rombongan belajar 7 dan 8 masing-masing berisi 6 siswa, adapun rombongan belajar 9 terdiri dari 9 siswa. Seluruh murid diampu oleh 8 guru dan 4 tenaga kependidikan.

Loading...

"Sekarang mesti kita pikirkan bagaimana mengevaluasi sekolah seperti ini. Dengan sekolah berkapasitas sedikit, jangan-jangan sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan pun tidak mampu?" kata Ganjar dikutip dari Liputan6.com.

Terkait keputusan akhir, Ganjar akan meminta masukan kepada seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan terkait kemungkinan menutup sekolah tersebut atau melebur sekolah berkapasitas murid kecil dengan sekolah di sekitarnya.

"Mungkin kita harus berani ambil tindakan. Sekarang saya lagi minta regulasinya ditata dan saya minta kepada semua pemangku kepentingan pendidikan yang begini boleh gak sih dilikuidasi? Saya kira kalau seperti itu gak ada muridnya atau gak bisa keluar dengan baik ditutup saja atau digabung dengan sekolah kiri kanannya," lanjut Ganjar.

Seperti diketahui foto aksi perundungan tersebut dibagikan pemilik akun facebook Sarino R. Sedangkan foto berikutnya dibagikan pemilik akun facebook Sigit Darmoko Purworejo. Setelah foto dan video tersebut sempat viral, Ganjar Pranowo langsung bereaksi dengan menelepon Bupati Purworejo, Agus Bastian. Hal ini disampaikannya melalui akun resmi Instagramnya, @ganjar_pranowo.

"Stop Perundungan! Akun saya dipenuhi info ttg video anak salah satu SMP di Butuh Purworejo. Kasek sdh saya telp & dia sdh menanganinya, demikian juga pihak kepolisian sdh mendapatkan laporan.

Pak Bupati jg sdh saya telp.

Saya minta pengawas sekolah besok turun & dari dinas P&k Prov Jateng akan membantu.

Semoga ortu mereka juga paham apa yg terjadi dg anak2 merekadi sekolah itu," demikian keterangan dalam video tersebut.