Brilio.net - Sejak dikabarkan jatuh pada Senin pagi (29/10), bangkai pesawat Lion Air JT 610 belum berhasil ditemukan. Namun serpihan serta beberapa barang milik korban serta properti pesawat yang mengapung di permukaan perairan Tanjung Karawang berhasil diamankan.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum dapat mengonfirmasi sebab jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 MAX ini karena penyelidikan secara lengkap menunggu kotak hitam. Sejauh ini info yang didapat dari komunikasi Air Traffic Control (ATC) dengan pilot sesaat sebelum hilang kontak adalah adanya masalah flight control. 

Pihak KNKT menyatakan bahwa Lion Air JT 610 melaju dalam kecepatan tinggi sesaat sebelum hilang kotak. Menurut Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, kecepatannya mencapai 340 knot (sekitar 629,68 km/jam). 

Sementara itu, dilihat dari data grafik yang dirilis oleh flightradar24 terlihat Lion Air JT 610 ini gagal mempertahankan ketinggian. Grafik tersebut menampilkan pesawat ini naik-turun tidak stabil.

data grafik jatuh kecepatan tinggi © berbagai sumber

Loading...

foto: Twitter/@flightradar24

Dari grafik lain juga menunjukkan kalau Lion Air JT 610 ini jatuh dengan kecepatan vertical yang sangat tajam. Data ini diamini oleh konsultan dan pengamat penerbangan Gerry Soejatman.

data grafik jatuh kecepatan tinggi © berbagai sumber

foto: Twitter/@flightradar24

Lewat cuitannya Gerry mengatakan kalau serpihan pesawat yang banyak ditemukan tersebut merupakan dampak dari tabrakan dengan air pada kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat dari pantauan melalui foto serpihan yang beredar di media sosial kemudian diperkuat dengan data grafik ADSB tersebut.

"Saya melihat foto serpihan #JT610 / #LNI610. Sepertinya pesawat tersebut terdampak kecepatan tinggi dengan air. Ini terbukti dengan data ADSB yang diperoleh dari berbagai sumber. Semoga mereka beristirahat dalam damai :(," tulis Gerry.

data grafik jatuh kecepatan tinggi © berbagai sumber

foto: Twitter/@Sutopo_PN

Namun flightradar24 sendiri mengimbau, data grafik tersebut mungkin berguna. Tapi perlu diingat bahwa data yang dirilis hanya sebagai gambaran saja bukan untuk menyimpulkan. Kesimpulan akhir nanti ada di pihak KNKT setelah dilakukan berbagai penyelidikan.