Brilio.net - Kabar bohong yang disusun oleh Ratna Sarumpaet menyeret beberapa tokoh politik dan juga anak dari tokoh politik. Hanum Rais yang merupakan anak dari Amien Rais ikut terdampak oleh kasus ini.

Pada saat heboh kabar Ratna dianiaya oleh orang tak dikenal, Hanum yang ikut menjenguk kemudian membuat pernyataan lewat sebuah video. Pada video yang beredar di media sosial, Hanum mengatakan bahwa Ratna adalah Cut Nyak Dien masa kini. Hanum juga menyamakan aktivis HAM tersebut dengan sosok RA Kartini.

Seiring dengan terungkapnya kebohongan tersebut, mantan presenter televisi ini pun menyampaikan pembelaan. Lewat Twitter-nya, ia bahkan membawa-bawa kisah Nabi Muhammad yang pernah termakan kabar palsu terhadap istrinya, Aisyah.

hanum rais kisah nabi © Twitter/@hanumrais

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

foto: Twitter/@hanumrais

"Dalam diri Rasul terdapat teladan peristiwa yg menjadi cermin bagi manusia. Bahkan saat beliau termakan isu fitnah thdp Aisyah ra. Mengakui salah dan memohon maaf telah diteladankan. Kami manusia, yg kebaikannya tak ada sekuku putihnya beliau, hanya bisa mencontoh dan belajar," tulis Hanum seperti brilio.net kutip pada Kamis (4/10).

Dalam cuitan tersebut ia mengindikasikan bahwa Nabi Muhammad saja bisa termakan isu fitnah. Apalagi dirinya yang hanyalah manusia biasa. Manusia hanya bisa mencontoh dan belajar dari Nabi yaitu mengakui kesalahan dan memohon maaf.

Hanum Rais juga sudah meminta maaf lewat cuitan sebelumnya. Ia mengatasnamakan nama pribadi mengaku ceroboh dalam mengunggah dan menyebarkan berita. Hingga akhirnya Ratna Sarumpaet ketahuan berbohong.

hanum rais kisah nabi © Twitter/@hanumrais

foto: Twitter/@hanumrais

Anak perempuan Amien Rais ini juga mengaku spontan karena hubungannya dengan Ratna terjalin sangat baik. Apalagi saat Ratna dengan yakin menceritakan adegan pengeroyokan sambil berlinang air mata.

Hanum juga menambahkan bahwa ini merupakan pelajaran penting untuknya agar selalu berhati-hati dalam berprasangka. Niat hati seseorang memang hanya orang tersebut dan Tuhan yang mengetahuinya.

hanum rais kisah nabi © Twitter/@hanumrais

foto: Twitter/@hanumrais

"Sebuah pelajaran bagi kami, kita semua, di era yg penuh dengan intrik dan tipu muslihat, ternyata tabayyun tak cukup. Namun taqarrub padaNya yang terus dipelihara, agar kita selalu mengetahui siapa sahabat yang tulus dan mereka yang menikam dari belakang. Wallahu a’lam bissawab," lanjut Hanum Rais.

(brl/guf)