Brilio.net - Tak terasa ibadah puasa sudah memasuki pertengahan bulan. Beberapa minggu lagi umat muslim akan merayakan hari kemenangan, Idul Fitri 1443 Hijriah.

Jika beberapa tahun ini umat muslim hanya merasakan bulan puasa Ramadhan setahun sekali, maka berbeda nantinya jika memasuki tahun 2030. Dilansir dari English Al Arabiya, Minggu (17/4), astronom Saudi Khaled al-Zaqaq mengungkapkan bahwa umat muslim akan merayakan bulan suci Ramadhan dua kali pada tahun 2030.

Hal ini didasarkan pada kalender Hijriah Islam mengacu pada siklus bulan, sedangkan kalender Gregorian menandai perjalanan Bumi mengeliling matahari. Oleh sebab itu, Ramadhan akan jatuh dua kali dalam setahun pada kalender Gregorian kira-kira setiap 30 tahun.

Momen seperti ini pernah terjadi pada tahun 1997 dan tahun 1965. Diperkirakan akan terjadi lagi pada tahun 2063. Pada tahun Hijriah 1451 H, Ramadhan akan dimulai sekitar tanggal 5 Januari 2030, dan pada tahun 1452 H jatuh sekitar tanggal 26 Desember 2030.

Karena hal ini umat muslim akan berpuasa selama sekitar 36 hari total pada tahun 2030. #0 hari penuh untuk tahun 1451 H dan sekitar 6 hari untuk tahun 1452 H.

Tahun lunar Hijriah berlangsung selama 354 atau 355 hari, artinya tidak sejalan persis dengan kalender Masehi yang 365 hari. Ini juga berarti bahwa puasa Ramadhan jatuh di musim yang berbeda setiap tahun –berlangsung dalam siklus sekitar 32 tahun.

Ramadhan 1449 H, yang akan dimulai pada tahun 2028, akan berlangsung pada pertengahan musim dingin. Pada tahun 1466 H, bertepatan dengan tahun 2044, bulan suci akan dimulai pada puncak musim panas.

Puasa Ramadhan dilaksanakan dari terbit fajar hingga terbenam matahari, artinya puasa terlama terjadi saat Ramadhan pada musim panas, dan terpendek ketika jatuh pada musim dingin.

(brl/pep)

(brl/pep)