Brilio.net - Satu pasien yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum (RSUD) dr. Moewardi meninggal dunia. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto. Yurianto menyampaikan jika hasil lab pemeriksaan pasien suspect Covid-19 yang meninggal tersebut menunjukkan hasil positif virus Corona atau Covid-19.

Pasien tersebut berjenis kelamin pria berusia 59 tahun. Namun, Yurianto belum memastikan pasien meninggal positif virus Corona tersebut masuk di klaster mana.

Sebelumnya diberitakan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi Solo merawat dua pasien di ruang isolasi karena dikhawatirkan terpapar virus Corona (Covid-19). Pasien tersebut mengeluh demam dan batuk setelah pulang dari kunjungan luar kota.

Humas RSUD dr. Moewardi Solo, Eko Haryati, mengatakan dua pasien yang diisolasi itu merupakan warga Solo. Pasien tersebut mulai dirawat di ruang isolasi sejak Minggu malam, 8 Maret 2020.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah langsung bergerak cepat menyusul adanya satu pasien positif virus Corona (Covid-19) di RSUD dr. Moewardi yang meninggal. Terkait hasil lab itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat Solo untuk tetap tenang.

Loading...

"Dari kemarin kita sudah lebih dulu melakukan tracking-tracking kepada keluarganya, karena saya butuh bantuan dari masyarakat untuk membantu, siapa bertemu siapa jadi tidak usah takut," katanya seperti brilio.net kutip dari lipuan6.com, Jumat (13/3).

Dirinya juga mengatakan, kepada siapa pun yang pernah bertemu dengan pasien tersebut dan berhubungan dengan keluarganya untuk melapor.

"Masyarakat tenang saja. Lapor saja baik-baik dan tertutup, saya akan edarkan hotline-nya meskipun di pusat sudah ada," ujarnya.

Adanya pasien positif Covid-19 yang meninggal menyebabkan Ganjar membatalkan sejumlah agenda di Solo dan sekitarnya. Ia pun langsung kembali ke Semarang untuk segera melakukan konferensi pers di Semarang hari ini pukul 15.00 WIB.

"Kita sudah mengumpulkan makanya saya langsung pulang ke Semarang. Insyaallah jam 15.00 WIB, press conference untuk mengambil data lengkapnya," ucapnya.

"Satu pasien hasil rujukan dari rumah sakit lain. Kemudian yang satu datang sendiri diantar keluarganya," kata dia di RSUD dr. Moewardi Solo, seperti dikutip dari lipuan6.com, Jumat (13/3).

Setelah itu, petugas medis langsung merawat pasien tersebut ke ruang isolasi karena mengeluhkan demam dan batuk setelah pulang dari bepergian luar kota. Meskipun hanya luar kota, hal itu tidak menjamin lantaran virus Corona telah masuk ke Indonesia.

"Mungkin sekarang karena sudah masuk ke Indonesia, sehingga tidak ada patokan bahwa setelah pergi dari luar negeri baru dilakukan isolasi. Pasien itu mengeluh demam setelah pergi dari luar provinsi, terus suhu badannya mencapai 37,8 derajat Celsius," sebutnya kala itu.