Brilio.net - Di era digital seperti sekarang, Indonesia membutuhkan talenta yang mumpuni di bidang sains dan teknologi yang dibungkus dalam keterampilan serta mindset kewirausahaan. Hal ini untuk menjawab tantangan transformasi digital Indonesia yang masih tergolong rendah dibanding negara lain.

Kondisi ini pun menjadi tantangan bagi Gen Z yang beberapa tahun ke depan bakal memasuki dunia kerja yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya di mana industri dan ragam profesi membutuhkan critical thinking, multitasking, creativity demi menjalankan keberlangsungannya.

Sebagaimana diungkapkan Rektor Universitas Prasetiya Mulya Djisman Simandjuntak, perubahan peradaban manusia selalu ditandai dengan teknologinya, dari zaman batu, perunggu, emas, dan kini bytes.

“Untuk menghadapi ini, kita mengandalkan generasi baru dalam peradaban engine of adjustment. Mutu manusia hanya bisa meninggi jika generasi masa depan memiliki sumber daya yang lebih tinggi dari masa sebelumnya,” jelas Prof. Djisman.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Kondisi yang dihadapi Gen Z bisa dibilang lebih kompleks dibanding generasi milenial. Selain perkembangan teknologi, tantangan dunia industri saat ini juga dihadapkan pada mewabahnya Covid-19 di seluruh dunia. Ketidakpastian industri dan opsi profesi yang terus berkembang menuntut pembelajaran yang up-to-date, future-oriented, dan sustainable.

Prasmul © 2020 brilio.net

Karena itu pembekalan ilmu yang modern dan applicable harus terus dikedepankan agar Gen Z siap menghadapi industri ketika lulus. Selain, entrepreneurial mindset, mahasiswa harus terbiasa berpikir di luar comfort zone, mengambil kesempatan, dan beradaptasi terhadap segala kemungkinan, termasuk perubahan di dunia industri.

Fakta inilah yang membuat Universitas Prasetiya Mulya kembali menggelar ajang tahunan Prasmul Day yang berlangsung mulai hari ini, 10 Agustus hingga 16 Agustus 2020. Ajang virtual yang mengangkat tema Think Limitless ini bertujuan untuk membantu memacu potensi pelajar SMA dalam menghadapi ketidakpastian masa depan melalui ekosistem pembelajaran yang modern, suportif, dan future-oriented.

Think Limitless merupakan satu perspektif dan cara belajar baru untuk memberikan aspirasi karier mahasiswa. “Di sini kami melakukan pendekatan pengajaran yang mendorong individu mengembangkan berbagai keterampilan teknis namun tetap humanis, yang tak tergantikan mesin seperti empati, imajinasi, dan pemikiran kritis,” ujar Agus W Soehadi, Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya.

Nah khusus bagi calon mahasiswa angkatan 2021, di Prasmul Day, mereka dapat sekaligus berkenalan dengan kampus Prasetiya Mulya, mulai dari program hingga student-life, dalam platform website yang seru dan interaktif. jangan sampai terlewatkan ya!

(brl/red)