Brilio.net - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin mengenal begitu dekat sosok almarhum KH Hasyim Muzadi. Selain dirinya lulusan dari pondok pesantren yang sama, kedekatannya semakin terjalin ketika KH Hasyim Muzadi sempat menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Din Syamsuddin mengakui bahwa sosok almarhum memiliki wawasan luas mengenai agama Islam. "Beliau sosok yang sangat berwawasan seperti ajaran Islam Rahmatan Lilalamin. Beliau figur atau salah satu pionir dalam dialog keislaman. Ia berkomitmen bahwa Islam harus tampil dengan wawasan Rahmatan Lilalamin, itu adalah warisan untuk umat Islam di Indonesia," ujarnya kepada media saat ditemui di Pondok Pesantren Alhikam, Kamis (16/3).

Ketika KH Hasyim Muzadi masih menjabat sebagai Ketua PBNU, ia sempat bersepakat untuk mendekatkan dan merekatkan hubungan PBNU dan Muhammadiyah. "Kami berdua selalu yakin, bila dia organisasi besar bersatu dan bekerja sama, maka sebagian permasalahan umat Islam bisa teratasi," tambahnya.

Din Syamsuddin juga mengatakan, tak jarang keduanya saling berkunjung ketika PBNU atau Muhammadiyah sedang menyelenggarakan suatu acara. "Pada waktu itu kita sempat bersepakat untuk saling berkunjung dan kita bersepakat menjelang satu Muharram ada pertemuan anatara PBNU dan Muhamadiyah. Saya membawa 30 tokoh Muhammadiyah, kita berdiskusi dan mendengarkan tausyiah kebangsaan. Tahun berikutnya beliau datang dan memimpin delegasi PBNU ke Muhammadiyah, itu terus menerus berlangsung selama beberapa tahun," jelasnya. "Sayang tradisi itu tidak berlanjut sampai sekarang. Tapi saya berharap akan muncul Hasyim Muzadi Hasyim Muzadi baru."

Kepergian KH Hasyim Muzadi kepangkuan Sang Khalik juga mengisahkan duka yang mendalam untuk Din Syamsuddin. "Kepergian beliau ini, bukan hanya saya yang merasa kehilangan tapi warga NU, umat Islam Indonesia, Bangsa Indonesia, dan dunia Islam. Kita ucapkan selamat jalan menemui Sang khalik dan berdoa agar Allah SWT mengampuni dosanya, melimpahkan rahmatNya dan mejadikan baginya abdul ma'in," terangnya.

Loading...