×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Heboh lubang raksasa di Sukabumi, ini penjelasan Badan Geologi

View Image

0

BRILIO » Serius

Heboh lubang raksasa di Sukabumi, ini penjelasan Badan Geologi

Lubang itu awalnya berdiameter 16 meter, namun kini membesar jadi 30 meter.

29 / 04 / 2019 12:34

Brilio.net - Warga Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dikagetkan dengan kemunculan lubang raksasa pada Minggu (28/4). Dilansir brilio.net dari Antaranews.com, Senin (29/4) lubang tersebut awalnya muncul dengan diameter 16 meter, namun makin membesar.

"Awalnya diameternya hanya 16 meter, sekarang sudah sekitar 30 meter karena terus terjadi longsor pada dinding lubang itu," kata Ketua RW 02 Deni Rahayu Hamzah.

lubang sukabumi © liputan6.com

foto: Liputan6.com

Kemunculan lubang raksasa ini lantas membuat aliran listrik menjadi padam. Sekitar 80 kepala keluarga tidak bisa dialiri listrik dikarenakan tiangnya ikut amblas sehingga beberapa kabel terputus. Menanggapi hal ini, kepolisian setempat langsung melakukan olah TKP dan memasang garis polisi.

Loading...

Sementara itu Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Geologi Jabar untuk melakukan penelitian terkait keberadaan lubang besar itu. Tim Tanggap Darurat Pergerakan Tanah Badan Geologi Jawa Barat kemudian langsung mengkaji penyebab kemunculan lubang raksasa tersebut.

Diketahui, kemunculan lubang raksasa itu akibat aktivitas sungai bawah tanah. "Sebelum tertimbun tanah karena aktivitas gunung berapi, di lokasi lubang yang berada di Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit terdapat aliran sungai. Namun karena tertimbun tanah akhir sungai itu hilang dan ternyata aktif lagi dengan mengeluarkan air banyak sehingga terjadilah pembentukan lubang itu," kaya Kepala Tim Tanggap Darurat Pergerakan Tanah Badan Geologi Jabar Edy Mulyadi.

lubang sukabumi © liputan6.com

foto: Liputan6.com

Pegerakan air dari sungai bawah tanah yang usianya sudah tua membuat tanah menjadi amblas. Pasalnya air terus menekan dinding-dinding tanah di daerah tersebut. Tim peneliti mengatakan proses geologi ini merupakan fenomena biasa.

Pihaknya juga sudah melakukan pengkajian dan mengambil beberapa foto yang ternyata bisa disimpulkan bahwa ada sungai bawah tanah yang airnya kembali meluap. Sehingga karena alirannya tertutup tanah tetapi volume di sungai bawah tanah air banyak akhirnya tanah menjadi amblas.

Kondisi air yang terus mendesak tanah membuat aliran sungai yang awalnya sempat hilang karena tertimbun tanah tercipta kembali. Sungai yang sempat hilang itu akibat tertimbun tanah dari aktivitas gunung berapi. Seperti yang diketahui, lokasi kejadian ialah di bawah Gunung Gede Pangrango yang saat ini masih aktif.

"Kemungkinan besar luasan lubang ini akan terus bertambah, maka dari itu warga yang tinggal di sini untuk selalu waspada. Makanya warga diimbau jangan terlalu dekat apalagi kami mengkhawatirkan keberadaan rumah warga yang jaraknya cukup dekat karena bencana ini bisa dikatakan bahaya," Edy Mulyadi.

Edy mengatakan di lokasi kejadian terdapat kerikil-kerikil yang merupakan abu vulkanik. Sehingga kemungkinan di lokasi ini pernah terdapat awan panas yang tidak terkonversikan. Sehingga melalui celah batu kerikil air bisa merembes, karena jika batuannya berupa abu akan mudah tererosi.

Air tersebut sumbernya bisa dari atas atau rembesan dari sawah tersebut. Sehingga bisa terlihat awan panasnya basah sekali dan lekat sekali ditambah terdapat kerikil sehingga air dengan mudah merembes dan terbentuklah lubang ini.







Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    100%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more