Melansir dari India Today, Senin (31/10), Perdana Menteri Narendra Modi, segera memerintahkan tim penyelamat untuk melakukan evakuasi. Korban tewas dan luka kemudian dibawa ke rumah sakit sipil Morbi.

Tim Pasukan Tanggap Bencana Nasional (NDRF) diterbangkan dari Angkatan Udara India segera bergegas menuju Morbi untuk membantu operasi penyelamatan. Pemerintah juga mengerahkan tentara Angkatan Darat dari artileri Dhrangadhra, termasuk dokter dan staf paramedis untuk melakukan evakuasi.

Melansir dari Hindustannewshub.com, diperkirakan ada 500-700 orang yang saat itu berada di jembatan. Padahal jembatan yang sudah berusia 140 tahun itu hanya mampu menampung 100 orang saja.

Jembatan di sungai Machhu merupakan salah satu tempat wisata bagi masyarakat di Gujarat. Jembatan sudah dibangun sejak tahun 1880, diresmikan oleh Gubernur Mumbai, Richard Temple.

jembatan india runtuh © berbagai sumber

foto: TikTok/@just_in7

Jembatan ini memiliki lebar 1,25 meter dengan panjang 230 meter. Bisa dibilang jembatan ini termasuk peninggalan bersejarah di India karena menjadi saksi perjuangan kemerdekaan India saat itu.

Jembatan Machhu juga termasuk jembatan tertua di India dengan biaya pembangunan sekitar Rp 70 juta pada masa itu. Sebelum insiden jembatan runtuh terjadi, rupanya tempat ini ditutup selama 6 bulan untuk perbaikan dan baru dibuka pada Selasa (25/10) kemarin.

jembatan india runtuh © berbagai sumber

foto: TikTok/@just_in7

Pemerintah India akan memberikan kompensasi kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Narendra juga berjanji akan mengusut insiden tersebut hingga tuntas.

"Pemerintah negara bagian telah membentuk sebuah komite untuk menyelidiki insiden tersebut. Saya meyakinkan masyarakat bahwa tidak akan ada kekurangan dalam upaya bantuan dan penyelamatan," ungkapnya dikutip dari cnn.com, Senin (31/10).