Brilio.net - Trauma masyarakat Lombok belum lagi usai akibat gempa bumi bermagnitudo 7, Minggu 5 Agustus 2018. Gempa kembali mengguncang Lombok dengan magnitudo 6,2, Kamis (9/8) pada pukul 12.25 WIB. Sontak masyarakat kembali panik.

Jumlah korban pun diprediksi bakal terus bertambah mengingat tim masih terus mencari korban diantara reruntuhan bangunan. Tidak sedikit bangunan dan infrastruktur yang rusak termasuk akses ke beberapa lokasi gempa masih tertutup.

McD Gempa © 2018 brilio.netAnak-anak korban gempa Lombok di Yayasan Peduli Anak, Desa Langko, Lombok Barat

Kondisi ini membuat para pengungsi sangat membutuhkan uluran bantuan khususnya kebutuhan pokok berupa pangan dan sandang juga obat-obatan.

Gempa juga membuat anak-anak trauma. Yayasan Peduli Anak Lombok yang terletak di Desa Langko, Lombok Barat adalah salah satu lembaga yang menjadi korban gempa. Bangunan yang mereka tempati rusak berat. 

Loading...

McD Gempa © 2018 brilio.netTim McDonald’s Indonesia menyerahkan bantuan makanan dan minuman untuk anak-anak korban gempa Lombok di Yayasan Peduli Anak, Desa Langko, Lombok Barat.

Akibatnya, sekitar 80 anak dan 20 pengurus serta relawan di yayasan tersebut terpaksa tidur di tenda. Oh iya, Yayasan Peduli Anak Lombok adalah yayasan yang fokus mengurus anak-anak terlantar.

Berbagai pihak terus berupaya memberikan bantuan. Salah satunya dilakukan tim McDonald's Indonesia yang langsung mengunjungi posko dan pusat-pusat penampungan pengungsi.

Bersama tim PT Sinar Sosro yang membawa bantuan berupa air mineral dan Teh Botol Sosro, tim McDonald’s Indonesia yang dipimpin Associate Director of Communication Sutji Lantyka mengunjungi beberapa lokasi pengungsian.

McD Gempa © 2018 brilio.netPetugas bantuan pengungsian sedang membuat pembagian makanan dari McDonald’s untuk didistribusikan langsung kepada para korban bencana gempa Lombok. 

Tim berkeliling ke pusat-pusat penampungan pengungsi, terutama di daerah-daerah yang terkena dampak gempa paling parah seperti Kecamatan Pemenang dan Kecamatan Tanjung di Lombok Utara, dan Kecamatan Sembalun di Lombok Timur.

“Kami sangat berduka dengan terjadinya bencana gempa bumi yang dialami saudara-saudara kita di Lombok. Saat ini kami fokus membantu para korban yang memiliki akses terbatas terhadap makanan. Lebih dari 5000 paket makanan kami distribusikan kepada para pengungsi. Saya melihat sendiri bagaimana penderitaan saudara-saudara kita yang terkena gempa, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka,” ujar Sutji.

McDonald's Indonesia berjanji akan terus mengirimkan bantuan makanan selama masyarakat Lombok masih membutuhkan. Selain mengunjungi lokasi-lokasi penampungan korban gempa, tim juga mengunjungi lokasi pengungsian para karyawan McDonald’s yang terkena dampak langsung dari musibah. Oh iya, McDonald’s memiliki dua restoran yang berada di Mataram dan Cilinaya.

McD Gempa © 2018 brilio.net

(Kiri-Kanan) Yunus Sharon (Operation Manager wilayah Jawa Timur, Lombok, Bali dan Sulawesi), Sutji Lantyka (Associate Director of Communications), Ida Bagus Putra (Operation Consultant wilayah Bali dan Lombok) menyerahkan sumbangan makanan untuk korban gempa bumi Lombok, makanan diterima M Faisol, Camat Pemenang, Lombok Utara, salah satu wilayah yang terkena dampak gempa paling parah.

Saat kejadian, seluruh karyawan dan konsumen yang tengah berada di kedua restoran langsung dievakuasi. Setelah sempat tutup sehari pada Senin (6/8) demi keselamatan, kedua restoran McDonald’s di Lombok saat ini sudah dibuka kembali, meskipun belum 24 jam guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

“Bagi kami di McDonald’s Indonesia, keselamatan karyawan dan konsumen merupakan hal utama. Pada saat terjadi hal-hal seperti bencana alam kami sudah memiliki standar keselamatan baku untuk karyawan dan konsumen. Kami bersyukur tidak ada karyawan kami maupun keluarganya yang menjadi korban jiwa ataupun mengalami luka karena gempa,” kata Sutji.  

Meski demikian, ada beberapa karyawan yang rumahnya mengalami kerusakan dari skala sedang hingga parah. Karena itu McDonald’s Indonesia berusaha membantu mereka dengan memenuhi kebutuhan seperti makanan, uang tunai dan kebutuhan lain.

Semoga saja masyarakat di Lombok bisa cepat bangkit dari musibah ini.