Brilio.net - Membayar zakat menjadi salah satu kewajiban yang harus dipenuhi umat muslim ketika harta yang dimiliki telah mencapai nisab. Zakat sendiri masuk ke dalam rukun Islam yang ke-3. Zakat fitrah menjadi salah satu zakat yang paling popular. Mengingat, jenis zakat yang satu ini wajib dilakukan setiap tahun menjelang Lebaran.

Tapi tahukah kamu bahwa sesungguhnya zakat terbagi menjadi dua jenis yang berbeda, yakni zakat fitrah dan juga zakat maal. Nah zakat maal terbagi lagi menjadi beberapa jenis yang berbeda, salah satunya zakat profesi.

Sebelum kamu berniat bayar zakat, terlebih dahulu perlu mengetahui syarat dan ketentuan membayarnya. Pasalnya, setiap jenis zakat memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda-beda. Langsung saja, simak syarat dan ketentuan dari masing-masing zakat berikut ini:

1. Zakat fitrah

aboutislam.net

Loading...

Kamu tentu sudah tidak asing dengan jenis zakat yang satu ini, bukan? Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dibayarkan setiap tahun di Bulan Ramadhan. Besarnya disesuaikan dengan makanan pokok yang kamu konsumsi setiap hari, atau sekitar 2,5 kg beras. Meski umumnya dibayarkan dalam bentuk beras, kamu juga bisa membuatkan zakat Fitrah dalam bentuk uang.

Uang yang kamu bayarkan juga tetap setara dengan harga 2,5 kg beras tersebut. Membahas mengenai zakat fitrah, kamu harus mengetahui tiga syarat wajib zakat fitrah yaitu beragama Islam dan telah merdeka, menemui dua waktu di Bulan Ramadhan dan Syawal, serta harta yang dimiliki melebihi kebutuhan pokok harian, baik untuk dirinya sendiri maupun bagi mereka yang menjadi tanggungannya.

Apabila ketiga syarat tersebut telah dipenuhi, kamu wajib membayar zakat fitrah. Sesuai dengan syarat kedua dari zakat fitrah, kewajiban membayar zakat hanya diperuntukkan untuk mereka yang telah menemui dua waktu di Bulan Ramadhan dan Syawal. Sekalipun waktu yang mereka temui hanyalah sesaat. Berdasarkan syarat ini, ada beberapa orang yang tidak diwajibkan membayar zakat yakni mereka yang baru saja meninggal sebelum terbenam matahari di Bulan Ramadhan terakhir. Di mana orang ini belum menemui bulan Syawal.

Lalu, bayi yang baru lahir setelah matahari terbenam di malam terakhir Ramadhan. Bayi ini belum sempat menemui Bulan Ramadhan. Kemudian mualaf yang baru memeluk Islam setelah matahari terbenam di malam terakhir Ramadhan.

Hal lain yang perlu kamu ketahui yakni perihal ketentuan waktu membayar zakat fitrah. Membuat zakat fitrah di waktu yang salah tentu tidak diperbolehkan bahkan dapat dikatakan haram. Waktu haram tersebut yakni saat kamu membayar zakat fitrah setelah matahari terbenam di Hari Raya Idul Fitri. Pasalnya, membayar zakat fitrah hanya diperbolehkan selama bulan Ramadhan hingga saat menjalankan shalat Idul Fitri.

Terlepas dari waktu tersebut pembayaran zakat hukumnya haram. Namun, waktu terbaik dalam membayar zakat fitrah yakni setelah matahari terbenam di akhir Bulan Ramadhan dan sebelum melangsungkan shalat Idul Fitri.

2 dari 4 halaman

2. Zakat maal

islamicportal.co.uk

Jika diartikan ke dalam bahasa Arab, kata “maal” memiliki arti harta. Sehingga zakat maal merupakan zakat yang wajib dikeluarkan mereka yang memiliki harta berkecukupan. Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki harta cukup tentu tidak diwajibkan membayar zakat yang satu ini. Kamu yang berniat ingin membayar zakat maal, terlebih dahulu ketahui syarat dan ketentuan berikut ini:

  • Harta dikuasai penuh

Sebelum membayar zakat, perlu dipastikan bahwa harta yang dimiliki sepenuhnya milik kamu, dan bukanlah milik orang lain.

  • Harta berkembang

Syarat lain yang wajib dipenuhi yakni harta yang kamu miliki berpotensi untuk berkembang. Baik digunakan untuk membangun usaha atau berkembang dengan cara yang lain selagi menguntungkan dan halal.

  • Harta melebihi kebutuhan pokok

Harta yang kamu miliki haruslah telah memenuhi ke utiham pokok sehari-hari bahkan kamu masih memiliki sisa harta lainnya. Jika harta yang dimiliki belum bisa memenuhi kebutuhan pokok, kamu tidak diwajibkan membayar zakat.

  • Harta mencapai nisab

Nisab merupakan ukuran jumlah minimal harta yang bisa untuk kamu jadikan sebagai zakat. Kamu baru akan diwajibkan membayar zakat jika harta yang dimiliki telah mencapai nisab. Sebaliknya, kewajiban membayar zakat maal tidak berlaku bagi mereka yang hartanya belum mencapai nisab.

  • Terbebas utang

Kewajiban membayar zakat maal juga tidak berlaku bagi mereka yang masih memiliki utang. Adanya utang membuat nisab yang ditentukan belum sepenuhnya bisa terpenuhi. Lunasi terlebih dahulu utang yang kamu miliki, baru melakukan zakat maal.

  • Kepemilikan harta satu tahun

Harta yang kamu miliki saat ini haruslah telah mencapai masa kepemilikan setidaknya selama satu haul. Jika belum mencapai satu tahun, kamu belum diwajibkan membayar zakat. Kepemilikan harta satu tahun ini berlaku bagi berbagai macam harta, baik itu uang, emas, hewan ternak, dan lain sebagainya.

Tahukah kamu bahwa zakat maal terdiri dari berbagai macam jenis, diantaranya yakni zakat profesi atau zakat penghasilan, zakat pertanian, zakat hewan ternak, zakat pertambangan, dan masih banyak lagi. Di mana hitungan dari setiap jenis zakat maal tersebut juga berbeda-beda. Nah untuk lebih memudahkan memahami zakat maal, simak perumpamaan berikut ini:

abukhadeejah.com

Aji merupakan seorang pria yang memiliki tabungan berupa emas senilai Rp 100 juta. Tabungan emas tersebut telah dimiliki Aji sejak akhir tahun 2018 lalu. Nisab dari zakat maal emas yakni 85 gram. Harga emas tahun 2020 ini sekitar Rp 800.000. Sehingga nisab yang wajib Aji penuhi yakni Rp 800.000 x 85 gram = Rp 68.000.000.

Emas yang disimpan Aji telah melampaui nisab, harta tersebut juga telah berusia satu tahun kepemilikan. Sehingga Aji wajib membayar zakat maal di tahun 2020. Besarnya zakat maal yang perlu Aji bayarkan yakni jumlah harta yang dimiliki dikali 2,5%, yakni Rp 2,5 juta.

Perumpaan tersebut tentu membuat kamu lebih memahami bagaimana cara menghitung zakat maal, bukan? Khususnya bagi kamu yang memiliki tabungan emas. Jumlah nisab yang telah ditentukan tentu berbeda antara zakat maal yang satu dengan yang lainnya. Apabila harta kamu telah mencapai nisab, pastikan tidak lupa untuk membuat zakat, ya.

3 dari 4 halaman

3. Zakat profesi

sociable7.com

Zakat profesi merupakan salah satu jenis dari zakat maal. Di mana zakat ini bersifat wajib bagi mereka yang mampu dan telah memenuhi syarat. Banyak orang yang juga menyebut zakat profesi sebagai zakat penghasilan. Sehingga bisa dikatakan bahwa mereka yang telah memiliki penghasilan rutin dengan jumlah yang cukup, wajib membayar zakat yang satu ini. Meski demikian terdapat syarat khususnya yang harus dipenuhi sebelum membayar zakat profesi.

Syarat yang harus dipenuhi hampir sama dengan syarat zakat maal. Langsung saja, simak syarat sah membayar zakat profesi berikut ini:

  • Harta dikuasai penuh

Syarat utama yang harus dipenuhi yakni harta yang dimiliki haruslah harta yang dikuasai secara penuh. Dengan artian, harta yang dimiliki bukanlah milik orang lain atau bahkan milik bersama.

  • Harta berkembang dan lebih dari kebutuhan pokok

Syarat kedua yakni harta yang dimiliki haruslah merupakan harta yang berkembang dan bisa memenuhi kebutuhan pokok keluarga di rumah. Zakat profesi tidaklah wajib bagi mereka yang masih kekurangan dalam memenuhi kebutuhan pokok. Di lain sisi, jika harta yang kamu miliki hanyalah cukup untuk kebutuhan pokok saja, kamu pun belum diwajibkan untuk membayar zakat profesi.

  • Mencapai Nisab

Syarat ketiga yang wajib dipenuhi yakni, harta uang yang miliki haruslah telah mencapai nisab yang telah ditentukan. Nisab dari zakat profesi sama dengan nisab zakat pertanian, di mana harta yang dimiliki haruslah setara dengan 524 kg beras atau 653 kg gabah. Besarnya nisab juga akan berbeda setiap tahunnya.

Pasalnya, nisab akan menyesuaikan harga dari beras tersebut. Kamu hanya perlu menghitung harga besar per kilo dan dikalikan 524 kg. Hasil akhir dari perkalian tersebut bisa dikatakan sebagai nisab zakat profesi. Apabila penghasilan kamu telah mencapai nisab, maka kamu diwajibkan untuk membayar zakat yang satu ini.

  • Bebas dari utang

Terbebas dari utang menjadi syarat keempat yang harus kamu penuhi. Pasalnya, hutang menjadi hal yang wajib diutamakan sebelum membayar zakat profesi. Sekalipun penghasilan kamu telah mencapai nisab, kamu tetap tidak diwajibkan untuk membayar zakat profesi sebelum melunasi utang yang dimiliki. Untuk itu, pastikan kamu terbebas dari utang sebelum membayar zakat profesi, ya.

4 dari 4 halaman

Cara menghitung zakat profesi

Islamicmarkets.com

Apabila keempat syarat sah zakat profesi telah kamu penuhi sepenuhnya, kini saatnya mengetahui bagaimana cara menghitung dan menentukan besarnya zakat profesi yang perlu dibayarkan. Mayoritas ulama di Indonesia menetapkan jumlah zakat profesi yang harus dibayarkan yakni 2,5% dari penghasilan kotor yang dimiliki si pembayaran zakat. Penghasilan kotor sendiri merupakan jumlahnya pendapatan yang kamu terima setiap bulan sebelum dikurangi biaya kebutuhan pokok. 

Perumpamaan berikut ini mungkin akan sangat membantu kamu memahami bagaimana menghitung zakat profesi.

Adi merupakan seorang pekerja kantoran yang setiap bulan memiliki penghasilan Rp 8 jiuta. Penghasilan tersebut murni merupakan harta penuh yang dimiliki Adi. Di sisi lain, Adi juga bukanlah orang yang memiliki utang. Saat berniat membayar zakat profesi, harga beras saat itu Rp 10.000/kg.

Setelah menghitung Rp 10.000 x 524 kg = Rp 5.240.000, Adi menyadari bahwa penghasilan yang dimiliki telah mencapai nisab yang ditentukan. Sehingga bisa dipastikan bahwa Adi wajib membayar zakat profesi. Zakat profesi yang wajib dibayarkan Adi yakni sebesar Rp 200.000. Jumlah tersebut berdasarkan hitungan dari Rp 8.000.000 x 2,5%.

Berdasarkan perumpamaan di atas kini kamu tentu sudah memahami bagaimana cara menghitung zakat profesi, bukan? Lantas, kapan zakat profesi harus dibayarkan. Jika zakat pertanian dibayarkan setiap kali selesai panen, bisa dikatakan bahwa zakat profesi juga perlu dibayarkan setiap bulan.

Bagi kamu yang tidak sempat menyiapkan zakat profesi setiap bulannya, Anda pun juga bisa membayar zakat profesi setiap tahun. Di mana besarnya zakat yang perlu dibayarkan bisa langsung diakumulasikan setiap bulan selama satu tahun.

Zakat profesi yang telah kamu persiapkan bisa diberikan kepada orang-orang yang berhak menerima zakat. Untuk memudahkan menyalurkan zakat, kamu juga bisa melalui pihak ketiga yang memang merupakan instansi terpercaya sebagai perantara zakat.

Setelah mengetahui syarat dan ketentuan dari masing-masing jenis zakat tersebut, kini kamu tidak perlu ragu lagi setiap kali akan membayar zakat. Menariknya, perkembangan teknologi saat ini juga memungkinkan kamu untuk membayar zakat secara online, lho.

Kemudahan tersebut membuat kamu kini bisa membayar zakat kapan pun, bahkan tanpa keluar rumah sekalipun. Hanya melalui smartphone, kewajiban membayar zakat sudah langsung terpenuhi. Praktis, bukan? Jangan lupa untuk mencoba membayar zakat secara online, ya.