Brilio.net - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan situasi darurat terkait kasus virus Corona. Virus yang telah merenggut puluhan nyawa ini tentu membuat resah ratusan WNI yang ada di Wuhan dan kota-kota di sekitarnya. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan WNI yang terjangkit virus yang berasal dari penyebaran awal terjadi di Wuhan ini.

Untuk mengamankan warga negaranya, pemerintah memutuskan untuk memulangkan sekitar 244 WNI yang ada di Wuhan dan sekitarnya ke Tanah Air. Ada sekitar lima personel yang terbang ke China untuk misi penjemputan WNI pada Sabtu (1/2).

Pagi tadi, Minggu (2/2) sebanyak 238 WNI dilaporkan telah berhasil mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam. Untuk selanjutnya kemudian mereka akan dibawa ke tempat karantina di Natuna. Para WNI yang datang dari China satu per satu disemprot cairan antivirus usai keluar dari pesawat. Proses sterilisasi ini berlangsung sekitar satu jam sebelum kemudian mereka diterbangkan ke Pulau Natuna.

Berikut ini deretan fakta penjemputan WNI dari Wuhan, seperti brilio.net lansir dari berbagai sumber pada Minggu (2/2).

 

1. Evakuasi WNI di Wuhan menggunakan pesawat Batik Air.

<img style=

foto: liputan6.com

 

Dilansir dari antaranews.com, Ratusan WNI yang dievakuasi dari Wuhan dan sekitarnya diangkut menggunakan pesawat Batik Air. Pesawat Airbus A330 terbang dari Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (1/2) siang kemarin. Kemudian pesawat ini berhasil membawa pulang sebanyak 238 WNI dan mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam pada Minggu (2/2) pagi.

 

2. Sebelumnya evakuasi sempat ingin pakai pesawat dari TNI.

<img style=

foto: Instagram/@militer.udara

 

Sebelum pemerintah mengirim Batik Air untuk menjemput WNI di Wuhan, ada wacana jika pesawat milik TNI yang akan diberangkatkan. Terlihat dari postingan akun Instagram @militer.udara, TNI AU telah menyiagakan dua unit Boeing B737 dan satu unit C130 Hercules serta Batalyon Kesehatan.

Namun pemerintah China menolak usulan tersebut. Disebutkan kalau China hanya ingin pesawat dari Indonesia yang sudah biasa punya rute dan izin ke Wuhan.

 

3. Sudah tiba di Natuna.

<img style=

foto: liputan6.com

 

Dilansir dari liputan6.com, sebanyak 238 WNI sudah tiba di Pangkalan Udara Raden Sajad, Pulau Natuna, Kepulauan Riau pada Minggu (2/2) siang. Mereka diterbangkan dari Bandara Hang Nadim, Batam dengan tiga pesawat. Yakni pesawat Hercules C130, pesawat Boeing 737-400 dan satu pesawat milik TNI AU.

 

4. 238 dari total 244 WNI berhasil dibawa pulang.

<img style=

foto: liputan6.com

 

Sebelumnya dilaporkan kalau ada 244 WNI yang melapor untuk dibawa pulang ke Indonesia. Meski demikian seperti yang dikutip dari liputan6.com, hanya ada 238 yang diberangkatkan dari Wuhan. Ada enam orang yang batal diterbangkan ke Tanah Air dengan sejumlah alasan.

"Yang tiba fix 238 orang WNI, 3 orang mengundurkan diri dan 3 orang lainnya tidak lolos pemeriksaan oleh Pemerintah China," jelas Terawan di Natuna, Kepri, Minggu pagi.

 

5. Alasan isolasi di Natuna.

<img style=

foto: KBRI Beijing

 

Dilansir dari liputan6.com, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, dipilihnya Natuna sebagai tempat isolasi warga negara Indonesia dari Wuhan, China, karena pulau tersebut jauh dari permukiman penduduk.

Selain itu, Natuna dipilih karena memiliki pangkalan militer dengan fasilitas rumah sakit yang dikelola oleh tiga matra TNI yakni Darat, Laut dan Udara.

Hadi menambahkan, jarak landasan (runway) pangkalan militer ke rumah sakit tempat isolasi sangat dekat. Terlebih, fasilitas rumah sakit diyakini mampu menampung hingga 300 pasien.