Brilio.net - Kerusuhan dalam aksi unjuk rasa menolak RKUHP dan sejumlah RUU masih berlanjut hingga malam hari. Sejumlah fasilitas dirusak dan dibakar demonstran, salah satunya pos polisi Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Seperti diketahui, pada Rabu (25/9) malam, para demonstran yang banyak di antaranya pelajar, melakukan perusakan dan membakar pos polisi yang berada tepat di depan Menara BNI, Pejompongan. Tindakan itu kemudian direspons aparat kepolisian dengan beberapa kali tembakan gas air mata ke kerumunan massa. Massa pun kocar-kacir. Mereka lari berpencar ke arah rel kereta api Penjompongan menyelamatkan diri.

Melihat demonstran berlarian, sejumlah warga sekitar berinisiatif menolong. Mereka mengajak masuk beberapa demonstran ke dalam rumah mereka di pinggir rel kereta api.

Sebelumnya, pos polisi Senayan di Jalan Pemuda juga dirusak dan dibakar massa. Demikian pula dengan pos gerbang tol di Gatot Subroto juga diamuk dan dibakar demonstran.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Dalam kerusuhan tersebut, Polda Metro Jaya berhasil mengamankan lima ambulans itu di dekat Gardu Tol Penjompongan, Jalan Gatot Soebroto. Peristiwa itu terjadi Kamis (26/9) dini hari pukul 02.14 WIB. Hal itu diketahui melalui akun Instagram @TMCPoldaMetro. Dalam video berdurasi 30 detik itu tampak satu mobil ambulans bertuliskan Puskesmas Kecamatan Pademangan. Dalam ambulans tersebut ditemukan batu dan bensin uang diduga untuk molotov.

Tak hanya menegamankan ambulans yang mengangkut bensin dan batu, pihak Polda Metro Jaya juga berhasil menyiduk perusuh bayaran dari sekitar Kawasan Gedung MPR/DPR di Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

#Polri amankan Perusuh bayaran dari sekitar Kawasan Gedung MPR/DPR Jl. Gatot Subroto.

Sebuah kiriman dibagikan oleh TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro) pada

Dalam video tersebut, pelaku digiring oleh dua polisi. Salah satu dari polisi tersebut mengintrogasi pemuda berjaket hitam tersebut.

"Kamu tadi ngomong dikasih berapa?," tanya polisi.

"Rp40 ribu," jawab pelaku.

"40 ribu? Duitnya udah diterima apa belum?," tanya polisi.

"Belum," jawab pelaku.

"Hanya dijanjikan?," tanya polisi.

"Iya pak," jawab pelaku.

Pihak Polda Metro Jaya juga memproses lebih lanjut bagi para pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam. Hal tersebut terlihat dalam akun Instagram Polda Metro Jaya. Pihaknya mengamankan para pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam di dalam tas sekolah di Jl. Merdeka Timur Jakarta Pusat.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

#Polri amankan para Pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam di dalam tas sekolah di Jl. Merdeka Timur Jakpus.

Sebuah kiriman dibagikan oleh TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro) pada

Sebelumnya diketahui puluhan pelajar diamankan pada Rabu (25/9) pukul 14.45 WIB ketika menumpang dua mobil kap ke arah gedung DPR/MPR. Gerombolan pelajar tersebut diketahui terdiri dari pelajar SMA, SMK atau STM, dan SMP.

(brl/pep)