Brilio.net - Sidang perdana kasus E-KTP yang melibatkan Setya Novanto sebagai terdakwa digelar hari ini, Rabu (13/12), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dalam sidang perdana ini terjadi perdebatan antara jaksa penuntut dan kuasa hukum terdakwa tentang kondisi Setnov yang mengaku tengah sakit diare.

Sementara itu, lini masa Twitter dipenuhi tagar Pengadilan Tipikor yang tengah trending topik. Warganet senada dengan Jaksa Penuntut Umum di persidangan menduga sakitnya Setnov hanyalah tipuan belaka.

Ada beberapa alasan mengapa publik menduga sakitnya Setnov ini hanyalah sandiwara. Berikut 5 di antaranya yang dihimpun brilio.net dari berbagai sumber, Rabu (13/12):

Loading...

1. Dokter nyatakan Setnov bisa jalani sidang.

Meski Setnov mengaku sakit saat akan menjalani persidangan, tapi tim dokter yang dibawa oleh KPK menyatakan Setnov bisa mengikuti sidang. Ada empat dokter yang menyatakan Setnov bisa terus menjalani persidangan.

2. Mengaku diare tapi hanya dua kali ke toilet.

Setnov mengaku tengah sakit diare. Ia bahkan mengaku sampai 20 kali ke toilet. Tapi, laporan pengawal di tahanan ternyata lain. Setnov hanya dua kali ke toilet dan ia juga dilaporkan tidur nyenyak dari pukul 20.00 sampai 05.00.

3. Ngaku diare nggak dikasih obat tapi keluhannya batuk.

Setnov mengaku diare tapi menurut data yang diungkap Jaksa Penuntut Umum Irene Putri keluhan Setnov bukan diare tapi malah batuk. Ketika ditanya alamat tinggal dan agamanya pun dalam persidangan Setnov bukan menjawab tapi malah batuk-batuk.

4. Setnov tak menjawab pertanyaan hakim.

Selama sidang perdana berlangsung, Setnov beberapa kali tak menjawab pertanyaan hakim. Ketua majelis hakim Yanto bahkan sampai mengulang beberapa kali pertanyaan untuk Setnov karena tak direspons. Setnov kemudian mengaku sakit hingga didatangkan dokter ke persidangan. Dokter pun menyatakan Setnov bisa terus menjalani persidangan.

Hakim Yanto sempat menanyakan apakah kondisi seseorang bisa berubah drastis dalam waktu kurang dari lima jam. Salah satu tim dokter menjelaskan jika kondisi Setnov meragukan. Logika kesehatannya menurut dokter, kemampuan bicara di otak kiri, jadi jika Setnov tak bisa bicara harusnya ia juga tak bisa jalan. Padahal Setnov masih bisa berjalan.

5. Seperti mendadak tuli dan tampak lemas.

Setnov beberapa kali tak menjawab pertanyaan hakim. Ia tertunduk lemas. Setnov mengaku diare, tapi ia juga tampak kesulitan untuk bicara dan merespons pertanyaan hakim. Padahal menurut dokter, Setnov masih bisa menjalani persidangan yang artinya kondisi kesehatannya tak ada yang bermasalah serius seperti tuli atau susah bicara.