Brilio.net - Padepokan layaknya dikenal sebagai tempat untuk menimba ilmu agama. Tapi saat ini, banyak sekali penyimpangan yang dilakukan dengan kedok membuat padepokan. Modusnya sang pimpinan padepokan melakukan berbagai cara untuk meyakinkan orang sehingga mau menjadi jamaahnya. Alhasil, ajarannya yang menyimpang hingga yang tak bisa dinalar membuat padepokan itu dipermasalahkan masyarakat.

Nah, berikut 4 padepokan yang menggegerkan publik dengan kontroversinya, seperti dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Kamis (29/9):

1. Padepokan Dimas Kanjeng.

padepokan meresahkan © 2016 brilio.net

foto: merdeka.com

Loading...

Dimas Kanjeng Taat Pribadi tiba-tiba menjadi perbincangan masyarakat Indonesia. Pria asal Probolinggo ini menjadi bahan perbincangan setelah ditemukan gudang uang di kediamannya, Padepokan Dimas Kanjeng di Dusun Cengklek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Dia yang mengaku bisa menggandakan uang menarik perhatian netizen.

Kasus Dimas Kanjeng dimulai pada Februari 2016 lalu saat ada laporan tindak pidana penipuan senilai Rp 25 miliar yang diduga dilakukan olehnya. Saat proses penyidikan, saksi yang bernama Abdul Gani ternyata tak bisa memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim. Belakangan diketahui ia telah tewas dibunuh secara berencana pada 13 April lalu di Padepokan Dimas Kanjeng. Jenazahnya kemudian dibuang di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Jawa Tengah. Dimas kanjeng pun ditetapkan sebagai otak pembunuhan itu beserta 9 tersangka lainnya.

Dimas Kanjeng mengaku memiliki kesaktian bisa mendatangkan uang gaib sejak 2006. Dengan kesaktiannya, dia mendirikan padepokan hingga memiliki ribuan pengikut di tanah seluas 6 hektar di Probolinggo, Jawa Timur. Dimas Kanjeng mengaku bisa menggandakan uang dengan ilmu yang dimiliki dan bantuan jin. Tak heran jika banyak orang yang tergiur, kemudian antre mendatangi Dimas Kanjeng demi bisa melipatgandakan uang.

2. Padepokan Gatot Brajamusti.

padepokan meresahkan © 2016 brilio.net

foto: merdeka.com

Sebelumnya kasus Dimas Kanjeng, Padepokan Gatot Brajamusti juga membuat heboh netizen. Nama padepokan ini mulai dikenal luas setelah artis Reza Artamevia menjadi salah satu murid. Tak hanya Reza, sejumlah artis lain juga pernah menjadikan Gatot Brajamusti sang pimpinan sebagai guru spiritual.

Selain sebagai guru spiritual yang mempunyai kemampuan lebih, belakangan Gatot Brajamusti juga menjadi artis. Ia pernah merilis album religi berjudul 'Tunjukkan Jalan yang Lurus". Ia juga bermain peran dalam film DPO.

Puncaknya, pada 29 Agustus 2016 ia ditangkap oleh Tim Gabungan Merah Putih bersama Kepolisian Resor Mataram dan Kepolisian Resor Lombok Barat. Ia ditangkap karena pesta sabu-sabu di Hotel Golden, Mataram, Lombok. Kejadian itu terjadi tak berselang lama setelah pengukuhan dirinya sebagai Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi).

Ia ditangkap di dalam kamar bersama istrinya, Dewi Aminah, dan penyanyi Reza Artamevia. Kasus ini pun melebar ke kasus pelecehan seksual dan juga penggunaan sabu-sabu. Gatot berdalih sabu-sabu itu adalah asmat yang merupakan makanan jinnya.

3. Padepokan Syekh Sangga Bintang.

padepokan meresahkan © 2016 brilio.net

foto: merdeka.com

Padepokan ini juga membuat resah masyarakat karena ajarannya pada awal Agustus 2016. Padepokan Syekh Sangga Bintang Pratama yang beralamat di Kampung Waru, Desa Medalsari, Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat menjanjikan para pengikutnya bisa masuk surga hanya dengan membayar uang sebesar Rp 2 juta.

Selain jaminan masuk surga bernilai Rp 2 juta, padepokan ini juga memiliki syahadat sendiri. Mereka mengganti kata Muhammad dalam syahadat dengan kata Mujim, yang merupakan pemimpin aliran ini.

Sebelumnya, Mujim juga pernah diusir warga karena mengaku-ngaku sebagai nabi. Beberapa bulan kemudian, ia datang dengan membawa pengikutnya. Mujim mengatakan kepada pengikutnya jika salat di rumahnya sama dengan melakukan salat di Masjid Nabawi. ia juga mengatakan bahwa air zam-zam telah pindah ke sumurnya. Warga yang geram pun melaporkan ajaran itu ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan kepolisian. Warga yang kesal juga melakukan aksi bakar rumah Mujim.

4. Padepokan Bumi Arum/Santri Luwung.

padepokan istimewa

foto: istimewa

Pada 23 November 2013, Padepokan Bumi Arum atau juga dikenal sebagai Pasujudan Santri Luwung yang beralamat di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah dibakar massa. Aksi itu terjadi karena padepokan itu dianggap memberikan ajaran sesat kepada murid-muridnya.

Padepokan milik Anto Miharjo memang sudah cukup lama diprotes keberadaannya oleh masyarakat setempat. Masyarakat sudah berkali-kali memperingatkan kegiatan di padepokan itu. Puncaknya, mereka membakar bangunan berupa pendapa yang biasa digunakan sebagai pusat penyampaian ajaran.

Padepokan ini dianggap menyimpang karena mewajibkan para santri untuk berendam di sungai tanpa pakaian. Namun, pihak padepokan menyangkal tuduhan itu. Mereka menyebut jika padepokan itu merupakan pesantren yang mengajarkan hafalan Alquran. Ada tudingan jika warga diprovokasi oleh pihak lain yang sedang bersengketa dengan pemilik padepokan.